Jakarta love Story

Jakarta love Story
Pertengkaran Nasya dan Ervan


__ADS_3

Kayla yang sudah mau di ajak pulang oleh Kevin walaupun mungkin berat bagi kayla meninggalkan rumah itu tapi apa boleh buat ia juga yang harus kembali bekerja karena sang ayah juga yang sudah menunggunya dari tadi pagi.


Kevin yang sedang menyetir sambil sesekali melihat ke arahnya kayla yang tampak murung dan tak bergembira.


“Kita mampir di restoran depan makan siang dulu, nanti Abis makan gue anterin ke kantor”ucap Kevin sambil terus fokus menyetir.


“Aku gak lapar, langsung ke kantor aja”ucap kayla yang tak selera untuk makan.


“Gak ada penolakan”ucap Kevin yang terus menjalankan mobilnya dan malah parkir di restoran yang ia sebutkan tadi, kayla hanya diam saja ia tak ingin turun dari mobil.


“Ayo turun”ucap Kevin yang membuka pintu mobilnya tetapi kayla masih saja diam tak bergerak keluar dari mobil.


“Aku gak nafsu kak, aku mau istirahat aja”ucap kayla yang malas turun apalagi makan karena dia memamg tidak nafsu harus makan dan kalaupun makan dia lebih baik makan masakan rumahan.


“Turun atau gue gendong”ucap Kevin mengancam karena kalau tidak begitu kayla masih saja tidak akan mau di ajak makan.


“Iya Iya aku turun”ucap kayla yang terpaksa turun dari pada dia yang di gendong oleh Kevin, ia malu kalau sampai Kevin mengendongnya apalagi di tempat umum.


Kevin tersenyum walaupun kayla yang masih tampak bad mood, Kevin berjalan bersama dengan kayla menuju ke dalam restoran.


Ervan yang juga berada di restoran dan sedang makan siang bersama nasya kekasihnya tersebut.


“Van, aku mau tanya sama kamu? ucap nasya tak kala mereka selesai memakan makanannya.


“Tanya apa?”ucap Ervan sambil memakan camilan yang ada di sana.


“Aku cuman mau tanya sama kamu, kapan kamu mau serius sama aku?”tanya nasya dengan penuh keraguan tetapi kalau tidak bertanya seperti ini kapan ia akan mendapatkan kepastian dari Ervan.

__ADS_1


“Aku serius sama kamu, emangnya aku gak terlihat serius?”tanya Ervan sambil melihat ke arah sang kekasih.


“Bukan begitu van, kejenjang yang lebih serius, contohnya pernikahan, kita udah pacaran lama dan juga kita udah dewasa, aku ingin tau kapan kamu mau serius dan nikahin akul”ucap Nasya ia butuh kepastian apalagi mereka yang sudah berpacaran cukup lama sehingga ingin rasanya ia menikah.


“Gak usah pikirin kesana, kita masih muda nikmati hidup aja”ucap Ervan sambil menatap wajah nasya.


“Van, kamu gak tau apa kita udah pacaran lama, masa setelah sekian lama kamu gak ada niatan untuk nikahin aku. Orang tua aku udah bertanya teus sama aku kapan aku nikah”ucap nasya yang dimana orang tuanya sudah memaksanya untuk menikah.


“Nas, tapi kamu tau kan aku belum siap, aku ingin adik-adikku bahagia baru aku bisa bahagia juga, dan kamu tau kan kayla baru aja kehilangan Reynad aku gak mungkin meninggalkan dia”ucap Ervan yang sudah berjanji dengan Bu Aminah ibunya kayla ia akan menjaga kayla dengan baik.


“Oh karena kayla? Dia udah dewasa van, dia udah gak butuh lo jagain”ucap nasya dengan Nada marahnya.


“Tapi nas, aku hanya ingin dia bahagia dan aku juga gak tega kalau aku harus bahagia di atas penderitaan orang lain”ucap Ervan yang memikirkan adik-adiknya.


“Kamu selalu saja memikirkan kebahagiaan kayla, apa kamu pernah memikirkan kebahagiaan aku? Setelah kayla hadir perhatian kamu ke aku mulai berkurang dan kamu selalu saja menjaga kayla dan selalu sama memperdulikan perasaan kayla sedangkan aku kamu gak pernah perhatian lagi sama aku”ucap nasya yang sudah marah. Emosi terpendamnya mulai iya keluarkan.


“Kayla itu lebih butuh perhatian, kayla itu gak punya keluarga kalau bukan aku yang perhatian sama dia siapa lagi nas, kamu harusnya ngerti dengan keadaan kayla”ucap Ervan juga yang mulai emosi.


“Tapi kalau kamu mengerti keadaan kayla, harusnya kamu bisa tunggu aku, tunggu aku sampai kayla menikah setelah itu aku akan nikahin kamu”ucap Ervan yang tetap saja ingin kayla menikah lebih dahulu, ia ingin fokus menjaga kayla dan setelah menikah ia bisa tenang karena ada yang menjaga kayla dengan baik.


Di sela-sela pertengkaran itu kayla datang bersama Kevin dan mendengar ucapan itu yang membuatnya makin sedih.


“Udah kayla gak laper”ucap kayla yang segera berjalan keluar tapi tak sengaja dia malah menabrak Pelayan yang sedang membawa makanan.


“Maaf gak sengaja”ucap kayla replek dan Ervan yang mendengar suara itu pun seketika melihat ke arah pintu keluar dan benar saja itu kayla.


“Itu suara kayla pasti dia dengar pembicaraan kita”ucap Ervan sambil melihat ke arah orang yang bertabrakan itu dan benar saja di sana ada kayla dan juga Kevin.

__ADS_1


“Kay kamu ngapain kesini?”tanya Ervan yang dimana kayla sedang membantu Pelayan yang barangnya terjatuh Akibat bertabrakan dengannya.


“Gue sama kayla datang kesini buat makan”ucap Kevin yang menjawab karena kayla yang sedang membantu pelayan.


“Yaudah ayo gabung sama kita aja”ucap Ervan yang tersenyum semoga saja kayla tidak mendengar ucapan nasya tadi.


“Udah kayla, nanti tangan lo luka”ucap Kevin yang dimana ia melihat kayla yang membersihkan pecahan kaca.


“Gak apa-apa kak”ucap kayla yang merasa tidak enak dan membantu pelayan tersebut.


“Udah kak, biar saya saja nanti tangan kakaknya terluka”ucap pelayan tersebut karena dia juga merasa tidak enak juga dan dia juga takut kalau sampai di marahin oleh bosnya.


Kayla pun masih saja membantu Kevin hanya melihat takut kayla terluka begitupun dengan Ervan. Sedangkan nasya mencoba bersikap biasa saja. Kayla pun sudah selesai membantu pelayan dan duduk bersama dengan Ervan dan juga nasya.


“Kalian udah makannya kan? Terus ngapain masih disini?”tanya Kevin yang merasa menganggu ada Ervan padahal ia hanya ingin berduaan bersama Dengan kayla.


“Gue mau lihatin kalian aja, takut lo macam-macam sama kayla”ucap Ervan sambil melihat ke arahnya Kevin.


“Gue gak akan macam-macam, gue paling juga cuman satu macam aja”ucap Kevin dengan tatapan mata brengseknya.


“Sialan lo”ucap Ervan yang melihat sahabatnya dengan tatapan genitnya.


“Kita pulang aja van. Kevin sama kayla juga butuh waktu berdua”ucap nasya yang tau bagaimana ucapan dari Kevin yang sudah jelas bahwa Kevin ingin berduaan.


“Gak apa-apa kak, lagian banyak orang rame kok”ucap kayla yang akan terasa canggung apabila berduaan saja bersama dengan Kevin.


“Kalian balik aja lah, van ayolah pengertian sama gue”ucap Kevin dengan tatapan memohon.

__ADS_1


“Iya iya gue balik”ucap Ervan sambil berdiri”jangan lupa jaga kayla yah, kalau dia lecet gue hajar lo”ucap Ervan dengan tatapan menyeramkan.


“Titip kayla yah, kay kakak pamit yah. Hati-hati”ucap nasya yang pulang bersama dengan Ervan hanya tersisa Kevin dan juga kayla.


__ADS_2