
Kayla yang menyetir dan tak lama sampai di rumahnya Reynad tapi sekarang rumah ini ada yang aneh seperti tidak ada penghuni dan tampak sepi sekali.
Kayla mencoba menekan bel mudah-mudahan aja ada orang yang membuka pintu rumah ini karena dia yang sudah kangen dan sangat rindu untuk melihat kenang-kenangan yang Reynad tinggalkan di kamarnya.
“Cari siapa yah non?”tanya satpam yang melintas disana, karena memang rumah Reynad di perumahan.
“Saya cari tante Amelia pak? Tante Amelianya ada gak yah pak?”tanya kayla berharap bahwa tante Amelia ada disana.
“Oh, rumah ini sudah kosong sekitar seminggu neng. Bu Amelianya sudah pindah rumah. Katanya pak Revannya mendapatkan pekerjaan di luar kota”ucap pak satpam menjelaskan.
“Pindah rumah? Tapi tante Amelia gak bilang apa-apa saat terakhir saya datang kesini”ucap kayla yang heran dan bingung, biasanya bu Amelia akan menghubunginya apabila ada hal penting.
“Kalau masalah itu saya kurang tau non, tapi bu Amelia menitipkan beberapa barang kalau ada non mencarinya”ucap pak satpam menjelaskan karena sebelum bu Amelia pergi ia berpamitan ke pada satpam dan menitipkan sesuatu kepadanya.
“Titipan? Boleh saya lihat pak?”tanya kayla yang penasaran sebenarnya ada apa yang terjadi terhadap bu Amelia apakah ada sesuatu hal yang sangat penting sehingga mereka memilih pindah dari rumah ini, padahal sebelumnya bu Amelia sudah berbicara bahwa mereka tidak akan meninggalkan dan pindah dari rumah ini.
“Bentar yah non saya ambilkan dahulu”ucap pak satpam yang mengendarai motornya kembali untuk membawa titipan dari bu Amelia.
“Kay tante Amelia gak bilang apa-apa pas terakhir lo datang ke rumahnya ?”tanya Stefanie yang sedari tadi berdiri di sampingnya kayla.
“Enggak Fanie, tapi kenapa tante Amelia pergi yah”ucap kayla yang bingung karena Bu Amelia yang pergi begitu saja tanpa pamit sedikitpun.
Tak lama pak satpam datang lagi dan memberikan sesuatu kepada kayla.
“Ini non titipan dari Bu Amelia, tapi nanti saja di bukanya kalau sudah sampai rumah yah”ucap pak satpam yang dimana itu adalah pesan dari Bu Amelia.
__ADS_1
“Terima kasih pak”ucap kayla yang mengambil surat barang dari pak satpam yang di titipin Bu Amelia.
“Yaudah kay ayo pulang”ucap stefanie mengajak kayla untuk pulang karena kayla yang masih saja diam sambil memperhatikan rumah Reynad yang sudah tidak berpenghuni.
“Aku masih mau disini Fanie, aku kangen kak Reynad, saat ada masalah kak Reynad yang selalu ada buat aku”ucap kayla yang memang sudah nyaman bercerita, kayla kehilangan Reynad bukan hanya kehilangan kekasih tapi juga sosok sahabat dan juga kakak, Ervan juga memang perhatian tapi Ervan juga yang memang harus membagi kasih sayangnya antara kayla, Lisa dan juga nasya.
“Kay, ada gue yang akan jaga dan selalu ada untuk lo”ucap stefanie yang mencoba membujuk kayla.
“Kamu pulang duluan aja yah, aku pergi dulu”ucap kayla yang segera berlari menuju mobilnya meninggalkan Stefanie yang masih terdiam.
“Kay lo mau kemana? Tunggu gue”ucap stefanie berteriak tak kala kayla yang sudah masuk ke dalam mobilnya.
“Kay, lo kemana? Tunggu gue kay”ucap stefanie, ia tak bisa mengejar kayla karena dia yang tak membawa kendaraan.
Ia mencoba menelpon edwar agar edwar datang menjemputnya tapi tidak di angkat juga.
“Siapa? Kalau Kak Ervan pasti marah, kalau kak Kevin juga pasti malah tambah khawatirin kayla”ucap stefanie yang bingung tapi ia lebih baik menelpon Kevin untuk datang kesini. Stefanie menunggu Kevin sambil melihat handphonenya dan mencoba menelpon kayla tapi tetap saja tidak di angkat oleh dia.
Stefanie menunggu sekitar 30 menit dan tak lama Kevin datang, stefanie segera menaiki mobilnya Kevin.
“Kayla pergi kemana?”tanya Kevin saat stefanie yang masuk kedalam mobilnya dan sedang memakai sabuk pengamannya.
“Aku juga gak tau kak, tadi kayla datang kesini buat ketemu sama tante Amelia karena biasnya kalau kayla kangen ia selalu datang kesini”ucap stefanie menjelaskan.
“Iya gue tau, tapi kenapa dia gak masuk aja?”tanya Kevin penasaran.
__ADS_1
“Tante Amelianya pindah, dia sedih gak bisa masuk tapi gak lama dia pergi begitu aja”ucap stefanie menjelaskan.
“Yaudah gue tau dia kemana”ucap Kevin yang melajukan mobilnya itu tau tujuan kayla kemana ketika merindukan Reynad.
Kevin menyetir dengan fokus, ia mencoba melihat ke kiri dan Ke kanan berharap kayla sudah pulang tapi nihil ia tak dapat menemukan kayla.
“Kak mau kemana?”tanya stefanue yang bingung dan tak tau tujuan Kevin.
“Udah kamu Diem aja yah, pokoknya kakak yakin kayla ada disana”ucap Kevin sambil terus melajukan mobilnya. Ia juga menerima telpon dari Ervan.
“Kak ini gimana kak Ervan telpon”ucap stefanie sambil melihat ke arah sang sepupuh.
“Jangan di angkat dulu aja, Biarin”ucap Kevin karena takutnya Ervan bertanya yang aneh-aneh.
Tak lama kevin sampai di tujuan untuk menemukan kayla, sedangkan Stefanie kebingungan mengapa kevin datang ke makam.
“Ngapain kesini kak?”tanya stefanie bingung.
“Yah ke makam, kayla kan kangen Reynad pasti dia datang kesini dong”ucap kevin yang bersiap keluar tapi tak lama malah hujan turun karena sedari tadi pun sudah mendung.
“Kamu diam disini aja biar kakak yang keluar”ucap kevin karena cuaca hujan dan tak mungkin untuk stefanie ikut bersama dengannya.
“Tapi kak, Fanie mau ikut”ucap Stefanie yang ingin tetap ikut.
“Dengerin kakak yah, hujannya deras dan cuman ada satu payung. Kamu diam aja”ucap kevin yang keluar sambil memakai payung.
__ADS_1
Stefanie hanya diam pasrah melihat sang sepupu yang berjalan dengan payungnya menuju ke pemakaman dan memang tadi terlihat di sana ada mobilnya kayla. Kevin berjalan menuju makan satu persatu untuk menemukan kayla dan benar saja kayla sedang berada di makamnya Reynad.
“Kak kenapa tante Amelia pergi dan pindah rumah, apa gara-gara kayla datang terus mereka jadi risih dan gak mau ketemu kayla, kak kayla kangen sama siapa kayla bercerita kalau bukan sama kakak”ucap kayla yang menangis dimana hujan yang turun, mungkin Tuhan tau bahwa ia sedang bersedih sehingga hujan datang dengan sangat lebat, jadi kayla pun memang sangat sedih bagaimana tidak di usianya yang sangat muda dia sudah banyak kehilangan orang yang sangat ia sayangi dan terakhir orang yang sangat ia cintai.