
“Diam Fanie”ucap Kevin membentak stefanie karena mengungkit masalah dimana saat dirinya berciuman dengan Rose.
“Vin lo tega bentak-bentak sepupu lo, lo gak pernah ngajuin kalau lo itu salah”ucap edwar yang sudah muak melihat semua ini dan ia mendekat ke arah stefanie untuk menenangkan.
“Udah stop kalian Diem jangan berantem terus hanya gara-gara aku, kak Reynad Maafin kayla gara-gara kayla kakak jadi begini”ucap kayla yang merasa bersalah akan kejadian ini.
“Gak apa-apa kay”ucap Reynad sambil mengusap lukanya.
“Baru sadar lo itu pembawa masalah untuk semua orang”ucap Silvi
“Udah Silvi Diem jangan bicara yang gak penting”ucap nasya yang merasa kesal karena Silvi sedari tadi bicara yang tidak penting.
Kayla yang sudah merasakan bingung harus berbuat apalagi apa ini semua karena ia yang selalu membuat masalah untuk orang lain karena ia tak ingin terus-terusan mereka bertengkar akhirnya kayla pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu dan yang lainnya tidak sadar kayla menghilang karena sibuk berdebat.
Kayla pun menyetop taksi ia bingung harus pergi kemana lagi, ia ingin menenangkan diri sampai ia mempunyai satu tujuan tempat yang ia sering datangi ialah makam orang tuanya.
“Pokoknya kalian bubar”ucap Ervan berteriak agar semua orang bubar.
“Masih seru”ucap Sarah dengan menghela napasnya.
“Pertarungannya masih belum seru eh malah udahan”ucap Nabila.
“Kalian bisa Diem gak sih dan untuk lo vin, lo harusnya sadar diri atas perbuatan lo sendiri ini malah marah sama Reynad gara-gara kayla balikin jaket tapi lo gak pernah Sadar kalau lo itu salah juga”ucap Nathan mencoba menasehati Kevin
“Gue minta maaf, gue hanya emosi aja”ucap Kevin
“Yaudah intinya kalian bubar dulu, Silvi kalian pulang”ucap Ervan mengusir yang lainnya, sampai akhirnya mau tak mau Silvi dan teman-temannya pun pergi.
“Rey lo gak apa-apa? Perlu ke dokter kah?”tanya Ervan menghampiri Reynad
“Gak usah van gue baik-baik aja”ucap Reynad yang merasa ia tidak apa-apa sehingga ia tidak perlu kerumah sakit.
“Kak kayla kemana?”tanya Lisa yang tidak melihat adanya kayla di tempat tersebut.
“Bukannya tadi di samping lo”tanya Kevin dan melihat kesekeliling tapi tak melihat adanya kayla.
__ADS_1
“Kayanya kayla tadi pergi pas kalian berantem deh”ucap nasya
“Kayla kemana lagi bikin khawatir”ucap Ervan dengan cemas nya.
“Gue takut terjadi apa-apa sama kayla, apa lebih baik kita cari aja kayla”ucap Reynad yang khawatir juga sampai ia tidak menghiraukan rasa sakitnya.
“Rey lebih baik lo pulang dulu, obatin lukanya nanti infeksi”ucap Ervan
“Biar gue yang obatin luka Reynad gue bawa Reynad ke klinik terdekat kalian cari kayla aja atau mungkin kayla pulang kerumah”ucap edwar yang sebenarnya hari ini ia akan menanyakan jawaban stefanie tapi keadaan yang tidak memungkinkan.
“Gak udah ed kita cari kayla aja, gue kuat kok”ucap Reynad yang enggan untuk pergi ke dokter sebelum kayla di temukan.
“Rey lo ke dokter aja biar Kita yang cari kayla”ucap nathan berusaha untuk membujuk Reynad agar mau berobat.
“Yaudah kalau begitu gue ke klinik dulu kalau ada informasi tentang kayla hubungin gue”ucap Reynad.
“Yaudah ayo rey”ucap Edwar sambil memapah Reynad menuju ke mobilnya.
Reynad dan edwar pun menjalankan mobilnya meninggalkan mereka yang masih di parkiran.
“Lis kayla pulang duluan yah, kayla lelah pengen istirahat”pesan dari kayla
“Oke”balas Lisa
“Gak usah cari kayla, kayla pulang duluan katanya”ucap Lisa yang habis membuka pesan dari kayla.
“Tapi yakin kayla pulang?”tanya Kevin
“Sayang ayo pulang dari tadi aku nunggu kamu”ucap Rose sambil memegang tangannya Kevin.
“Lepasin apaan sih lo”ucap Kevin yang mulai kesal terhadap Rose.
“Urusin aja urusan lo Vin jangan tanya kayla”ucap Ervan yang marah akan Kevin yang selalu plin plan dan tak bisa memberikan keputusan.
“Ayo kak lebih baik kita pulang”ucap Lisa sambil menarik tangan Nathan, hari ini ia ingin pulang bersama dengan Nathan. Nathan mau tidak mau terpaksa pulang bersama dengan Lisa karena gak mau menambah masalah lagi. dan akhirnya mereka pun menjalankan motornya dan pergi pulang.
__ADS_1
“Fanie lo mau gue Anter sekalian nganterin nasya”ajak Ervan yang melihat stefanie hanya sendirian.
“Gak usah kak, Fanie naik taksi aja”ucap stefanie yang enggan untuk di Anter oleh Ervan.
“Ayo Fanie biar kita anterin”ucap Nasya sambil menarik tangan stefanie dan memasukan stefanie ke pintu belakang mobilnya, setelah masuk semuanya Ervan menjalankan mobilnya meninggalkan Kevin dan Rose.
“Gara-gara lo, kayla pergi kan”ucap Kevin marah terhadap Rose.
“Vin lo itu tunangan gue jadi lo harus bareng gue terus”ucap Rose,
Kevin yang enggan untuk mendengarkan ucapan Rose lebih memilih untuk menaiki motornya dan berjalan meninggalkan Rose sendirian, ia tak mau pulang bersama Rose.
“Vin tunggu”teriak Rose tak kala melihat ke arah Kevin yang pergi meninggalkannya.
**
Sedangkan di dalam mobil stefanie seakan menjadi nyamuk ketika di depannya nasya dan Ervan yang berbicara dengan mesra.
“Sayang kalau lulus mau kuliah dimana?”tanya nasya.
”kayanya di universitas yang di Jakarta aja biar sekalian jagain kayla dan Lisa”ucap Ervan sambil terus menyetir.
“Aku ikut juga, dimana kamu kuliah aku pun kuliah disana”ucap nasya, yang memang apa yang Ervan putuskan nasya selalu ikut saja, karena nasya yang memang bucin terhadap Ervan.
“Kamu gak bosen ngikutin aku terus?”tanya Ervan.
“Aku gak bakalan bosen sayang, aku ingin selalu bersama dengan kamu, aku ingin menghabiskan waktunya untuk kamu seorang”ucap nasya sambil memegang tangannya Ervan.
“Makasih sayang udah selalu ada buat aku, I love you”ucap Ervan tersenyum melihat ke arahnya nasya.
“Mereka gak sadar apa gue ada di belakangnya”ucap stefanie melihat kemesraan mereka berdua yang tak menghiraukan bahwa di belakangnya ada dirinya sendirian.
“Eh Fanie maaf yah kamu jadi dengerin kita bicara”ucap nasya yang merasa tidak enak.
“Gak apa-apa kak, lanjutin aja pembicaraan kalian”ucap stefanie yang sebenarnya terganggu atas obrolan mereka sampai stefanie ingin cepat sampai di rumahnya karena sudah tidak sanggup lagi kalau harus mendengar ke romantisam Ervan dan nasya.
__ADS_1
Sampai kurang lebih tiga puluh menit akhirnya stefanie pun sampai ia merasa lega karena tidak perlu mendengar ucapan orang bucin, ia segera keluar dari mobilnya setelah berpamitan dengan Ervan dan nasya.