
Mereka pun terdiam sejenak dan pak Farhan ingin memikirkan bagaimana caranya agar perusahaan ada yang mengurus kedepannya karena baginya perusahaan itu adalah awal gimana ia menjadi seperti sekarang ini.
“Kayla?”tanya pak Farhan yang sedari tadi hanya terdiam saja.
“Ia pah”ucap kayla yang kaget karena tiba-tiba ia yang di tanya oleh pak Farhan.
“Kamu mau kuliah jurusan apa?”tanya pak Farhan memastikan keinginan kayla agar ia dapat mempersiapkan apa yang akan mereka lakukan.
“Kayla belum memikirkan kesana pah”ucap kayla yang ia bingung harus menjawab apa karena takutnya jurusan yang akan ia inginkan tidak sesuai dengan apa yang pak Farhan dan Bu wulan inginkan.
“Kalau kamu mau nerusin bisnis papah dan kuliah sesuai untuk bisnis papah. Papah akan mengijinkan Ervan untuk kuliah jurusan televisi dan film”ucap pak Farhan yang ia pikir di salah satu anaknya harus ada yang melanjutkan bisnisnya entah itu Lisa, kayla atau pun ervan, karena bagi pak Farhan ia tidak membeda-bedakan antara kayla dan yang lainnya intinya semuanya sama apalagi ibunya kayla yang sudah mereka anggap keluarga.
Kayla berpikir sejenak antara bingung dan bagaimana tapi ia juga menyayangi Ervan dan tak ingin melihat Ervan yang kuliah bukan jurusannya dan cita-citanya yang terhenti karena orang tuanya.
“Kalau kayla, yang menurut kalian baik kayla akan ikutin”ucap kayla dengan mantap ia akan mengikuti apa yang pak Farhan suruh sebagai tanda terima kasih karena telah menjaga ibunya dan ia.
“Kamu gak merasa keberatan sayang?”tanya Bu wulan yang merasa tidak tega kalau harus kayla yang menanggung itu semua.
“Enggak mah”ucap kayla dengan yakin.
“Kay, kamu gak apa-apa kan?”ucap Ervan yang merasa bersalah akan kayla yang harus menanggung beban yang harusnya ia pikul sebagai seorang laki-laki dan kakak tertua.
“Enggak kok kak, lagian kayla bisa bekerja dan belajar apa aja”ucap kayla yang ia akan berusaha untuk belajar dan bekerja walaupun tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan karena yang memang sudah biasa ia melakukan pekerjaan seperti itu, karenanya semua sama saja asal halal.
“Yaudah jadi papah putuskan Ervan kamu bebas mau kuliah jurusan apa saja dan kalau kamu berubah pikiran bilang sama papah”ucap pak Farhan yang membebaskan Ervan untuk memilih karena kayla yang sudah setuju untuk melanjutkan bisnisnya.
__ADS_1
“Yaudah kalian ke kamar dan mandi, setelah itu turun untuk makan malam”ucap bu wulan karena waktu menunjukkan petang tandanya malam akan segera datang.
“Yaudah mah, pah, kayla ke atas dulu”ucap kayla beranjak dari tempat duduknya.
“Lisa juga ke atas yah”ucap Lisa beranjak dari duduk ya dan berjalan menuju ke kamarnya bersama dengan kayla.
Mereka memasuki kamarnya masing-mading dan kayla pun terduduk di ranjangnya sambil membuka handphonenya mencoba mengecek apakah ada balasan dari Kevin tetapi nihil tak ada balasan saru pun dari dia. Kayla yang merasa khawatir pun terus mengirim SMSnya, begitu pun dengan stefanie yang tidak memberikan kabar tentang keadaan Kevin.
Setelah duduk termenung beberapa lama kayla pun berjalan menuju ke arah kamar mandi, ia ingin membersihkan badannya yang terasa lengket dan takut nanti di panggil untuk makan malam.
Tak lama setelah itu kayla akhirnya beres dan ia segera memakai pakaiannya tetapi ia yang masih memikirkan Kevin akhirnya ia menelpon stefanie untuk menanyakan keadaan Kevin.
Telpon pun di jawab oleh stefanie tetapi bukan kabar baik yang ia dengar, kabar yang mungkin sangat ia tidak ingin dengar dan bahwa Kevin meninggalkan negara ini dengan tidak pamit sama sekali akan dirinya serta tidak mengetahui alasan ia pergi kesana.
“Kay ayo makan”ucap Lisa sambil mengetuk-ngetuk pintu kamarnya kayla yang tak kunjung keluar.
“Ia lis, duluan aja”ucap kayla dengan isak tangisnya mencoba untuk menahan kesedihan ini tapi itu tak mampu karena hatinya begitu sakit. Ia tak masalah Kevin pergi jauh tapi setidaknya ia pamit terlebih dahulu.
“Yaudah gue duluan”ucap Lisa yang turun ke lantai satu menuju ke ruang makan untuk makan malam dan disana sudah ada orang tuanya dan Ervan yang menunggu.
“Kayla mana?”tanya Ervan yang tidak melihat kedatangan kayla.
“Katanya duluan aja”ucap Lisa sambil duduk di kursinya.
“Kita makan duluan aja, nanti kayla nyusul”ucap Bu wulan.
__ADS_1
Dan mereka pun makan malam, tetapi sampai waktunya selesai makan kayla tak kunjung turun dan membuat semua orang khawatir.
“Mah kayla belum turun juga coba panggil”ucap pak Farhan yang merasa khawatir akan kayla.
“Yaudah mamah ke atas dulu, kalian lanjutkan dahulu makannya”ucap Bu wulan ia beranjak dari dudunya dan melangkah menuju ke lantai atas untuk memeriksa kayla.
“Kay ayo makan”ucap Bu wulan sambil mengetuk pintu kamar kayla dan tak kunjung keluar juga.
“Mamah masuk yah sayang”ucap Bu wulan, ia masuk ke kamarnya kayla karena tak kunjung keluar dari kamarnya dan Bu wulan merasa khawatir.
Tapi siapa sangka saat Bu wulan masuk ke dalam kamar kayla, kayla tengah tertidur dengan mata yang sedikit sembab, Bu wulan tidak membangunkan kayla karena ia berpikir bahwa kayla lelah dan mengantuk sehingga ia hanya menyelimuti kayla saja dan keluar dari kamarnya kayla karena takut kayla terganggu.
Bu wulan yang sudah kembali ke meja makan tapi tidak bersama dengan kayla, mereka semua bertanya-tanya.
“Kayla mana mah?”tanya Ervan melihat mamahnya yang hanya kembali sendirian.
“Kaylanya tidur pasti dia kecapean”ucap Bu wulan yang kembali duduk dan makan.
“Kenapa gak di bangunin mah? Kayla kan belum makan malam”ucap pak Farhan.
“Biarin aja pak, kasihan kayla dan kalau laper kayla akan bangun nanti, mamah gak mau mengganggu kayla”ucap Bu wulan ia tak tega membangunkan kayla, toh menurutnya kalau kayla lapar nanti malam ia bisa makan.
“Iya pah Biarin aja, kasihan kayla kecapean dan dari kemarin-kemarin dia mempersiapkan segala sesuatu tentang osis”ucap Lisa yang dimana kayla memang kurang istirahat karena kebanyakan rapat osis dan belajar.
“Ya sudah kalau begitu. Setelah selesai kalian ke kamar kalian. Jangan lupa belajar”ucap pak Farhan yang ia selalu menerapkan sebelum tidur harus belajar terlebih dahulu.
__ADS_1