Jakarta love Story

Jakarta love Story
Marahnya Kevin


__ADS_3

Tak lama di perjalanan akhirnya sampai di sekolah yah di sana mereka sudah melihat anak geng stranger beda dengan stefanie dan Rizky yang tidak ada di parkiran.


“Selamat pagi kak Nathan”ucap Lisa sambil mendekati Nathan


“Pagi”ucap Nathan dengan wajah datarnya.


“Kak Kevin”ucap kayla tapi tidak di hiraukan oleh Kevin yang berjalan menuju ke dalam sekolah.


Kak tunggu”ucap kayla seraya berjalan untuk menghampiri Kevin.


“Tumben si Kevin cuek gitu”ucap edwar


“Mana gue tau”ucap Ervan


“Lebih baik kita ke kelas”ucap Nathan


“Ayo”mereka pun berjalan menuju kedalam sekolah


“Tunggu kak Nathan”ucap Lisa seraya berjalan menghampiri Nathan.


“Lihat tumben kayla gak jalan sama kevin”ucap Sarah


“Kayanya mereka marahan deh”ucap Silvi


“Iya mereka berantem biasa nya kan sweet”ucap Nabila


“Gue ada ide bagaimana kalau kita kerjain dia”ucap Sarah


“Bagaimana caranya?”tanya Silvi


“Nanti kan kayla lewat sini nih, kita buat dia kesandung saat berjalan”ucap Sarah


“Bagus-bagus”ucap Silvi


“Kasihan ih”ucap Nabila


Tak lama kevin berjalan menuju kelasnya yah kayla masih mengikuti dari belakang karena ingin meminta maaf kepada kevin.


“Hai kevin”ucap Silvi dan masih di hiraukan oleh kevin


Sedangkan kayla yang berjalan terburu-buru.


“Brak”terjatuh akibat tersandung kaki milik Silvi


“Aww sakit”lirih kayla


“Makanya kalau jalan pake mata”ucap Silvi


Kevin yang mendengar suara terjatuh menoleh kebelakang di belakang melihat kayla terjatuh, di satu sisi dia sangat marah pada kayla saat Kevin hendak berjalan kebelakang lalu datang Ervan menghampiri.


“Loe lihat kak, Kevin gak sama sekali melihat loe, nyatanya loe gak guna”ucap Sarah


“Kayla gak apa-apakan”ucap Ervan datang menghampiri kayla yang tengah terjatuh membantu kayla berdiri


“loe ngapain dia?”tanya Nathan


“Cih dasar wanita penggoda semua aja loe goda”ucap Silvi


“Loe bilang apa sama adik gue”ucap Ervan


“Sya, loe gak lihat nih pacar loe perhatian ke adik angkatnya jangan-jangan mereka main di belakang loe lagi”ucap Sarah


Sedangkan nasya hanya melihat ke arah Ervan dan kayla tanpa berkata apapun.


“Dasar nenek lampir”ucap Lisa


“Loe kenapa sih sil?”tanya edwar


“Gue gak kenapa-kenapa aja, cuman gak mau aja lihat wanita penggoda kaya dia”ucap Silvi

__ADS_1


“Diam loe”ucap Nathan


“Loe gak cemburu lis, Nathan perhatian sama yang loe anggap saudara sendiri”ucap Silvi


sedangkan Kevin melihat dari kejauhan dan dia enggan membantu toh sudah banyak orang yang membela kayla lalu berjalan memasuki kelasnya.


“Buat apa gue cemburu hah, cemburu tanda tak mampu”ucap Lisa


“Udah kalian jangan berantem, aku gak apa-apa kok”ucap kayla


“Ayo gue obatin kayla”ucap Ervan


“Van gue mau ngomong”ucap nasya


“Kalian obatin kayla dulu yah gue ada urusan bentar”ucap Ervan


“Iya loe selesaikan aja urusan loe”ucap edwar


“Ayo gue obatin”ucap nathan sambil membawa kayla ke UKS meninggalkan Silvi dan gengnya


Tak lama sampai di UKS.


“Biar gue aja kak yang obatin kayla”ucap Lisa


“Iya Nath biar Lisa aja, lebih baik kita ke kelas aja”ucap edwar


“Kaka ke kelas gak apa-apa kan?”tanya nathan


“Enggak kok kak, Makasih”ucap kayla


Nathan dan edwar keluar dari ruang uks menuju ke dalam kelas.


“Gue obatin yah”ucap Lisa


“Tapi pelan-pelan”ucap kayla


“Loe wanita kuat masa luka gini sakit”ucap Lisa sambil tersenyum


Lisa pun mengobati kaki kayla yang terluka tak lama mereka meninggalkan uks untuk memasuki kelas.


**


Kelas XI


“Loe ngapain santai disini sambil main game, loe gak lihat tadi kayla kenapa”ucap nathan


“Apa peduli gue”ucap Kevin yang masih kesal terhadap kayla


“Kayla terluka, loe gak khawatir”ucap nathan


“Kan ada loe kenapa harus sama gue”ucap Kevin dengan nada datarnya


“Kan loe pacarnya Vin”ucap nathan


“Kalau gue pacarnya ngapain loe deketin dia terus”ucap Kevin dengan penuh emosi


“Kalian bisa diam gak sih, gue pusing kalian berantem terus”ucap edwar


“Akhirnya Kevin gak perduli lagi sama kayla”ucap Silvi


“Loe berhasil vi”ucap Sarah


“Yah kok berantem kan gak seru”ucap Nabila


**


Di taman


“Van gue mau nanya sama loe?”tanya nasya

__ADS_1


“Nanya apa sya?”ucap Ervan


“Loe sayang sama kayla?”tanya nasya yang mulai rasa cemburunya


“Gue sayang sama kayla sebagai adik aja”ucap Ervan


“Loe gak bohong kan?”tanya nasya


“Alasan gue perhatian sama dia karena gue sayang sama dia seperti adik gue sendiri, ibu dia yang merawat gue dari usia 3 tahun dan kayla sama sekali gak merasakan kasih sayang ibunya setelah kayla bisa merasakan kasih sayang dan tinggal bersama ibunya, ibunya meninggal gue udah janji akan selalu ada buat dia”ucap Ervan


“Maaf gue selalu cemburu kepada dia”ucap nasya


“Loe gak salah kok, Maafin gue, Yaudah kita masuk kelas bentar lagi bel berbunyi”ucap Ervan


**


Dikelas X


Kayla dan Lisa memasuki kelas disana sudah ada stefanie dan teman-temannya yang lain.


“Kaki loe kenapa kayla?”tanya stefanie


“Gue tadi kesandung”ucap kayla


“Tersandung kaki pujaan loe nih”ucap Lisa


“Pujaan gue siapa sih? Silvi?”ucap Rizky


”iya siapa lagi yang benci sama kayla”ucap Lisa


“Dasar nenek sihir”ucap stefanie


“Sialan loe bilang dia nenek sihir”ucap Rizky


“Emang iya”ucap stefanie


“Udah kalian jangan bertengkar ih”ucap kayla


“Loe gak apa-apakan kayla?”tanya Rizky


“Enggak kok, lagian udah di obatin ini”ucap kayla


Bel tanda pelajaran pun masuk lalu hari ini masuk pelajaran Bu Ambar.


“Yah gak bisa ngobrol”ucap Lisa


“Iya nanti dikeluarin lagi”ucap stefanie


“Gue gak akan ngobrol mau fokus belajar”ucap Rizky


“Cih, emang loe bisa fokus”ucap Lisa


“Udah diam teman-teman itu Bu Ambar masuk.


Mereka pun belajar matematika.


**


Kelas XI


“Kalian kenapa?”tanya Ervan yang melihat ketegangan


“Seperti biasa van, mereka berdebat masalah kayla”ucap edwar


“Kalian lagi-lagi berantem terus gak bosen apa?”tanya Ervan


“Loe lagi Vin, adik gue jatuh loe gak bantuin malah masuk kelas”ucap Ervan


“Kan udah ada kalian yang bantuin jadi gue gak usah”ucap Kevin dengan mode datarnya.

__ADS_1


“Udah sayang, jangan ikut campur urusan mereka biar mereka yang selesaikan masalahnya, mereka kan udah dewasa”ucap nasya yang sudah melihat Ervan emosi


Tak lama bel masuk mereka pun duduk di bangku mading-masing lalu mereka pun belajar.


__ADS_2