
Mereka yang berada di ruangan itu seketika terdiam karena Ervan yang tidak merestui mereka, tanpa sadar detak jantungnya Lisa melemah seketika mereka melihat ke arah Lisa dengan Lisa yang kejang-kejang dan semua orang yang berada di sana panik.
“Dokter-dokter”ucap Bu wulan sambil menangis ia yang sangat panik sehingga melupakan bahwa dia berprofesi sebagai dokter.
“Kay, panggil dokter”ucap Ervan yang menangis sambil mendekat ke arah adiknya tersebut.
Kayla yang ia juga kaget seketika ia berlari dengan kencang untuk memanggil dokter. tak lama dokter datang dengan perawatnya.
“Saya mohon semua orang keluar dulu biar saya periksa”ucap dokter yang menyuruh semua orang keluar apalagi disana banyak sekali orang.
Semua orang keluar walaupun Bu wulan enggan keluar karena ingin menemani anaknya tetapi dokter yang melarang ada orang lain selain dirinya yang berada di sana.
Bu wulan senantiasa menangis, kayla pun hanya bisa mengusap punggungnya Bu wulan untuk menguatkan, sedangkan penghulu yang tadi datang bersama dengan keluarganya Nathan pun akhirnya pulang karena entah akan jadi menikah atau tidak.
“Semua ini gara-gara lo yah, gue gak mau lo ada disini pergi”ucap Ervan dengan berteriak.
“Sabar nak, jangan marah-marah”ucap pak Farhan yang mencoba membuat Ervan untuk tidak marah.
“Gue gak akan pergi van, sampai kapan pun gue akan ada disini dan menemani Lisa, lo yang harus sadar lo juga kan yang tidak perhatian terhadap Lisa, lo juga yang lebih perhatian terhadap kayla”ucap Nathan dengan marah.
“Jangan bawa-bawa kayla, gue sayang ke Lisa dan kayla dengan adil gue gak pernah membedakan mereka”ucap Ervan dengan tegasnya. Hanya saja mungkin dia lebih memperhatikan kayla karena kayla yang merupakan anak yatim piatu dan juga ibunya yang dahulu selalu ada untuknya dan sekarang giliran dia yang balas budi kepada kayla.
__ADS_1
“Lo aja yang gak sadar van. Lo juga suka mengabaikan Lisa, dan gue udah yakin dan mau gak mau lo harus terima gue bersama dengan Lisa”ucap Nathan yang jiga dia tak ingin kalah.
Sedangkan kayla yang mendengar itu semua dia merasa tidak enak dan sedih karena gara-gara dia juga keluarga ini menjadi banyak masalah dan tambah banyak beban.
“Kalian diam jangan bertengkar, ini di rumah sakit, kalian berdua gak kasihan sama Lisa yang lagi berjuang disana”ucap pak Farhan yang sudah marah apalagi Bu wulan yang terus-terus menangis.
“Nath kamu Diam dulu, jangan ribut dan beri Ervan waktu untuk menerimanya”ucap pak Dimas menasehati anaknya tersebut.
“Iya nak, sabar yah, kamu jangan terbawa emosi, Lisa pasti sembuh kok”ucap Bu Sinta sambil mengusap pundak anaknya yang terlihat menahan amarahnya.
Semua orang yang berada di sana terdiam sejenak karena pak Farhan yang sudah marah dan Ervan juga mencoba mengendalikan emosinya dan tak lama dokter pun keluar dari ruangannya Lisa.
“Bagaimana dok anak saya?”tanya Bu wulan dengan menangis dan tak sabar ingin tau bagaimana kabar anaknya tersebut.
“Terima kasih dokter”ucap Bu wulan dan dokter pun pergi dari sana.
“Pak Dimas untuk sekarang lebih baik bapak dan keluarga pulang dahulu, biar masalah ini saya bicarakan lagi dengan Ervan”ucap pak Farhan memberikan pengertian.
“Tapi om, Nathan ingin menjaga Lisa, Nathan ingin selalu ada di sampingnya Lisa, Nathan mohon om izinkan Nathan disini”ucap Nathan dengan memohon.
“Nath untuk hari ini kamu lebih baik pulang dulu. Biar om dan keluarga dahulu menunggu Lisa”ucap pak Farhan agar Nathan mau pulang, dia yang akan memberikan nasehat kepada Ervan.
__ADS_1
“Yaudah Nath kita pulang dulu aja, kita beri waktu dulu sama Ervan untuk berpikir”ucap Bu Sinta mencoba membujuk anaknya tersebut.
“Yaudah om, tante, Ervan dan kayla saya pamit yah”ucap Nathan yang berpikir bahwa dia lebih baik pulang dahulu dari pada menimbulkan konflik yang semakin parah.
Keluarga Nathan pulang dengan Nathan yang sangat bersedih karena dia yang tidak bisa menjaga Lisa dan berada di sampingnya Lisa. Mereka semua masih berada di luar ruangannya Lisa dan kayla masuk untuk pamit lebih dahulu karena dia akan pulang malam ini yang menjaga Lisa adalah pak Farhan dan Bu wulan.
“Maafin aku yah lis. Aku salah sama kamu, gara-gara aku kamu jadi seperti ini lis, mungkin aku pengacau dalam keluarga kalian, andai saja aku tidak pernah hadir di kehidupan kalian pasti kak Ervan akan selalu perhatian sama kamu”ucap kayla yang sedih dan merasa bersalah karena mungkin yang dia rasa semua orang lebih perhatian kepadanya dari pada Lisa, awalnya dia bahagia karena dia yang merasa di sayangi oleh semua orang tetapi nyatanya ada hati yang sakit ketika dia di sayangi.
“Maafin aku yah lis, lis bangun yuk, biar mamah dan papah hak sedih lagi aku tau kamu pasti kuat dan bisa melewati ini”ucap kayla sambil menangis karena dia yang tak sanggup menahan air matanya padahal air matanya sudah ia tahan.
Tak lama dia keluar dari ruangannya Lisa karena dia yang harus pulang sudah beberapa hari dia menjaga Lisa dan sekarang giliran orang tuanya yang menjaga Lisa.
“Mah, pah, kak, kayla pamit yah mau pulang dulu”ucap kayla sambil berpamitan.
“Kamu mau pulang? Tunggu bentar lagi kakak juga pulang, kakak mau bicara dulu sama mamah dan papah”ucap Ervan.
“Iya sayang, tunggu dulu yah, pulang sama kak Ervan jangan pulang sendirian”ucap Bu wulan yang juga dia khawatir.
“Enggak kok mah. Ada kak Reynad jemput”ucap kayla padahal dia berbohong karena dia tidak memberitahu Reynad untuk menjemput.
“Reynad nya mana kay? Biasanya dia jemput kamu kesini?”tanya pak Farhan karena dia yang tidak melihat adanya Reynad.
__ADS_1
“Kak Reynad di depan pah, bentar lagi juga sampai”ucap kayla yang bagaimana mungkin Reynad ada lagian dia juga hanya berbohong karena dia enggan pulang bersama dengan Ervan takutnya dia merepotkan Ervan, dia baru Dan benar dengan ucapannya Nathan bahwa selama ini Ervan lebih perhatian kepadanya dari pada Lisa dan kayla tak ingin menggantikan posisi Lisa dengan dia, mulai sekarang dia harus bisa mandiri tanpa merepotkan orang lain lagi.