Jakarta love Story

Jakarta love Story
Hukuman


__ADS_3

“Ngapain lo kesini?”tanya Ervan dengan tatapan sinisnya.


“Aku mau lihat kayla”ucap nasya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


“Udahlah kak, Maafin kak nasya”ucap Lisa sambil menepuk pundak sang Kaka agar tidak keterusan marah.


“Iya van, lagian mungkin nasya bingung mau jelasin sama lo”ucap Nathan yang enggan melihat mereka bertengkar.


“Iya van, Udahlah toh Kevin tetap sama kayla”ucap edwar


“Iya kak, lagian aku gak apa-apa kok dengan kehadiran kak Rose gak ada yang berubah”ucap kayla sambil memegang tangan Ervan agar tidak marah dengan nasya.


“Yaudah aku Maafin kamu”ucap Ervan dengan wajah datarnya.


“Makasih van”ucap nasya sambil berjalan menghampiri Ervan lalu memeluknya.


“Sama-sama”ucap Ervan membalas pelukan nasya.


“Aku pikir mereka bakal putus”batin stefanie yang tetap mengharapkan Ervan dan nasya putus.


“Woy jangan mesra-mesraan ada jomblo nih”ucap edwar dengan jiwa jomblo yang meronta-ronta.


“Syirik aja lo”ucap Ervan sambil terus memeluk sang kekasih.


“Lebih baik kita keluar aja”ucap Nathan dengan mode datarnya berjalan keluar dari uks.


“Kak Nathan mau aku peluk juga?”tanya Lisa sambil tersenyum kuda penuh harap.


“Maunya elo”ucap Rizky yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan mereka.


“Biarin wle”ucap Lisa berjalan mengikuti Nathan keluar dari uks.


“Yaudah kita balik aja, lagian bentar lagi masuk kelas”ucap Ervan sambil melihat ke arah jam waktu masuk kelas selanjutnya.


“Iya kak”ucap kayla seraya bangun dari tidurnya.


“Mau Kakak gendong?”tanya Ervan yang merasa khawatir.


“Kakak itu aneh yang sakit kan bibir aku tapi kenapa malah di gendong”ucap kayla yang merasa heran akan tingkah Ervan


“Iya iya kakak lupa”ucap Ervan sambil tersenyum malu.


“Yaudah kak biar kayla sama aku aja”ucap stefanie sambil berjalan bersama kayla.


“Tungguin gue”ucap Rizky berjalan di belakang kayla dan stefanie

__ADS_1


“Yaudah gue duluan”ucap edwar seraya keluar dari uks disusul oleh Ervan dan nasya.


**


Di tempat lain tengah ada dua orang siswa yang yang lagi dan lagi ribut sehingga pekerjaan tak kunjung selesai.


“Gara-gara loe sih”ucap Reynad sambil menahan emosinya.


“Apa? Loe yang duluan bikin gue marah, loe gak sadar?”tanya Kevin yang tengah menyapu


“Belum juga gue rebut kayla”ucap Reynad sambil terus mengepel lantai yang lumayan kotor.


“Berani loe deketin dia, loe tinggal nama”ucap Kevin yang tengah menahan emosi.


“Loe itu hanya omong kosong Vin, sedari dulu loe selalu saja bicara seperti itu tapi nyatanya tidak”ucap Reynad yang mulai memanas-manasin Kevin.


“Kalau loe berani deketin kayla gue gak akan buat loe tenang, dan gue akan kejar kemana pun loe pergi”ucap Kevin dimana dia tengah merasa emosi


”gue tunggu ucapan loe, gue bakalan rebut kayla apapun yang terjadi”ucap Reynad seraya tersenyum sinisnya.


“Berani lo”ucap Kevin seraya berlari menghampiri Reynad yang tengah mengepel. Tapi apa daya dia tidak melihat bahwa itu baru di pel oleh Reynad dan akhirnya bruggg Kevin terjatuh.


“Sial”gumam Kevin merasa kesakitan.


“Haha makannya loe jangan berani sama gue”ucap Reynad sambil tertawa puas dilanjutkan berjalan tapi apa daya entah dia lupa tapi Brugg dia juga terjatuh.


“Sial awas aja loe”ucap Reynad dengan nada marahnya.


“Haha makanya loe jangan berani-berani sama gue”ucap Kevin seraya bangkit dan berdiri lalu berjalan meninggalkan lantai yang licin itu.


Tapi tak lama pak Asep datang untuk mengontrol pekerjaan mereka apakah mereka berantem lagi atau mereka benar melakukan pekerjaannya.


“Kalian bapak suruh beres-beres malah bikin kacau”ucap pak Asep yang tengah kenaikan tangannya


“Dia pak duluan”ucap Kevin yang tak mau disalahkan.


“Dia duluan pak”ucap Reynad menunjuk ke arah Kevin.


“Kevin kamu bersihkan aula ini dan Reynad kamu sapu lapangan basket”ucap pak Asep dengan tegas


“Tapi pak”ucap Reynad


“Tidak ada tapi-tapi an cepat kamu bersihkan lapangan kalau tidak kalian jangan pulang”ucap pak Asep mengancam


“Baik pak”ucap Reynad yang mau tidak mau harus mengikuti perintah pak Asep apalagi dia murid baru harus nurut, Reynad pun berjalan keluar dari aula menuju ke lapangan untuk membersihkan lapangan

__ADS_1


***


Di dalam kelas tidak terasa bel sudah tanda nya pulang para siswa berhamburan keluar setelah guru berpamitan, pulang adalah hal yang paling di tunggu-tunggu selama sekolah sehingga para siswa tidak sabar untuk pulang.


“Kita mau balik atau mau nyamperin Kevin?”tanya edwar yang masih terduduk di kursinya.


“Kalau kata gue lebih baik samperin dia dulu, loe gak tau kan gimana mereka, gimana kalau mereka berantem lagi”ucap Nathan yang berdiri dari tempat duduknya.


“Oke baiklah”ucap Ervan dengan nada dinginnya.


“Pulang sekarang yang”tanya nasya sambil menghampiri Ervan


“Enggak nyamperin dulu Kevin di aula”ucap Ervan sambil berdiri menenteng tas nya.


“Rose mau pulang sekarang?”tanya nasya dimana Rose sudah berdiri.


“Gue mau lihat dulu Kevin”ucap Rose


Mereka pun berjalan menuju aula dimana Kevin sedang membersihkan aula.


**


Di aula ternyata sudah ada kayla, lisa, stefanie dan Rizky yang tengah menghampiri Kevin membersihkan aula.


“Kak ini membersihkan aula atau ngapain sih kok gak beres-beres dari tadi?”tanya stefanie yang melihat aula masih belum beres juga.


“Lo gak lihat aula ini luas banget, gue gimana bersihinya”ucap Kevin sambil mengusap keringatnya.


“Kakak lebih baik minum dulu haus kan?”tanya kayla sambil memberikan minuman kepada Kevin.


“Makasih, tau aja kakak haus, oh yah luka kamu gak apa-apa kan? Maafin kakak”ucap kevin yang merasa bersalah.


“Gak apa-apa kok kak”ucap kayla sambil membersihkan keringat di keningnya kevin.


Ervan dan teman-temannya sampai di aula dengan pemandangan membuat jomlo meronta-ronta melihat kayla dan kevin yang tengah bermesraan.


“Lo lihat kan kevin sama kayla gak bisa di pisahin”ucap edwar seraya melirik Rose


“lagian lo yang salah dulu ninggalin kevin”ucap Nathan dengan wajah datarnya.


“Berani lo ganggu kayla, hidup lo gak akan tenang”ucap Ervan seraya terus berjalan


“Kalian gitu banget sama gue, gue kan teman kalian”ucap Rose dengan wajah yang terasa kesal.


“Loe tuh dulu teman kita saat lo ninggalin kevin lo bukan sahabat kita lagi”ucap Nathan dengan juteknya.

__ADS_1


“Gue pasti dapetin kembali lo Vin, gue gak akan Biarin loe bahagia sama perempuan kampungan itu”gumam nasya sambil tersenyum sinisnya.


__ADS_2