
Bu wulan yang di telpon oleh kayla dan di beritahukan bahwa Lisa sudah sadar ia segera berjalan menuju ruangannya Lisa begitu pun dengan pak Farhan dan Ervan.
“Sayang kamu udah sadar”ucap Bu wulan yang terharu karena anaknya akhirnya sadar juga.
“Iya mah. Lisa sadar, kenapa mamah nangis?”tanya Lisa karena ibunya yang datang sambil menangis dan memeluk dirinya.
“Enggak sayang, mamah cuman seneng aja, akhirnya kamu sadar juga”ucap Bu wulan sambil mengusap tangisannya dan melepaskan pelukannya.
“Udah dong mah jangan nangis jadikan Lisa juga nangis”ucap Lisa yang mencoba membuat ibunya itu tersenyum kembali.
“Iya Enggak kok sayang”ucap Bu wulan yang tak ingin anaknya sedih dan dia berhenti menangis.
“Kalian kenapa juga nangis? Ada yang bikin kalian sedih?”tanya Lisa saat melihat sahabatnya yang semuanya menangis begitu pula dengan Nathan.
“Gue kangen lis. Dunia tanpa lo hampa”ucap Rizky yang memeluk sahabatnya itu dan diikuti oleh stefanie dan kayla.
“Gue udah sadar kok, kita bakalan bareng-bareng lagi, jadi lo jangan khawatir”ucap Lisa yang mencoba menenangkan semuanya.
“Ia cuman kita takut aja, takut lo gak sadar lis”ucap stefanie sambil terus menangis.
“Mah, dia ngapain disini?”tanya Lisa saat menunjuk Nathan yang tengah berdiri.
“Kenapa kamu nanya seperti itu lis, biasanya kamu senang kan kalau Nathan nemenin kamu”ucap Bu wulan yang aneh dengan kelakuan anaknya.
“Kata siapa, Lisa gak seneng, mah mending usir aja dia”ucap Lisa yang menyuruh ibunya untuk mengusir Nathan.
“Jangan begitu sayang, dia itu su”ucap Bu wulan yang belum juga selesai sudah di potong oleh kayla.
“Bukannya kamu suka sama kak Nathan yah lis, jadi Biarin aja yah kak Nathan disini biar kamu senang dan semangat untuk sembuh”ucap kayla yang terpaksa memotong pembicaraan ibunya karena dia yang takut kalau Lisa syok dan kembali tidak sadar lagi.
__ADS_1
“Bukannya lo yang selalu mengejar gue, giliran gue ada disini lo kaya gak suka”ucap Nathan yang mendekat ke arahnya Lisa.
“Pokoknya dia usir”ucap Lisa yang berteriak dan membuat semua orang kaget.
“Udah kak, kakak pulang dulu yah, nanti biar pelan-pelan aku jelasin”ucap kayla yang menarik Nathan untuk keluar dari ruangannya Lisa.
“Kok kamu narik kakak?”tanya Nathan karena ia yang tidak menyangka kayla akan menarik dirinya dan membawanya keluar.
“Kak, kakak harus ngerti dulu Lisa yah, bukannya kayla tidak mengizinkan kakak untuk bersama dengan Lisa hanya saja kondisi Lisa yang tidak baik-baik saja sehingga kita harus berusaha memakluminya”ucap kayla memberikan pengertian.
“Kenapa kalian di luar?”tanya Ervan yang datang bersama dengan pak Farhan.
“Itu kak Lisa ngusir kak Nathan”ucap kayla yang menjelaskan.
“Tumben Lisa ngusir kamu? Biasanya dia seneng kalau ada kamu”ucap pak Farhan yang heran tidak biasanya anaknya seperti itu.
“Yaudah kalau begitu, Nath lo balik dulu aja biar gue yang jelasin sama Lisa”ucap Ervan yang menyuruh Nathan untuk pulang apalagi Nathan yang sudah beberapa hari ini menjaga Lisa dan ia yakin bahwa Nathan juga perlu istirahat.
“Yaudah saya pamit yah”ucap Nathan berpamitan kepada pak Farhan dan yang lainnya, Nathan berjalan dengan lesunya ia yang bahagia karena akhirnya Lisa sadar tetapi malah Lisa yang tidak ingin bersama dengannya.
Kayla, Ervan dan pak Farhan masuk ke ruangan Lisa yang dimana di sana sudah ada sahabat Lisa dan Bu wulan.
“Sayang kamu sadar? Apa ada yang sakit?”tanya pak Farhan menghampiri Lisa.
“Lis, kamu gak apa-apakan? Akhirnya sadar juga”ucap Ervan yang mendekat ke arah adiknya.
“Lisa baik-baik aja kok , cuman masih sedikit pusing tapi gak apaapa kok”ucap Lisa yang senang karena orang yang ia sayangi akhirnya datang.
“Iya alhamdulilah, Allah maha baik yang selalu mendengar setiap doa kita dan akhirnya kamu sadar”ucap pak Farhan yang menangis.
__ADS_1
“Udah dong pah jangan menangis, nanti Lisa juga sedih, sekarang pokoknya Lisa udah sehat dan bisa berkumpul lagi bersama kalian”ucap Lisa yang tersenyum kepada semua orang.
“Sayang, ada yang mau papah ceritain sama kamu, tapi kamu jangan syok yah dan Maafin papah mengambil keputusan tanpa sepengetahuan kamu”ucap pak Farhan yang akan menjelaskan keadaan ini.
“Pah, papah mau jujur apa yang sebenarnya terjadi”ucap Bu wulan sedangkan yang lainnya hanya diam karena tidak berhak berbicara.
“Lebih cepat lebih baik mah”ucap pak Farhan meyakinkan.
“Tapi kan pah, Lisa baru sadar dan kata dokter jangan banyak pikiran”ucap kayla menjelaskan apa yang dokter tadi katakan.
“Gak apa-apa sayang, kamu jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja”ucap pak Farhan meyakinkan juga.
“Apa sih pak, bikin Lisa penasaran”ucap Lisa yang penasaran dengan apa yang terjadi saat dirinya terbaring di tempat tidur dan tidak sadarkan diri.
“Sebenarnya papah sudah menikahkan kamu sama Nathan”ucap pak Farhan dengan lantang.
“Apa ? Menikah? Papah bercanda kan gak mungkin”ucap Lisa yang tidak percaya dengan semua itu.
“Iya bener sayang. Papah menikahkan kamu agar kamu sadar sayang. Kamu udah dua bulan koma sayang dan papah sangat berharap kamu sadar dan bisa berkumpul kembali dengan kita”ucap pak Farhan panjang lebar.
“Tapi kan pah, Lisa masih muda dan ingin kuliah bukan menikah muda”ucap Lisa yang masih tidak ingin percaya dengan apa yang ayahnya ucapkan dan ia tak ingin menikah apalagi saat usianya masih muda dan semua orang yang seumurannya masih kuliah.
“Kamu masih bisa kuliah kok sayang tenang aja, mamah dan papah sudah memikirkan bagiamana kedepannya”ucap Bu wulan yang mencoba memberikan pengertian.
“Mah tapi kan? Gimana kalau cerai aja, Lisa gak mau tertekan”ucap Lisa yang ingin bebas dan dia yang juga sudah berusaha melupakan Nathan.
“Jangan bicara seperti itu sayang pernikahan itu bukan permainan”ucap Bu wulan yang mendengar anaknya berbicara seperti itu, kayla dan sahabanya keluar dari ruangannya Lisa karena itu urusan keluarga sehingga mereka tidak berhak mendengar apalagi ikut campur.
“Iya sayang. Terbukti kan dengan begini kamu sadar, maaf papah tidak ada jalan lain lagi selain menikahkan kamu dengan Nathan”ucap pak Farhan yang ia tidak sempat berpikir bagaimana kedepannya karena ia yang hanya fokus kesadarannya Lisa dan sekarang Lisa sudah Sadar tapi Lisa yang menolak pernikahan ini.
__ADS_1