Jakarta love Story

Jakarta love Story
Kevin mabuk


__ADS_3

Kevin yang merasa prustasi dan juga kecewa karena lagi dan lagi orang tuanya tidak merestuin Kevin mengejar kayla. Kevin yang sekarang ini berada di sebuah bar ia mencurahkan semuanya pada minuman keras karena ia yang tak tau lagi harus cerita sama siapa dan ia yang mengadu pada siapa, semangatnya pun luntur, karena bagi Kevin hanya kayla yang membuatnya semangat dalam hidup lagi.


“Vin lo ada apa panggil gue?”tanya edwar yang datang menghampiri sahabatnya karena tadi Kevin menelponnya.


“Gue gak apa-apa, gue butuh temen aja”ucap Kevin ia ingin ada teman berbicara karena dia yang lagi dan lagi prustasi dan hancur tak kala kayla yang menolaknya.


“Udahlah Vin lo ngapain sih jangan begini terus, lo harus kasihan sama diri lo sendiri”ucap edwar yang mencoba menasehati sang sahabat.


“Ed, gue gak tau harus Gimana lagi buat dapetin kayla, gue gak bisa hidup tanpa kayla”uvap Kevin yang masih terus meminum minuman alkoholnya.


“Gue tau Vin, tapi lo jangan begini juga, apa dengan begini kayla akan nerima lo dan kembali lagi sama lo gak kan”ucap edwar yang malahan kalau ia seperti ini kayla akan sangat membencinya dan tidak akan kembali lagi kepadanya.


“Gue tau ed. Tapi gue gak tau harus ngapain dan pulang kemana? Gue bukan hanya patah hati karena kayla, tapi gue juga sedih dan kecewa karena lagi dan lagi orang tua gue gak merestui gue sama kayla”ucap Kevin yang urus minum tanpa henti, ia prustasi dan entah harus bagaimana, ia takut kehilangan kayla dan takut kalau sampai kayla berpaling kepada orang lain.


“Gue ngerti Vin, ayolah lo udahan lo udah mabuk banget”ucap edwar yang melihat Kevin sudah mabuk dan berbicara asal-asalan.


“Gue gak mau pergi ed, gue cuman mau kayla, kayla”ucap Kevin yang terus melantur dan membuat edwar yang pusing dan bingung harus bagaimana menghadapi Kevin.


Edwar mencoba menelpon kayla agar Kevin mau pulang tetapi ponsel kayla tidak aktif dan membuat edwar yang prustasi, edwar yang mencoba menelpon Ervan agar Ervan datang kesini membantunya membawa kevin, edwar tau bagaimana hatinya Kevin yang sangat hancur, hanya saja dia tak dapat berbuat apa-apa.


**

__ADS_1


Ervan yang berada di kamarnya dan hendak tertidur tiba-tiba dia mengangkat handphonenya berbunyi dan terdapat nama edwar. Ervan mengangkat telponnya ia tau apa yang harus ia lakukan, walaupun ia yang ngantuk tetapi ia juga merasa kasihan kepada sahabatnya akhirnya ia keluar dari kamarnya untuk menjemput Kevin.


Ervan mencoba mendekat ke arah kamarny kayla tapi tidak ada suara apapun dan terdengar sepi.


“Mungkin kayla udah tidur”batin Ervan yang segera beranjak dari pintu kamarnya kayla.


“Ada apa kak? Apa mau ada yang di bicarakan sama kayla?”tanya kayla yang tiba-tiba keluar dari kamarnya dan melihat sang kakak yang kebingungan.


“Enggak kok, kakak cuman mau pergi aja”ucap Ervan yang kasihan Melihat adiknya kalau sampai harus pergi bersamanya menemui Kevin yang tengah mabuk.


“Pergi kemana kak? Udah malam ?”tanya kayla karena tidak biasnya kakaknya pergi saat sudah tengah malam begini. Kakaknya yang akan selalu ada di rumah sebelum tengah malam.


“Tapi kak ini udah malam, kayla ikut yah”ucap kayla yang ia khawatir kalau sampai kakaknya kenapa-kenapa.


“Kayla sayang, kamu istirahat aja yah, kakak ada urusan penting banget”ucap Ervan yang buru-buru karena takutnya Kevin semakin banyak bertingkah. Tak lama setelah mereka ngobrol Ervan mendapatkan telpon lagi dari edwar bahwa Kevin sudah berbicara melantur.


“Kenapa kak? Kak Kevin kenapa?”tanya kayla karena sekilas mendengar suara edwar yang berbicara tentang Kevin.


“Biasa kayla, Kevin mabuk lagi dan sebenarnya kak Edwar menyuruh kakak bawa kamu buat bujuk Kevin agar mau pulang tapi kakak kasihan sama kamu jadi kakak gak bangunin kamu”ucap Ervan terus terang karena takut juga kalau Kevin enggan pulang apabila kayla tidak datang bersamanya.


“Kak Kevin kenapa lagi kak? Bikin ulah?”tanya kayla yang memang tidak tau kalau Kevin mabuk.

__ADS_1


“Biasa kayla, kalau mau ikut ayo aja”ajak Ervan karena mereka yang sudah ngobrol terlalu lama.


“Yaudah bentar, kayla ambil jaket dulu”ucap kayla yang berlari mengambil jaketnya di kamarnya.


“Yaudah ayo kak”ucap kayla yang sudah mengambil jaketnya dan siap, karena bagaimana pun dia harus bertanggung jawab kepada Kevin dan juga kayla merasa kasihan kepada Kevin yang seperti itu.


“Yaudah ayo”ucap Ervan yang berjalan lebih dulu di ikuti oleh kayla dari belakang.


Kayla dan Ervan pun mengendarai mobilnya menuju sebuah bar Dimana Kevin mabuk, entah bagaimana pikiran Kevin yang setiap ada masalah selalu lari dari minuman alkohol, Ervan juga sebagai sahabatnya merasa kasihan kepada Kevin yang di tolak oleh kayla tapi dia juga kasihan kepada kayla yang dimana lukanya atas kehilangan Reynad belum juga sembuh.


Tak perlu waktu lama akhirnya mereka sampai juga di sebuah bar dan di sana edwar yang sudah prustasi karena menasehati kevin yang lagi dan lagi tidak mau mendengarkan ucapannya.


“Vin ayo bangun pulang lo jangan begini terus, lo gak kasihan apa sama diri lo sendiri”ucap edwar yang pusing dan bingung.


“Vin lo bangun, lo ngapain sih begini terus? Gue gak pernah lihat lo begini”ucap Ervan yang mencoba lebih dulu mendekat sedangkan kayla hanya melihat dari belakang.


“Gue gak mau bangun van, gue mau kayla, gue sayang sama kayla”ucap kevin yang sudah seperti ini pun masih saja ia memikirkan kayla.


“Tapi apa dengan begini kayla akan balik sama lo hah? Lo tau gak kalau kayla paling benci orang seperti lo begini yang dikit-dikit melampiaskan kemarahannya kepada minuman keras”ucap Ervan yang mencoba menasehati nya.


“Gue tau van, tapi gue harus bagaimana lagi, andai waktu dapat di putar lagi mungkin gue gak akan pernah kehilangan kayla, dan andai waktu bisa di putar kembali gue gak akan termakan omongan orang tua gue mereka bilang kalau gue mau kuliah di luar negeri mereka akan merestui gue sama kayla tapi apa orang tau gue bohong van, mereka gak nepatin janjinya sama gue”ucap Kevin yang menangis karena ia prustasi sedangkan kayla hanya mendengar dan ia juga sedih ternyata Kevin juga sangat menderita berpisah dengannya.

__ADS_1


__ADS_2