Jakarta love Story

Jakarta love Story
Rizky jomblo


__ADS_3

Kevin marah dan kesal karena orang tuanya yang tidak mendengarkan apa keinginannya.


“Semua gara-gara lo”ucap Kevin tak kala melihat Rose, dia melihat Rose dengan tatapan mematikan dan rasa kesalnya.


“Bagaimana pun Vin, lo gak akan bisa jauh dari gue”ucap Rose tersenyum dan merasa menang atas semua yang terjadi.


“Pokoknya sampai kapanpun mamah misahin Kevin dan kayla serta mendekati Kevin dengan Rose hati Kevin masih tetap milik kayla”ucap Kevin yang berjalan meninggalkan orang tuanya ia merasa kesal atas tingkah orang tuanya yang selalu saja memaksakan kehendaknya dan tidak pernah bertanya apa maunya dia. Pada dasarnya menjadi kaya itu tidak bebas melakukan apapun.


“Maafin Kevin yah Rose, tante harap kamu bisa membuat Kevin kembali mencintai kamu lagi”ucap Bu liliana dengan penuh harap.


“Iya om minta kamu selalu sabar atas tingkahnya Kevin yang seperti anak kecil dan sangat senang memberontak”ucap pak David sambil menghela nafasnya karena ia yang merasa bingung karena sang anak yang tidak dapat di urus.


“Iya tante om, tenang aja, Rose yakin Kevin akan kembali mencintai Rose lagi”ucap Rose sambil tersenyum bahagia karena kesempatan ini adalah hal yang berharga yang gak akan pernah dia sia-siakan.


“Yaudah kamu ke kamar sana istirahat”ucap Bu liliana yang memang mereka tinggal satu rumah.


“Yaudah tante, Rose ke kamar dulu”ucap Rose sambil berpamitan kepada kedua orang tuanya Kevin.


**


Sedangkan kayla dan yang lainnya sudah beres ngobrol. Yang walaupun Reynad lebih banyak diam karena dia yang tidak tau harus berbicara apa karena dia yang memang tidak terlihat akrab dengan yang lainnya.


Kayla yang mengetahui itu semua dia tau bahwa Reynad yang memang kurang nyaman apalagi yang mereka selalu membicarakan Kevin bagaimana pun Reynad pasti akan cemburu.


“Kita pulang yuk, takut nanti di cariin sama kak Ervan”ucap kayla yang memang tau bahwa kakak angkatnya memang selalu saja posesif.

__ADS_1


“Santai aja kay. Tadi kan Ervan tau lo berangkat sama kita”ucap edwar yang ia yakin Ervan tidak akan apa-apa.


“Tapi udah malem kak, takut mamah juga nyariin”ucap stefanie tak kala melihat ke jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan malam.


“Iya kak, lagian gue juga bosan jadi nyamuk kalian”ucap Rizky yang cemberut karena dia yang selalu menjadi nyamuk sahabatnya.


“Makannya lo cari pacar”ucap edwar yang mengejek Rizky.


“Bukannya gak ada yang mau yah kak, hanya saja belum menemukan type ideal gue”ucap Rizky.


“Type ideal lo sih kak Silvi yah mana ada, ada satu aja udah meresahkan apalagi ada duanya”ucap stefanie yang mengejek Rizky.


“Kalian berdua sama aja, nyebelin”ucap Rizky yang cemberut dan kesal kepada sahabatnya yang selalu saja mengejeknya.


“Kalau menurut aku sih Ky, kalau kamu suka sama kak Silvi kejar aja dan aku yakin kok kamu pasti mendapatkan dia”ucap kayla memberikan semangat kepada sahabatnya.


“Oke ayo”ucap mereka semua, dan mereka pun beranjak dari duduknya dan berjalan. Edwar yang selalu senantiasa menggandeng tangannya stefanie. Begitu pun dengan Reynad walaupun ia tidak bisa menggandeng kayla tapi untuk jalan bersama kayla pun adalah hal yang sudah dia syukuri, kayla adalah hal terindah yang Tuhan berikan untuk menjadi penyemangatnya.


Mereka berjalan menuju ke arah mobilnya dan melihat motor nathan yang masih berada di sana.


“Lisa gimana? Kita tinggalin aja?”tanya stefanie sambil melihat ke arah temannya.


“Biarin aja sayang. Aku yakin kok nathan akan mengantarkan lisa pulang”ucap edwar.


“Iya lebih baik kita pulang, jangan ganggu nathan sama lisa, Biarin mereka mempererat hubungannya”ucap Reynad yang tumben berbicara.

__ADS_1


“Yaudah deh, ayo pulang aja”ucap Rizky sambil memasuki mobilnya dan sedihnya hanya dia yang pulang sendirian yang lainnya pulang berpasangan bertapa sedihnya menjadi jomblo, padahal Rizky yang cenderung lumayan tetapi nasib percintaannya begitu mengkhawatirkan.


Mereka pulang dengan menaiki mobil mading-masing. Mobil melaju meninggalkan mall dan meninggalkan lisa yang masih bersama dengan nathan.


Sedangkan Nathan dan Lisa yang baru saja selesai menonton mereka pun keluar dari dalam bioskop dan Lisa sangat bahagia karena pada akhirnya Nathan membuka hatinya.


Lisa yang tersenyum sambil berjalan di sampingnya Nathan sedangkan Nathan asik membuka handphonenya sambil berjalan.


“Abis ini kemana kak?”tanya lusa yang penasaran Nathan akan membawanya kemana lagi hari ini akankah Nathan membawanya ketempat yang spesial dan penuh dengan bunga serta lampu yang selalu ia lihat di drama-drama.


“Abis ini kita pulang. Nanti orang tua kamu khawatir”ucap Nathan dengan simpel karena ia yang memang masih ada pekerjaan yang harus ia kerjakan di rumah, dia pun menemani Lisa hanya merasa tidak enak kepada Ervan, Nathan memang sudah mulai ada hati untuk Lisa dan merasa jealeus saat Lisa berdekatan dengan orang lain tetapi cinta yang ia rasakan sangat beda antara Lisa dan kayla.


“Yaudah”ucap Lisa cemberut dan mereka yang masih belum mempunyai status apapun, apakah Nathan memang mencintainya dan ini adalah kencan pertama mereka.


Saat mereka berjalan Lisa senantiasa melihat ke arah wajahnya Nathan untuk melihat pancaran matanya Nathan apakah Nathan memang tulus jalan bersama dengannya atau tidak.


Mereka berjalan sampai dengan di parkiran dan memang mobil yang lain sudah tidak terlihat mungkin mereka sudah pulang terlebih dahulu.


Lisa yang bingung karena tadi dia yang datang menaiki mobil dan sekarang dia harus pulang menaiki motor sedangkan dia tidak memakai jaket dan akan dingin apalagi dia yang memakai rok.


“Kenapa bengong? Ayo naik?”tanya Nathan yang melihat Lisa tidak naik ke motornya tak kala dia yang sudah menaiki motor.


“Tapi Lisa pake rok kak”ucap Lisa yang takut pahanya akan terlihat, andai saja dia tau kalau dia akan pulang menaiki motor pasti dia akan membeli celana di mall tadi.


Nathan melihat ke arahnya Lisa yang benar saja, dia turun dari motornya dan membuka jaketnya serta memberikan kepada Lisa dan untung saja Nathan memakai jaket kalau tidak pasti lisa akan kedinginan.

__ADS_1


Setelah lisa mengenakan jaketnya nathan lisa naik ke motornya nathan dia tersenyum bahagia apalagi saat motornya melaju sehingga dengan begini dia bisa memeluk nathan dari belakang yang merupakan hal yang sangat dia inginkan dari dulu, pokoknya dia harus berterima kasih kepada Ervan dimana kakaknya selalu mengetahui apa yang ia inginkan.


__ADS_2