
Setelah Nathan pulang kayla pun masuk ke dalam rumahnya bersama dengan Bu wulan sedangkan Lisa yang tengah terduduk di kursi ruang tamunya sambil menonton televisi.
“Kay duduk dulu biar mamah bikinin makanan”ucap Bu wulan berjalan menuju ke dapur sedangkan kayla duduk bersama dengan Lisa.
“Pulang sama siapa?”tanya lisa yang saat mendengar suara motor ia sedang berada di kamar mandi jadi ia tidak bisa melihat siapa yang datang.
“Sama kak Nathan”ucap kayla jujur.
“Tapi kak Nathan tadi baru aja anterin aku”ucap Lisa heran padahal ia tadi di Anter oleh Nathan apa jangan-jangan Nathan belum pulang kerumahnya.
“Ia tadi ketemu kak Nathan saat perjalanan pulang”ucap kayla menjelaskan.
“Yaudah syukur, gue khawatir tau”ucap Lisa sebenarnya ia cemburu mendengar Nathan yang bersama dengan kayla hanya saja ia tidak mau egois.
“Iya maaf udah bikin khawatir”ucap kayla merasa tak enak karena membuat semua orang khawatir.
“Yaudah ganti baju dulu sana”ucap Lisa karena melihat kayla yang masih memakai baju seragam.
“Yaudah lis aku ke atas dulu yah”ucap kayla seraya meninggalkan Lisa sendirian dan ia menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Sesampai di kamarnya ia segera masuk ke kamar mandi dan mandi, setelah hampir 20 menit ia selesai mandinya dan memakai pakaiannya.
Drt suara WhatsApp masuk lalu kayla melihat siapa yang memberikan pesan ternyata Kevin.
Pesan Kevin
“Kay gue minta maaf atas kejadian tadi gue yang marah dan memukul Reynad gue yang terlalu cemburu saat melihat lo berduaan bersama Reynad sehingga lepas kendali”.
Saat membaca pesan dari Kevin tersebut ia merasa enggan untuk membalasnya sehingga kayla yang segera turun menuju ke ruang keluarga yang disana sudah ada pak Farhan, bu wulan dan Lisa.
“Kak Ervan belum pulang?”tanya kayla saat tidak melihat Ervan di ruangan tersebut.
“Ervan belum pulang sayang mungkin lagi ada urusan”ucap Bu wulan.
“Duduk sini kay”ucap Lisa sambil menunjuk sofa.
“Gimana sekolah kalian baik-baik aja?”tanya pak Farhan yang walaupun ia pemilik sekolah tetapi ia jarang sekali pergi kesekolah karena banyak bisnis yang harus ia kerjakan.
“Alhamdulilah baik pah”ucap kayla
__ADS_1
“Baik dong pah”ucap Lisa dengan bangganya.
“Tapi gak sebaik nilai kayla kan?”tanya pak Farhan sambil tersenyum melihat sang anak yang begitu bangganya.
“Ia pah tapi yah lumayan dari pada dulu hehe”ucap Lisa tersenyum.
“Nilai Lisa bagus kok pah dan bentar lagi kalau Lisa giat belajar pasti kayla terkalahkan”ucap kayla yang memang Lisa sudah banyak kemajuan.
“Jangan bilang gitu kay kan jadi malu”ucap Lisa dengan malu-malunya.
“Lihat kalian akur papah jadi bahagia papah harap kalian akur selalu”ucap pak Farhan yang walaupun kayla bukan anak kandungnya tetapi ia sudah menganggap kayla anak nya sendiri.
“Iya mamah bahagia punya anak yang baik dan pinter cantik lagi”ucap bu wulan sambil memeluk kedua anaknya.
“Hmm jadi Ervan gak di anggap nih”ucap Ervan yang baru saja pulang dan langsung ikutan berbicara.
“Kamu juga baik, ganteng dan pintar van”ucap bu wulan tak kala melihat anaknya yang baru saja pulang.
“Lagian kamu dari mana van?”tanya pak Farhan heran anaknya pulang malam.
“Tadi Anter dulu Nasya pah dan mampir dulu ke toko buku”ucap Nathan yang memang ia sedang mempersiapkan ujian untuk perguruan tingginya kalau ia tidak lulus di SNMPTN.
“Mungkin beda toko buku sayang”ucap bu wulan
“Tadi kamu ke toko buku kay? Kenapa gak bilang sama kakak”ucap Ervan yang duduk di samping pak Farhan.
“Emmm”ucap kayla bingung menjawab pertanyaan.
“Kay kamu tadi dari mana bilang sama kita?”tanya pak Farhan yang melihat bahwa tadi kayla tidak berada di toko buku.
“Maafin kayla pah, mah, lis udah bohong tadi kayla ke makam ibu”ucap kayla dengan terbata-bata.
“Kenapa kamu gak bilang sayang kan bisa mamah temenin?”tanya bu wulan melihat ke arahnya kayla.
“Kayla cuman gak ingin mamah dan yang lainnya ikutan sedih, karena kayla hanya menjadi masalah aja buat kalian”ucap kayla sambil meneteskan air matanya.
“Jangan bicara begitu kay, lo itu keluarga kita”ucap Lisa sambil mengusap air mata kayla.
__ADS_1
“Kay papah udah bilang kan kalau ada apa-apa bilang sama kita kita kan keluarga”ucap pak Farhan berusaha mengingatkan kayla bahwa kuta semua itu keluarga.
“Maafin kakak kay kakak gak bisa jaga kamu dan melindungi kamu”ucap Ervan yang merasa bersalah.
“Pah, mah, lis kak Ervan kalian adalah keluarga yang baik buat kayla makasih yang selalu ada buat kayla”ucap kayla sambil memeluk keluarganya.
“Udah jangan sedih lagi makan sana, Ervan kamu juga belum makan kan?”tanya bu wulan yang melihat ke arah anak lelakinya.
“Belum mah, Yaudah Ervan makan dulu”ucap Ervan sambil beranjak ke meja makan.
“Kay makan dulu sana”ucap bu wulan
“Mah tadi kayla udah makan mie sama kak Nathan”ucap kayla menjelaskan.
“Pokoknya makan lagi tadi kan baru mie sekarang makan sup mamah udah bikin sup buat kamu”ucap bu wulan.
“Yaudah mah, kayla makan dulu”ucap kayla beranjak dari sofanya dan berjalan menuju ke arah meja makan lalu terduduk bersama dengan Ervan yang tengah makan.
“Kay baik-baik aja kan?”tanya Ervan saat melihat ke arahnya kayla.
“Kayla baik-baik aja kok kak”ucap kayla menyembunyikan kesedihannya.
“Kay, van mamah sama papah tidur duluan yah”ucap Bu wulan yang berjalan menuju ke kamarnya bersama dengan pak Farhan.
“Iya mah”ucap Ervan dan kayla.
“Kalau ada apa-apa bilang kakak yah sekalipun kalau Kevin nyakitin kamu”ucap Ervan yang ia juga merasa kesal kepada Kevin.
“Iya kak pasti kok kayla bilang kalau terjadi apa-apa”ucap kayla sambil memakan supnya.
Mereka pun melanjutkan makannya dan setelah itu mereka selesai makan.
“Yaudah kamu ke kamar duluan”ucap Ervan sambil membereskan bekas makannya.
“Biar kayla aja kak yang bersihin, kakak ke kamar aja istirahat kan baru pulang”ucap kayla yang membantu membersihkan piringnya.
“Yaudah kakak duluan”ucap Ervan tak kala berjalan menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Sedangkan kayla membersihkan meja makan dan mencuci piringnya agar tidak tambah menumpuk dan memperbanyak pekerjaan di pagi hari, ia juga bisa menghilangkan kesedihannya kalau ia banyak bekerja.