
Hari semakin hari kayla semakin gelisah karena Reynad yang masih tidak ada juga kabar, dia yang bingung harus bagiamana dia mengunjungi rumahnya Reynad tetapi tidak ada siapapun dan juga dia mencoba menelpon Reynad tetapi tetap tidak ada jawaban karena memang tidak aktif.
Kayla yang hari ini berniat akan ke kantor mengurus perusahaan ayahnya karena memang kuliahnya sudah senggang dan waktu nya dia belajar tentang bisnis.
“Kay lo kenapa makannya kaya gak nafsu gitu?”tanya Nathan saat melihat kayla yang makan dengan tidak ada nafsu makannya.
“Enggak kak, kayla cuman gak selera aja”ucap kayla dengan wajahnya yang terlihat sedih.
“Kenapa sayang? Ada masalah?”tanya Bu wulan karena dia yang khawatir kepada anaknya.
“Kayla cuman khawatir sama kak Reynad mah, udah lama gak ada kabar”ucap kayla dengan lesu nya.
“Mungkin Reynad lagi banyak kerjaan sayang apalagi kan dia juga baru mulai berbisnis dan mamah yakin Reynad bakalan baik-baik aja”ucap Bu wulan yang mencoba memberikan nasehat dan semangat kepada anaknya tersebut.
“Iya kayla, kamu makan yang bener aja, tunggu Reynad kembali jangan sampai Reynad kembali tapi kamu sakit karena gak makan”ucap Ervan yang sebagai kakak hanya bisa memberikan masukan.
“Makan yang banyak kayla, kamu kan mau mulai kerja dan harus ada tenaga jangan sampai pertama kerja kamu pingsan nanti karyawan tidak percaya dengan kemampuan kamu”ucap pak Farhan dengan tegasnya.
“Iya pah”ucap kayla yang makan walaupun dia tidak nafsu hanya saja memang harus makan karena dia harus berusaha semaksimal mungkin agar dia menjadi kebanggaan keluarga ini.
“Iya kay, udah yah, kak Reynad baik-baik aja, lo jangan banyak pikiran selesaikan skripsi nya dan menikah sama kak Reynad agar lo gak berjauhan sama dia”ucap Lisa yang memang memberikan masukan yang sangat masuk akal untuk seseorang yang tak ingin jauh dari pasangannya adalah menikah. Karena dengan menikah bisa hidup bersama tanpa takut hal apapun.
__ADS_1
“Mamah mau nikah? Asik Arsen bakalan punya adik bayi”ucap Arsen dengan bahagia karena dia yang sangat suka pada bayi padahal dia juga masih bayi.
“Kalau mau adik bayi, minta sama bunda dan papah aja sayang”ucap kayla tersenyum karena Arsen yang selalu membuat keluarga ini tampak ceria dengan tingkah laku nya yang mengemaskan.
Nathan dan Lisa pun saling memandang karena baru satu anak saja sudah kewalahan apalagi Nathan yang sibuk coas dan Lisa yang masih harus menyelesaikan kuliahnya yang masih sekitar satu tahun lebih.
“Udah sayang yah, kamu makan, dan bermain sama oma”ucap Bu wulan yang mengalihkan pembicaraan.
“Ayo kayla udah selesai kan makannya, nanti telat”ucap pak Farhan yang sudah beranjak dari tempat duduknya karena hari ini mereka ada meeting dengan beberapa klien.
“Udah pah”ucap kayla yang terburu-buru dan berdiri.
“Pah kayla kan belum selesai makan kok udah mau pergi aja”ucap Lisa yang merasa kasihan kepada kayla.
“Mah aku kasihan deh sama kayla harus bekerja keras”ucap Lisa yang tidak tega dengan kayla.
“Iya mah, apa gak sebaiknya kita bebasin kayla buat bekerja sesuai kemampuan dan passion dia”ucap Ervan yang kasihan karenq kayla yang menanggung beban yang sangat berat.
“Mamah pun tidak ingin kayla seperti ini hanya saja tidak ada jalan lain lagi dan yang memang harus mengurus perusahaan itu kamu van, hanya saja kamu memilih untuk bekerja di passion kamu jadi harus ada satu orang di antara kalian yang mengalah dan kayla yang mengalah untuk kebahagiaan kalian”ucap Bu wulan dengan masih mengendong Arsen
“Iya sih mah, tapi kan, Ervan juga gak mau meneruskan bisnis ini”ucap Ervan yang ingin bebas karena dari sejak kecil sampai SMA dia tidak pernah membangkang orang Tua apalagi hidup semaunya jadi saat waktu tiba dan dewasa dia ingin hidup sesuai keinginannya.
__ADS_1
“Yaudah kalau kamu gak mau melanjutkan bisnis papah, kamu jangan banyak protes dan bilang kasihan sama kayla, lagian mamah dan papah juga gak pernah memaksa kayla untuk belajar bisnis tapi kayla sendiri yang mau, kalau papah dan mamah yah seneng aja”ucap Bu wulan”Yaudah mamah mau bawa Arsen jalan-jalan”ucap Bu wulan sambil membawa sang cucu dan berjalan menuju keluar rumah.
“Iya kak udah lah. Kayla baik-baik aja kok, hanya sekarang mungkin kayla lagi mikirin kak Reynad bukan masalah kerjaan”ucap Lisa yang mencoba memberikan pemahaman kepada kakaknya karena dia tau pasti kakaknya meras bersalah atas semua itu.
“Iya van lo tenang aja, kayla wanita yang kuat kok dan gue yakin kayla bakalan mampu bekerja dengan baik dan membanggakan semua orang”ucap Nathan.
“Gue harap begitu”ucap Ervan yang beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah kamarnya.
Sedangkan Lisa dan Nathan membersihkan meja makan dan menaruh piring nya ke tempat cuci piring.
**
Sedangkan kayla yang berada di mobil bersama pak Farhan dia sedang melihat beberapa berkas yang akan mulai ia tangani, walaupun ia masih tidak percaya apakah ia akan mampu atau tidak tetapi dia akan berusaha demi kebahagiaan semua orang.
“Gimana udah kamu pelajari?”tanya pak Farhan yang berada di sampingnya.
“Udah pah”ucap kayla sambil tersenyum.
“Kita akan berpartner dengan perusahaan pak David tapi kalau kamu tidak mau dan takut biar papah saja yang handel”ucap pak Farhan karena dia tau bagaimana hubungan kayla dan keluarga itu yang buruk karena kisah cinta mereka.
“Gak apa-apa kayla aja pah. Papah jangan banyak pikiran serahkan semaunya sama kayla”ucap kayla karena dia tau bahwa ayah angkatnya sudah tidak muda lagi dan ia yang harus segera pensiun.
__ADS_1
“Iya makasih yah kay”ucap pak farhan yang merasa sangat lega karena kayla yang mengurus perusahaan, ia yakin kayla akan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab, walaupun sebenarnya ia ingin Ervan yang anak laki-laki yang mengurus ini hanya saja Ervan tidak mau melanjutkan bisnis yang telah ayahnya rintis.
Pak farhan dan kayla yang masih berada dalam mobil dan masih di dalam perjalanan, kayla yang masih mengecek berkas-berkas tapi terkadang dia juga masih memikirkan Reynad yang tidak ada kabar sama sekali, kayla sangat rindu Reynad dan tetap berdoa semoga Reynad baik-baik saja.