
Ervan sudah banyak pikiran selagi kemarin, masalah nasya yang masih marah pun sama dia belum juga selesai ditambah lagi hari ini masalah datang lagi, bagaimana pun dia harus jadi penengah antara kayla dan Lisa, tapi sebelum berbicara dengan kayla dan Lisa, Ervan lebih dahulu berbicara dengan Nathan. Diatas roftop mereka berkumpul ingin menanyakan aya yang sebenarnya terjadi.
“Jadi bagaimana cerita nya Nath, apakah itu editan”tanya Ervan dengan penuh kesabaran
“Itu bukan editan van itu nyata adanya, gue emang suka sama kayla saat pertama lihat dia waktu di kantin”ucap Nathan memberi penjelasan
“Loe gak tau kalau gue juga udah suka sama kayla”ucap Kevin dengan penuh emosi
“Sabar dulu vin, gue lagi bicara”ucap Ervan yang semakin pusing saja apakah ini yang namanya cinta segiempat
“Kayanya cinta segi empat dimulai, apakah akan terjadi peperangan”ucap edwar sambil ketawa bahagia
“Berisik loe”ucap mereka bersama-sama karena merasa edwar mengganggu pembicaraan serius diantara mereka.
“Tapi kayla jawab apa?”tanya Ervan memastikan
“Kayla belum jawab gue, saat gue nembak dia, dia langsung permisi”ucap Nathan
“Tandanya dia gak suka sama loe, dia sukanya sama gue”ucap Kevin dengan muka datarnya.
“Vin loe jangan dulu ngomong”ucap Ervan kesal Kevin terus saja memotong pembicaraan
“Terus ada siapa saat loe nembak kayla?”tanya Ervan
“Gue juga gak tau van, perasaan gue gak ada siapa-siapa”ucap Nathan menjelaskan
Tak lama bel berbunyi, Ervan mengajak sahabatnya untuk ke kelas nanti masalah Nathan dan kayla mereka berbicara pas pulang sekolah.
Mereka memasuki kelas, Silvi yang tengah melihat wajah mereka bertiga tersenyum akhirnya bisa merusak persahabatan mereka, setelah beberapa jam berlalu akhirnya istirahat. Mereka menuju kantin untuk makan siang sedangkan Lisa, Rizky dan stefanie menuju kantin, sedangkan kayla menuju ke roftop karena tidak mau Lisa kesal saat melihat wajahnya.
“Kayla kemana?”tanya Ervan kepada adiknya
“Gak tau”ucap Lisa
“Ki kayla kemana?tanya Ervan
“Gak tah kak, mungkin kayla ke perpustakaan”ucap Rizky
“Tumben kak nasya gak duduk bareng sama kak ervan apakah mereka berantem”gumam stefanie
“Gue gak ke toilet dulu yah”ucap Kevin seraya berjalan keluar kantin
“Oke”ucap edwar
“Tumben pasangan kekasih kita tidak duduk bareng”ucap edwar
“Berisik loe”ucap ervan
“Loe ada masalah sama nasya?”tanya Nathan
“Iya dia masih marah sama gue”ucap ervan
__ADS_1
****
Di roftop kayla sedang melamun sendirian lalu datang seseorang mengagetkan kayla
“Apaan sih kaget tau”ucap kayla dengan napas naik turunnya.
“Ngapain Kaka kesini?”tanya Kevin
“Ini tempat gue, loe lupa lagi?”jawab ervan, lagian loe ngapain disini mau bunuh diri?tanya Kevin
“Gue cuman mau nyari angin aja”ucap kayla, padahal kayla sedang bingung dengan masalah yang terjadi bagaimana nasib kedepannya persahabatan dia.
“Gue kira loe mikirin Nathan, emng loe suka sama Nathan?tanya Kevin meyakinkan
“Entahlah kak, pusing aku bahas percintaan terus”ucap kayla karena cinta bisa menghancurkan segalanya.
“Kalau loe bingung,loe mau gak jadi pacar gue?”tanya Kevin
“Gak usah drama deh kak, mau bikin tambah aku banyak masalah lagi”ucap kayla yang bingung dengan tingkah Kevin
“Loe gak sadar kalau gue suka sama loe”ucap Kevin
“Enggak kak jangan bercanda”ucap kayla sambil tersenyum
“Mau gue buktiin”ucap Kevin seraya mencium bibir kayla
“Kak Kevin ngapain sih?”ucap kayla yang sudah kedua kalinya Kevin mencuri ciumannya.
Kayla tidak menghiraukan ucapan Kevin, kayla berjalan keluar dari roftop menuju kelasnya, dan kayla memasuki kelas yang dimana sudah ada ketiga sahabatnya.
“Dari mana kay”tanya Rizky
“Cari angin Ki”ucap kayla seraya duduk dibangun bersebelahan dengan Rizky
“Lis Maafin aku, aku gak pacaran sama Ka Nathan kok?”ucap kayla
Sedangkan Lisa yang acuh tak acuh seakan tidak mendengarkan apa yang kayla ucapkan.
“Nanti saja kay, bicara nya kalau Lisa sudah mau bicara”ucap stefanie, dia juga bingung gak ingin persahabatannya dengan hancur karena laki-laki.
Tak lama pun ada guru yang masuk tanda pelajaran dimulai, guru menerangkan materi dengan seksama.
****
Dikelas XI,
“Dari mana loe Vin, katanya loe ke toilet”tanya edwar
“Iya gue mules”ucap Kevin
“Pasti loe sedih yah kayla keduluan ditembak oleh Nathan”ucap edwar sambil mengejek Kevin
__ADS_1
“Dasar wanita murahan, awas aja”gumam Silvi kepada kayla, karena heran apa bagusnya sih kayla.
Nasya yang melihat ke arah ervan
“Loe gak minta maaf sama gue karena loe sibuk ngurusin kayla”gumam nasya.”apa loe suka sama gue atau tidak sih van? Seakan-akan hanya gue yang suka sama loe”gumam nasya
“Gue pusing masalah percintaan, kalau gue lebih seneng jomblo, gak terlalu banyak masalah”ucap edwar
“Berisik”ucap Nathan.
Guru pun masuk ke kelas dan pelajaran di mulai, Kevin yang masih memikirkan kayla sama dengan Nathan. Sedangkan ervan yang biasanya fokus malah terlihat banyak masalah.
“Ervan ..ervan..”panggil Bu Sri
Sedangkan ervan tidak merespon apapun dia hanya berpikir bagaimana masalahnya akan selesai.
“Van loe di panggil Bu Sri”ucap edwar
“Iya Bu ada apa?”tanya ervan
“Kamu jangan melamun terus, fokus belajar”ucap Bu Sri karena tidak biasanya ervan seperti ini
Dan bel pulang pun berbunyi tanda pulang sekolah para murid berhamburan. Dan sekarang mereka berada diparkirkan
“Kak aku naik taksi aja”ucap lisa
“Memangnya kenapa?”tanya ervan
“Enggak apa-apa hanya panas aja di mobil Kaka”ucap Lisa.
“Kan mobil Kaka ada ac nya?ucap ervan
Sedangkan kayla yang mengerti bahwa sebenarnya Lisa enggan naik mobil bersama dia.
“Lis kamu pulang sama kak Kevin aja, aku naik angkot aja, lagian aku pengen beli buku dulu”kayla berjalan meninggalkan ervan dan Lisa
“Kamu jangan gtu dong lis”ucap ervan karena merasa gak enak terhadap kayla.
“Biarin aja, Lisa memasuki mobil dan melaju menuju rumahnya
Sedangkan Rizky dan stefanie gak tega melihat kayla yang pulang sendirian akhirnya menemani kayla.
“Kay loe mau kemana dulu”tanya stefanie
“Kayanya gue pengen nyari dulu udara segar fani”ucap kayla
“Lebih baik kita jalan-jalan tak jauh dari sekolah ini ada danau”ajak Rizky, yah rizky memang ingin menghibur kayla rizky gak mau sahabatnya bersedih
“Ita bener kay disana indah”ucap stefanie
Lalu kayla mengangguk tanda mau, sehingga mereka bertiga berjalan beriringan, stefanie mengerti bahwa cinta memang tak terduga dan cinta tak bisa di paksakan seberapa pun Lisa mendekati Nathan kalau Nathan cinta sama kayla apa yang harus diperbuat, stefanie tau rasanya cinta bertepuk sebelah tangan, tapi stefanie juga enggan meninggalkan kayla yang tengah bersedih sendirian.
__ADS_1