
Semua orang mendengar ucapan dari Kevin bahwa kayla memang datang bersama Ervan dan edwar.
“Yah walaupun kayla datang sama lo tapi harusnya lo sebagai kakak jaga adik lo jangan sampai jadi pelakor”ucap Rose yang masih saja mengejek kayla.
“Udah yah kak Rose Diem, bukannya kak Rose yang rebut ka Kevin dari kayla dan harusnya kak Rose yang sadar”ucap Stefanie yang sudah mulai kesal akan ucapannya Rose yang keterlaluan kepada kayla.
“Udah berhenti, Sorry van gue salah gak seharusnya gue kejar kayla tapi lo gak tau bagaimana hati gue buat kayla, gue cinta sama kayla jadi gue akan berusaha untuk dapatkan kayla, dan untuk lo Rose sampai kapanpun gue gak mau tunangan sama lo”ucap Kevin memperjelas keadaan.
“Terserah lo Vin, ayo kayla”ucap Ervan sambil menarik adiknya yang kesakitan karena di tampar Rose.
“Van lo bawa kayla kemana?”tanya Kevin saat melihat kayla yang di tarik oleh Ervan sedangkan Ervan tidak menghiraukan ucapan Kevin sama sekali dan tetap membawa kayla pulang.
“Udah kak Kevin jangan kejar mereka, biar kak Ervan yang urus kayla, kak Kevin jangan ikut campur urusan mereka, gue mohon biarkan kayla bahagia walaupun tanpa kak Kevin di samping kayla”ucap Stefanie dengan memohon kepada sang sepupu.
“Iya Vin, lo jangan urusin kayla, lo lebih baik urusin gue yang tunangan lo”ucap Rose yang mencari perhatian kepada Kevin.
“Terserah kalian”ucap Kevin yang pergi saja tanpa menghiraukan ucapan dari orang lain.
Sedangkan kayla yang sudah dalam mobil bersama dengan Ervan dan Ervan segera menjalankan mobilnya takutnya di kejar oleh Kevin.
“Kay gak kenapa-kenapa kan?”tanya Ervan sambil melihat sang adik yang wajahnya lebam akibat tamparan dari Rose.
“Gak apa-apa kok kak, kayla baik-baik aja”ucap kayla sambil menahan rasa sakitnya.
“Yaudah kita ke rumah sakit, kamu harus berobat”ucap Ervan sambil menjalankan mobilnya lebih kencang karena merasa kasihan kepada kayla yang kesakitan.
__ADS_1
“Gak udah kak kayla baik-baik aja, kayla mau ke rumah aja butuh istirahat”ucap kayla tak ingin ke rumah sakit karena takut ibu nya khawatir.
“Pokoknya ke rumah sakit, kamu luka harus di obatin”ucap Ervan dengan marah dan kesalnya, bukan marah kepada kayla hanya saja tadi dia yang marah karena kayla di perlakukan seperti itu oleh orang lain.
Ervan terus menjalankan mobilnya dan tak lama sampai di rumah sakit tempat ibunya bekerja dan juga tempat praktek nya Nathan, untung saja Nathan berada di sana sehingga Ervan segera menghampiri adik iparnya tersebut.
“Eh, van lo ngapain kesini?”tanya Nathan yang bingung karena dia yang heran melihat kakak ipar sekaligus sahabatnya datang ke rumah sakit.
“Itu obatin kayla”ucap Ervan sambil menunjuk kayla yang sedikit murung.
“Kay lo kenapa?”Tanya Nathan menghampiri kayla.
“Kayla baik-baik aja kak, gak ada yang harus di periksa”ucap kayla yang memang di sangat baik-baik saja hanya saja sang kakak yang sangat cemas kepadanya.
“Tuh lihat muka dia lebam, gara-gara di tampar oleh Rose”ucap Ervan yang masih saja kesal dan marah.
“Tuh kan lo juga marah nath, jadi wajar kan kalau gue juga marah, gue juga gak habis pikir kenapa sih Kevin ngejar kayla terus, dia gak tau apa kalau tunangannya itu menyeramkan”ucap Ervan yang ikut marah juga.
“Iya awas aja, gue gak akan Biarin kalau ketemu dia”ucap Nathan sambil mengepalkan tangannya.
Sedangkan kayla tidak mendengarkan apa ucapan dari kakak-kakaknya dan dia fokus melihat ke arah depan, tetapi saat dia melihat ke arah depan dia melihat orang yang sangat dia kenal dan orang yang sangat dia rindukan tetapi dia tidak percaya bahwa itu dia, akhirnya kayla berjalan untuk mengikuti orang tersebut.
“Kak”ucap kayla yang melihat orang tersebut berjalan.
Reynad yang mendengar namanya di panggil dia melihat ke arah sana tetapi betapa paniknya orang yang dia lihat adalah orang yang tidak ingin dia temuin di rumah sakit, yah orang tersebut adalah Reynad yang sedang di rumah sakit dan memakainya pakaian pasieun.
__ADS_1
“Gawat”ucap Reynad yang namanya di panggil bukannya dia menemui orang tersebut malah dia yang menghindar dan berjalan lebih jauh lagi.
“Kak”panggil kayla lagi tetapi Reynad tidak melihat ke arahnya.
“Reynad berjalan dengan cepat, dia berniat ingin jalan-jalan ke taman karena dia tau memang kayla jarang datang ke rumah sakit tetapi mengapa sekarang kayla datang ke rumah sakit, Reynad juga sangat khawatir akan keadaan kayla hanya saja dia yang bingung harus bagaimana apakah dia harus menemui kayla dan bicara jujur apa dia yang harus berbohong demi kesehatan mental dan kebahagiaan kayla.
“Kak reynad tunggu kayla kak”ucap kayla yang mengejar Reynad tetapi sampai ujung koridor pun dia tidak melihat Reynad.
“Apakah aku cuman halu aja gitu karena terlalu kangen sama kak Reynad”ucap kayla yang berpikiran bahwa dia hanya melihat Reynad halusinasi nya saja karena dia yang sangat merindukan Reynad. “Lagian gak mungkin juga kak Rey disini, kan kak Rey lagi sehat”ucap kayla yang bengong.
“Kayla, kakak kejar-kejar kamu mau kemana sih”ucap Ervan yang kelelahan karena mengejar kayla.
“Iya lo lihat apa sih. Kesambet”ucap Nathan yang juga ikut mengejar.
“Enggak kak, kayla cuman tadi ngerasa lihat kak Reynad aja”ucap kayla menjelaskan.
“Kamu halu kali kay, mana Reynad”ucap Ervan sambil melihat kesekeliling nya tetapi tidak menemukan adanya Reynad.
“Ia disini gak ada Reynad dari pagi kan kakak jaga sampai sekarang tetapi gak ngelihat Reynad tuh”ucap Nathan sambil mencari keberadaan Reynad apakah ada Reynad atau tidak.
“Kamu alasan aja gak mau di obatin”ucap Ervan yang tau hanya akal-amalan adiknya saja agar dia tidak di obatin di rumah sakit.
“Bukan begitu kak, kayla serius tapi pas kayla samperin kak Reynad nya udah gak ada”ucap kayla bahwa dia sangat jelas dan mana mungkin dia salah dengan wajah kekasihnya yang sudah bersama dia selama 3 tahun ini.
“Yaudah ayo di obatin dulu”ucap Ervan menarik tangan kayla.
__ADS_1
“Iya ayo di obatin”ucap Nathan yang mengikuti kayla dari belakang.
Sedangkan Reynad yang berada di balik tembok merasa lega karena dia yang tidak ketahuan oleh kayla.