Jakarta love Story

Jakarta love Story
225


__ADS_3

Melihat ayahnya hanya diam saja kayla pun tidak dapat bertanya apapun dan mereka kembali ke kantor karena memang ada beberapa urusan yang harus mereka selesaikan.


Kayla yang berada di ruangannya masih saja berpikir bagaimana agar pak David setuju dia menjadi penanggung jawab proyek ini karena kayla tidak ingin mengecewakan ayahnya, ia yang ingin membahagiakan orang tuanya walaupun dengan hal apapun selagi hal itu baik.


“Kayla”panggil stefanie


“Kayla Hey”panggil Rizky yang dimana melihat sahabatnya hanya bengong saja.


“Eh iya, kalian ngapain kesini?”tanya kayla yang melihat kedua sahabatnya itu ada di ruangannya.


“Kita bosen aja kay, lagian lo bukannya kerja malah bengong aja”ucap Rizky yang duduk di sofa.


“Sorry aku lagi banyak pikiran Ky”ucap kayla sambil memegang jidatnya karena dia yang juga pusing memikirkan harus bagaimana.


“Iya lo kenapa sih kay? Bukannya lo harusnya seneng yah kan lo udah jadi bisnis women apalagi lo yang masih muda udah mau memimpin proyek bagus”ucap Stefanie yang dimana dia tau bahwa sahabatnya akan menangani proyek bagus.


“Yang lagi aku pikirin itu Fanie, ternyata yang jadi fatner kerja nya pak David dan pak David bawa kak Kevin”ucap kayla menjelaskan.


“Yah terus kenapa? Lo gak bisa move on dari kak Kevin?”tanya Rizky dengan spontan.


“Bukan seperti itu Ky, yang aku sedih dan kecewa adalah karena pak David menolak aku untuk ikut berganbung dalam proyek ini. Padahal kan proyek ini yang udah aku siapkan dan papah dari jauh-jauh hari, yah walaupun aku belum lulus tapi aku yakin kok kalau aku mampu”ucap kayla menjelaskan.


“Om David memang begitu kay, jangan heran dia orang yang selalu ingin sempurna dan selalu memang dan pasti om David gak mau lah berurusan dengan kamu yang belum lulus kuliah”ucap stefanie yang tau bagiamana pamannya bersikap.


“Tapi kan gak begitu juga Fanie, kayla kan orang yang pintar dan juga cerdas gue yakin dia akan mampu”ucap Rizky yang tak ingin sahabatnya di perlakukan begitu.

__ADS_1


“Iya sih, tapi kan kay, gue coba suruh papah aja yah buat bujuk om David semoga aja dia mau mengubah keputusannya”ucap Stefanie yang mudah-murahan aja om nya mendengarkan apa ucapan dari papahnya.


“Maaf menganggu sebentar, nona kayla ada pak Kevin yang ingin bertemu”ucap sekertaris ayahnya tersebut.


“Kevin? Ngapain dia kesini?”tanya Rizky yang baru mendengar namanya saja dia sudah kesal.


“Entahlah aku gak tau, kalian tunggu disini dulu yah, aku kedepan dulu”ucap kayla yang berjalan keluar dari ruangannya.


“Gila kayla semakin berdamage aja pake baju rapih”ucap Rizky yang kagum dengan sahabatnya itu.


“Namanya juga pembisnis Ky, yah harus rapih lah mana mungkin seperti pakaian yang kita pakai ke kampus”ucap stefanie yang tak habis pikir dengan pemikiran sahabatnya itu.


Kayla yang berjalan ke ruang tunggu dan disan sudah ada Kevin yang duduk sambil memainkan handphonenya.


“Ada apa kak?”tanya kayla yang datang menghampiri Kevin.


“Kayanya gak ada yang perlu kita bicarakan kak. Semua nya udah selesaikan”ucap kayla karena dia takut kalau sampai Kevin membahas hubungan di antara mereka dan walaupun tidak da Reynad tetapi kayla merasa bersalah kalau harus berbicara dengan Kevin.


“Gue gak akan berbicara masalah pribadi, gue hanya mau bicara masalah pekerjaan aja”ucap Kevin yang dimana dia akan mencoba melupakan kayla walaupun sangat sulit.


“Yaudah. Duduk dulu pak Kevin”ucap kayla agar terlihat sopan.


Mereka berdua duduk di kursi yang ada di lobi karena kalau Kevin di bawa ke ruangannya disana sedang ada Rizky dan Stefanie yang malah akan semakin panas suasananya.


“Sebelumnya gue cuman mau minta maaf atas sikap bokap gue yang udah keterlaluan udah meremehkan lo dan gue janji gue akan mencoba membujuk bokap agar mau bekerja sama dengan lo”ucap Kevin yang merasa bersalah.

__ADS_1


“Kayanya masalah itu gak perlu di bicarakan, apalagi pak Kevin yang meminta maaf kepada saya karena wajar saja apabila pak David tidak mendukung saya”ucap kayla yang terdengar tegas.


“Kay lo kenapa sih bersikap begini”tanya Kevin yang sikap kayla terlihat berbeda dari biasanya.


“Maksud pak Kevin gimana yah? Iya pak Kevin gak usah minta maaf, dalam hal bisnis memang wajar ini terjadi dan pak Kevin jangan merasa bersalah juga”ucap kayla dengan tegasnya.


“Gue cuman takut lo sakit hati atas sikap bokap gue, itu sebabnya gue minta maaf”ucap Kevin yang terbawa suasana.


“Kayla gak apa-apa kok, lagian udah hal biasa kan orang tua pak Kevin seperti itu”ucap kayla yang malah membahas masalalu di antara mereka.


“Kay gue minta maaf yah, kalau lo merasa sakit hati karena keluarga gue yang bersikap seperti itu. Dan maaf juga kalau gue memang ada salah dan maaf gue yang udah ninggalin lo, tapi gue gak bermaksud untuk ninggalin lo”ucap Kevin yang malah membahas masalah pribadi.


“Udah kak, jangan pernah bahas itu lagi”ucap kayla yang marasa kecewa dan sedih ketika memikirkan itu karena dalam hatinya masih tetap tersimpan nama Kevin.


**


Sedangkan Reynad yang berada di rumah sakit tampak sangat bosan karena sudah beberapa hari dia berada di rumah sakit dan ingin rasanya dia pulang. Dan menurut dokter hari ini dia sudah boleh pulang karena kedaanya membaik tetapi ia yang harus rajin kontrol kedokter apabila kedaanya tidak stabil lagi.


“Rey kamu udah rapih aja mau kemana?”tanya Bu Amelia saat anaknya sudah terlihat segar dan rapih.


“Mau ketemu kayla mah, Reynad udah kangen sama kayla”ucap Reynad sambil merapihkan pakaiannya


“Tapi Rey kamu baru aja pulang dari rumah sakit, lebih baik istirahat dulu”ucap Bu Amelia karena khawatir kepada anaknya tersebut.


“Mah Kevin udah kangen sama kayla dan kayla juga pasti khawatir sama Reynad mah, please izinin Reynad buat ketemu kayla yah mah”ucap Reynad memohon karena dia yang rasanya tak sanggup apabila dia berjauhan dari kayla apalagi dia yang sudah tidak bertemu kayla cukup lama.

__ADS_1


“Yaudah deh. Tapi kamu hati-hati yah. Dan jangan dulu bawa mobil kamu naik taxi aja yah”ucap Bu Amelia.


“Iya mah, makasih yah, Rey pergi dulu”ucap Reynad yang berpamitan lebih dahulu meninggalkan ibunya yang masih beres-beres perlengkapan pulang mereka, Bu Amelia yang melihat anaknya tampak bahagia ketika bertemu kayla dan menjadi rasa syukur juga untuk Bu Amelia karena Reynad menemukan perempuan yang mampu membuatnya bahagia walau tak pernah tau sampai kapan Reynad mampu bertahan.


__ADS_2