Jakarta love Story

Jakarta love Story
Ujian


__ADS_3

Kayla hari ini sudah sampai di sekolah dan sudah di tunggu oleh stefanie, karena ia ingin masuk ke dalam kelasnya bersama teman-temannya.


“Udah nunggu lama?”tanya kayla dimana dia yang menghampiri stefanie yang berdiri sendirian.


“Belum kok, baru aja sampai, gak di anterin kak Reynad?”Tanya stefanie sambil melihat ke arah mobil.


“Enggak Fanie, papah mau nganterin kita sendiri jadi gak perlu di Anter kak Reynad”ucap kayla yang dimana sebenarnya dia dag-dig-dug bukan hanya ujian saja tetapi Reynad yang meminta jawaban akan cinta dia.


“Ayo masuk”ucap pak Farhan mengajak anaknya masuk karena dia yang sudah selesai untuk memarkir mobilnya.


“Iya pah”ucap Lisa. Merekapun berjalan mengikuti pak Farhan dari belakang.


“Eh kalian belajar nggak sih”Tanya Rizki di mana dia merasa deg degan karena dia yang memang tidak belajar.


“Belajar dong Ky”ucap stefanie sambil melihat ke arahnya Rizky. Karena memang dia yang berusaha belajar agar dapat nilai bagus dan membahagiakan orang tuanya dan bisa masuk ke kampus impian.


“Kenapa lo gak belajar Ky?”tanya kayla sambil melihat ke arahnya Rizky.


“Gue mau belajar sama lo, eh pas datang ke rumah lo malah lagi tidur”ucap Rizky yang dimana dia masih kesal karena kayla yang tertidur.


“Maaf Ky, soalnya aku ngantuk banget”ucap kayla tersenyum malu.


“Udah jangan pada ngobrol terus ayo jalannya nanti telat”ucap pak Farhan dimana dia yang mendengar anak-anak malah ngobrol seakan lupa bahwa hari ini ujian nasional bukan ujian biasa seperti ujian kenaikan kelas.


“Iya pah”ucap Lisa dan kayla begitupun yang lainnya.


Mereka berjalan menuju ke arah kelasnya serta pak Farhan yang berjalan menuju ke ke ruangan guru. Sebelum ujian di mulai terlebih dahulu ada pembukaan dari kepala sekolah dan ketua yayasan.


Tak lama ujian di mulai dan sekolah pun sudah tampak sepi dan hening, karena memang sekolah sudah memberikan pemberitahuan bahwa hari ini ujian. Ujian terlihat menegangkan bagaimana tidak hari ini adalah keputusan atas tiga tahun sekolah selama SMA dan yang menentukan kelulusan juga.


Kayla dengan semangat dan teliti mengisi lembar tiap lembar kertas ujian, dia tidak ingin mengecewakan pak orang tua angkatnya yang sudah memberikan beasiswa kepadanya.


Sedangkan Lisa masih terlihat ragu-ragu dengan jawabannya karena ia yang belajar tetapi hanya setengah-setengah begitu pun dengan Rizky yang dimana dia tampak tidak berpikir ketika dia yang mengisi soal ujian karena bagaimana tidak dia yang sama sekali tidak belajar dah malah bermain game.

__ADS_1


Stefanie ujian kali ini dia terlihat berbeda karena dia memang belajar bersungguh-sungguh karena ia yang ingin masuk ke kampus dimana edwar dan yang lainnya kuliah, apalagi sahabatnya yang juga akan mendaftar kesana juga.


Tak terasa setelah beberapa jam akhirnya ujian pun selesai mereka masih tidak dapat tersenyum karena masih ada beberapa hari lagi untuk ujian.


Mereka sudah berkumpul di kantin karena tadi mereka tidak makan pas istirahat karena dag-dig-dug dan ujung-ujungnya mereka kelaparan.


“Ah lapar”ucap Lisa tak kala mereka yang sudah duduk di kursi kantin.


“Iya gue laper banget, untung aja kantin buka”ucap Rizky sambil mengusap-ngusap perutnya yang sudah lapar.


“Kalian yang di pikirkan makan aja”ucap stefanie sambil membuka bukunya.


“Lo belajar aja terus, makan dulu kek”ucap Rizky sambil melihat ke arahnya stefanie yang masih membaca buku.


“Udah jangan ganggu Fanie, Fanie lagi belajar”ucap kayla dimana dia juga terkadang membuka bukunya untuk melihat apakah dia benar mengerjakan soal atau tidak.


“Ayo pesen, kalian mau apa?”tanya Lisa sambil melihat menu yang ada di meja.


“Aku mau makan”ucap kayla yang belum selesai berbicara.


“Kak Reynad ngapain? Gak kuliah?”tanya kayla yang tiba-tiba ada Reynad.


“Ada nanti sore, kebetulan dosennya lagi ada halangan jadi di pindah ke sore”ucap Reynad yang duduk di kursi dekat kayla.


“Ah datang kang bucin”ucap Rizky sambil melihat ke arahnya Reynad.


“Biarin, dari pada kang jomblo”ucap Reynad sambil melihat ke arah Rizky yang mengejek-ngejek.


“Udahlah kalian tiap ketemu berantem terus, gue mau pesen dulu”ucap Lisa sambil beranjak dari kursinya.


“Gue pesen bakso sama es jeruk”ucap Rizky yang berteriak.


“Gue juga yah lis”ucap stefanie sambil melihat ke arah Lisa yang pergi.

__ADS_1


“Iya siap”ucap Lisa sambil berjalan.


“Makan sayang”ucap Reynad sambil melihat ke arahnya kayla.


“Sayang?”ucap Rizky yang kaget mendengar ucapannya Reynad.


“Kalian jadian?”tanya stefanie yang membaca buku dia juga kaget mendengar ucapan Reynad.


“Sebentar lagi gue jadian”ucap reyand sambil melihat ke arahnya kayla dengan wajah yang memerah.


“Kaya yang bakal di terima aja, lo gak tau standar kayla tinggi”ucap Rizky sambil melihat ke arahnya reyand dari atas kebawah.


“Emang apa yang aneh dari gue, gue ganteng iya, kaya juga iya, baik juga iya”ucap Reynad yang tampak kesal akibat ulahnya Rizky.


“Udah jangan berantem, malu tau”ucap kayla yang memakan makanannya karena ia yang takut kalau tidak makan Reynad akan memanggilnya sayang lagi.


“Ada apa kok ribut?”tanya Lisa yang baru saja datang sambil membawa makanannya.


“Ini Reynad manggil kayla sayang”ucap Rizky menjelaskan.


“Terus apa yang diributkan”ucap Lisa yang penuh dengan keheranan.


“Yang aneh lah lis. Mereka kan gak pacaran tapi bilang sayang”ucap stefanie yang dimana dia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


“Kalau kak Reynad panggil Rizky sayang baru kalian harus ribut”ucap Lisa sambil memakan bakso nya karena dia yang sudah lapar. Lisa yang cukup mendukung kayla bersama Reynad dari pada kayla yang harus sedih karena memikirkan Kevin terus.


“Amit amit”ucap Rizky sambil memukul-mukul kepalanya.


“Gue juga ogah”ucap Reynad sambil melihat ke arahnya Rizky.


“Udah kak, jangan bicara terus, cepet pulang gih nanti telat kuliah”ucap kayla dimana dia merasa tidak nyaman karena adanya Reynad, dia yang takut kalau Reynad meninta jawaban atas pertanyaannya.


“Santai aja sayang, masih lama”ucap reyand sambil melihat jam tangannya.

__ADS_1


“Yaudah jangan sampai telat”ucap kayla sambil memakan makanannya.


Reynad senantiasa memandang kayla yang tengah makan dengan lahapnya karena kayla yang memang lapar sehingga ia tidak perduli dengan apa yang terjadi dari pada dia terus mikirin Reynad lebih baik dia makan lebih cepat agar cepat pulang.


__ADS_2