
Lisa yang sangat bahagia karena di perhatikan oleh Nathan dan mereka pun sedang duduk di pinggir lapangan.
“Awas aja kalau lo berani ribut lagi gak malu apa?”ucap Nathan sambil melihat ke arah lapangan, sebenarnya dia merasa khawatir saat Lisa ribut dengan orang lain tapi terkadang dia merasa malu untuk mengakuinya.
“Ini kan namanya membela keadilan kak”ucap Lisa. Yah semua orang juga tahu bahwa lisa tidak pernah berantem dengan orang lain kalau bukan untuk keadilan apalagi ayahnya yang merupakan pemilik yayasan dan dia enggan untuk membuat sang ayah malu akan kelakuannya.
Tak lama terdengar suara bel tanda pulang telah berbunyi sehingga para siswa bergegas pulang menuju ke rumahnya mading-masing.
“Hmm”ucap stefanie saat melihat Nathan dan lisa berduaan.
“Ciee lis sering-sering aja lo berantem sama orang lain kan ada hikmahnya lo berantem bisa berduaan sama kak Nathan”ucap Rizky
Dan seketika kedua orang yang tengah duduk di pinggir lapangan itu melihat ke belakang dimana arah suara datang.
“Bener lo Ky gue lain kali bakal sering ngajak ribut orang-orang biar di hukum”ucap lisa sambil tersenyum memikirkan ide konyol nya untuk membuat agar Nathan perhatian sama dia.
“Jangan harap bisa berantem lagi sama orang atau gue gak bakalan mau lihat lo lagi”ucap Nathan sambil melihat ke arah lisa.
“Bercanda kak”ucap lisa.
“Iya lis jangan ribut lagi yah apalagi gara-gara aku, aku gak apa-apa kok jangan buat kamu terluka hanya karena aku dan aku minta maaf karena aku selalu jadi beban kalian”ucap kayla yang merasa bersalah. Karena dirinya lisa jadi di hukum oleh kepala sekolah.
“Kay lo udah gue anggap adik yah walaupun kita sekelas tapi usia lo lebih muda jadi gue sebagai kakak juga harus bisa jagain lo dari orang-orang biadab kaya dia”ucap lisa sambil menunjuk ke arahnya Silvi.
“Kita gak merasa lo beban kok, lagian kalaupun lisa gak maju gue yang bakalan maju buat selalu bantu lo”ucap stefanie sambil memeluk kayla.
“Dan gue juga berada di garda terdepan buat lo yah walaupun gue gak seberani lisa sih”ucap Rizky sambil ikut memeluk sang sahabat begitupun dengan lisa dan mereka berpelukan.
“Kaya teletubies aja berpelukan”ucap Nathan tak kala melihat mereka berpelukan dengan erat.
“Woy jangan peluk pacar gue”ucap Kevin tak kala melihat ke arahnya kayla yang sedang berpelukan dengan sahabatnya.
“Apaan lo Vin mereka kan perempuan semua masa lo cemburu”ucap edwar sambil geleng-geleng kepala bagaimana tidak sahabatnya cemburu disaat bukan waktu yang tepat.
“Lo gak lihat itu ada laki-lakinya”ucap Kevin sambil menunjuk Rizky.
__ADS_1
“Santai aja lo Vin lagian mereka sahabatan gak mungkin juga Rizky suka sama kayla”ucap Ervan.
“Udah-udah jangan pelukan terus”ucap Kevin tak kala memisahkan mereka semua.
“Apaan sih kak gak jelas banget”ucap stefanie saat pelukannya di pisahkan oleh sang sepupu.
“Nanti pacar gue lecet”ucap Kevin sambil menarik kayla.
“Dasar kang bucin”ucap edwar.
“Udahlah bantuin gue beresin lapangan kalian gak kasihan apa hah panas-panas gini gue harus beres-beres lapangan”ucap Lisa tak Kala melihat semua orang.
“Yaudah aku bantuin”ucap kayla tak kala mengambil sapu untuk menyapu lapangan.
“Kamu jangan nyapu lapangan nanti kepanasan kalau sakit gimana”ucap Kevin tak kala mengusap rambutnya kayla.
“Kayla gak selemah yang kakak pikirkan”ucap kayla sambil melihat ke arahnya Kevin.
“Ayo lah Cepetan bantuin jangan malah ngobrol aja”ucap Lisa menghela napas.
“Yaudah lebih baik kita bantu Lisa biar cepat beres”ucap edwar
“Oke siap”ucap Nathan dengan singkatnya dan membawa sapu lidi untuk menyapu lapangan.
“Kamu duduk aja biar kakak bantuin lisa lagian kamu lelah bentar lagi kan kerja”ucap Kevin dan kayla pun menuruti apa ucapan Kevin. Dan semua orang bergegas membersihkan lapangan agar cepat selesai.
Sedangkan di sebrang sana Silvi dan sahabatnya tenga melihat ke arah lisa bagaimana tidak mereka merasa kesal karena lisa di bantu laki-laki paling populer di sekolah.
“Sial”ucap Silvi dengan kesalnya.
“Lo gak apa-apa kan?”tanya Sarah yang menghampiri Silvi.
“Sorry yah gara-gara gue lo di hukum lagian sih lo gak bisa prediksi kedepannya gimana”ucap Rose
“Kalau gue pikir kalian salah lebih baik kalau mau ngerjain kayla itu lebih baik di luar sekolah jangan di sekolah kan ribet sendiri baru tau rasa kan di hukum”ucap Sarah memberikan sarannya.
__ADS_1
“Bener lagian kalian kan kayla gak ulang tahun kenapa di siram”ucap Nabila dengan geleng-geleng kepala bingung.
“Lagian lo sih sial amat gue punya sahabat kaya lo, lo malah bongkar kelakuan kita bukannya tutup mulut ember banget”ucap Silvi yang merasa kesal akan tingkahnya Sarah.
“Yah maaf namanya juga gak bisa bohong”ucap Nabila dengan polosnya.
“Gue ada ide buat kerjain kayla, kita datang ke cafe nya aja dan buat dia di pecat dari kerjanya”ucap Rose yang baru saja terpikir ide yang sangat brilian.
“Tuh kalau gitu gue setuju kalian juga kan gak bakalan di hukum gini”ucap Sarah sambil tersenyum.
“Oke lo pinter juga habis ini kita kerjain dia di cafe”ucap Silvi sambil tersenyum sinisnya.
“Awas aja kayla gue bakal selalu berusaha buat jauhin lo sama Kevin”batin Rose dalam hati.
“Yaudah bantuin gue biar cepet beres”ucap Silvi yang kembali menyapu.
“Duh panas baget”ucap Nabila
“Iya panas sil gue gak kuat”ucap Rose tak kala melihat ke atas.
“Pokoknya gue gak mau tau kalian bantuin karena kalian semua juga salah kenapa hanya gue yang di hukum”ucap Silvi marah.
“Yaudah-Yaudah kita bantuin”ucap Sarah sambil membantu membersihkan lapangan.
Dan pada akhirnya mereka pun membersihkan lapangan di tengah terik matahari yang mau tidak mau harus di kerjakan karena kesalahan mereka semua.
Kayla yang merasa bosan duduk sendirian pada akhirnya ia memutuskan untuk ke kantin untuk membelikan minuman buat teman-temannya dan setelah membeli minuman dari kantin kayla bertemu dengan Reynad yang hendak pulang sekolah.
“Belum pulang, terus minuman banyak itu buat apa?”tanya Reynad yang berjalan sejajar dengan kayla yang membawa banyak minuman.
“Belum kak lagi bantuin lisa tadi di hukum dan ini kayla bawa minuman buat teman-teman yang lain”ucap kayla
“Yaudah kakak bantu bawain”ucap Reynad sambil membawa kresek yang berisi minuman dari tangan kayla.
“Gak usah kak kayla bisa sendiri”tolak kayla yang takut nanti saat Kevin melihat terjadi perkelahian.
__ADS_1
“Gak ada kata tolak”ucap Reynad sambil berjalan lebih dulu.