
Sedangkan yang lainnya masih melihat perdebatan antara Reynad dan Ervan yang semakin sengit saja dan tidak ingin kalah.
“Gue masih bisa jemput kayla, gue gak butuh lo perhatian sama kayla dan gue harap lo jauhin kayla”ucap Ervan yang masih tidak suka terhadap Reynad karena Reynad yang dulu pernah mengkhianati persahabatannya dengan merebut pacarnya Kevin.
“Lo gak bisa gitu dong van. Gue janji gue bakal jaga kayla dan gak akan menyakiti kayla”ucap Reynad memohon agar dia mengizinkannya bersama kayla karena rasa cintanya sama kayla sudah tidak dapat di bendung lagi.
“Kak gak apa-apa kok kayla sama kak Reynad lagian kan kayla sama kak Reynad cuman temenan aja”ucap kayla yang berbicara kepada Ervan karena memang dia yang belum berniat untuk pacaran kembali setelah putus dari Kevin.
“Iya Van lo jangan gini dong, lagian cuman temenan gak apa-apa lah, lagian gue yakin Reynad pun udah berubah”ucap edwar yang memang ia sudah cukup memaafkan Reynad terlepas dari kesalahannya di masa lalu.
“Kak Ervan Biarin kayla sama Reynad, Kita jangan menambah beban pikiran kayla lagi apalagi kayla yang sedang sedih”ucap Lisa yang mencoba berbicara dengan kakaknya walaupun kakaknya yang terlihat marah.
“Gak baik menyimpan dendam seperti itu van, lebih baik lo Maafan sama Reynad lagian itu udah masa lalu”ucap Nathan berbicara karena ia tak ingin Ervan san Reynad ada keributan soalnya kalau mereka ribut berabe.
“Yaudah hati-hati bawa kaylanya”ucap Ervan yang menerima itu semua dia yang sebagai Kakak dan tak bisa menghiburnya lebih baik dia menyerahkannya kepada Reynad saja.
“Makasih van”ucap Reynad yang bahagia karena Ervan yang mengizinkannya bersama dengan kayla.
“Yaudah kak kayla pamit dulu yah, sampai jumpa di rumah yah”ucap kayla yang ia akan segera pulang bersama dengan Reynad sebenarnya dia cerita lebih nyaman bersama Nathan karena kayla yang sudah menganggap Nathan sebagai kakaknya hanya saja dia yang merasa tidak enak karena Lisa takut Lisa cemburu.
“Yaudah hati-hati”ucap Ervan.
__ADS_1
“Hati-hati kay. rey jangan kebut-kebut bawa kaylanya”ucap Nathan yang merasa khawatir saat kayla yang pergi bersama dengan Reynad.
“Iya kak, kayla pamit yah”ucap kayla kepada yang lainnya ia menghampiri Reynad yang kebetulan hari ini Reynad membawa motor tidak membawa mobil.
“Pake dulu jaketnya”ucap Reynad sambil memberikan jaketnya kepada kayla, kayla pun memakainya dan menaiki motornya yang segera melaju meninggalkan sekolah.
“Yaudah gue balik duluan”ucap Rizky yang berjalan ke arah mobilnya.
“Gue juga balik”ucap edwar tak kala menarik tangannya stefanie menuju ke arah mobilnya ia meninggalkan yang lainnya yang masih tersisa disana.
“Gue lupa ada janji sama nasya, gue titip Lisa yah”ucap Ervan yang segera berjalan ke arah mobilnya ia sengaja meninggalkan Lisa dan Nathan agar mereka bisa berduaan dan berbicara dari hati ke hati.
“Kak Ervan tungguin Lisa ih”ucap Lisa yang kesal karena kakaknya yang meninggalkannya ia yang masih canggung dengan Nathan karena sebelumnya pun Nathan tidak ada perubahan dan membuat Lisa yang kesal atas semua yang terjadi ia yang sudah berharap kalau saat ia jalan bersama Nathan, Nathan akan mengungkapkan cintanya tetapi ini boro-boro Nathan yang masih terlihat cuek kepada dirinya.
“Tapi kak”ucap Lisa yang berusaha menolak ajakan dari Nathan untuk pulang bersama karena ia takut akan berharap agar Nathan membalas cintanya dengan mengungkapkan seluruh isi hatinya.
“Pake jaketnya”ucap Nathan sambil memberikan jaketnya kepada Lisa agar Lisa tidak kedinginan dan sekarang Lisa sudah ada perubahan dengan memakai rok yang lebih panjang dari yang lainnya.
“Iya kak”ucap Lisa yang menuruti apa yang di suruh oleh Nathan ia pun menaiki motor Nathan dah tak lama motor pun melaju cukup kencang sehingga membuat Lisa yang dengan spontan memeluk Nathan.
“Maaf kak gak sengaja”ucap Lisa yang merasa bersalah karena ia yang takut kalau Nathan marah seperti biasanya yang sangat enggan untuk Lisa sentuh, Lisa kembali menjauhkan tangannya tetapi Nathan malah menarik tangan Lisa kembali dan tangan Lisa di taruh di perutnya Nathan.
__ADS_1
Lisa tersenyum bahagia apakah hari ini ia akan mendapatkan kepastian dari Nathan tentang kisah cinta mereka apakah akhirnya cinta Lisa yang dari kecil akan terbalaskan.
“Mau kemana kak?”tanya Lisa ia sadar bahwa Nathan tidak membawanya ke rumahnya tetapi jalan berbeda yang ia tidak tau akan di bawa kemana.
“Jalan-jalan”ucap Nathan dengan simpel, ia berniat akan membawa Lisa jalan-jalan karena ia juga yang ingin mencari udara segar.
Nathan yang melajukan motornya menuju sebuah danau yang cukup indah dan tenang untuk jalan-jalan dan berbagi cerita. Nathan menghentikan motornya dan terlihat danau, lisa turun dari motor Nathan begitupun dengan Nathan yang turun dari motornya.
“Indahnya”ucap lisa tak kala melihat pemandangan seperti ini.
“Iya indah, kayla juga suka kalau gue bawa kesini”ucap Nathan dengan rasa tidak bersalahnya berbicara seperti ini, ia yang memang pernah datang kesana karena untuk menghibur kayla.
“Kayla pernah kesini?”tanya lisa yang penasaran.
“Iya gue pernah bawa kayla kesini, ayo sini”ucap Nathan berjalan lebih dulu meninggalkan lisa yang masih tetap bertanya-tanya.
Mau tak mau lisa mengikuti Nathan karena ia yang takut kalau di tinggal sendirian, ia sebenarnya sedikit sakit hati dimana Nathan yang membawa di ketempat yang pernah dia datangi dengan perempuan lain walaupun perempuan itu hanya sebatas teman saja.
“Disini lebih indah kan?”tanya Nathan tak kala ada tempat duduk yang memandang ke danau dan terlihat sangat indah.
“Iya kak”jawab Lisa dengan simpel karena dia yang kecewa akan Nathan yang membawanya ketempat ini.
__ADS_1
“Kalau kayla datang kesini kayla suka banget duduk disini karena menurut dia menatap ke arah danau adalah hal yang menyegarkan mata apalagi yang di sekitarnya terlihat sangat indah”ucap Nathan yang masih saja membahas kayla tanpa tau apa yang di rasakan oleh Lisa apakah Lisa sakit hati atau tidak.
Lisa yang masih cenderung diam dan tidak berkata apa-apa hanya mendengarkan Nathan yang senantiasa berbicara tentang kayla dan dia yang setiap ada masalah selalu datang kesini untuk menyegarkan hati dan pikiran.