
Hari ini kevin berniat untuk bertemu dengan Rose Ia akan menjelaskan tentang hubungan mereka karena dia juga yang gak ingin kalau sampai Rose melabrak kayla lagi di kantor.
Kevin bertemu dengan Rose di tempat biasa mereka bertemu saat pacaran, tempat yang menjadi kenangannya bersama dengan Rose, Rose duduk di depannya kevin dengan tatapan penuh cinta mungkin dia berpikir bahwa kevin akan kembali menyatakan cintanya kepadanya.
“Rose, gue mau bicara”ucap kevin sambil menatap Rose yang berada tepat di depannya.
“Kamu mau bicara apa Vin?”tanya Rose dengan mata berbinar karena dia yakin kalau kevin akan mengungkapkan perasaannya.
“Rose, lo tau kan tempat ini tempat apa? Dulu kita sering datang kesini”ucap kevin sambil melihat ke kiri dan kekanan untuk melihat sisi cafe tersebut.
“Tau lah Vin, ini tempat kita jadian dulu”ucap Rose yang sudah tersenyum bahagia karena ia berharap kalau Kevin akan mengajaknya kembali kepadanya.
“Gue cuman mau bicara sama lo, hubungan kita gak bisa di perbaiki lagi Rose semuanya udah selesai gue harap lo lepasin gue dan biarkan gue bahagia”ucap Kevin yang mencoba berbicara dengan tenang agar Rose juga tenang.
“Gak Vin, hubungan kita masih bisa di perbaiki, lo tau kan orang tua kita udah restuin kita berdua jadi gak ada salahnya kalau hubungan kita lanjut terus”ucap Rose yang mulai emosi, ia melihat ke arah Kevin.
“Tapi Rose, cinta dan sayang gue hanya untuk kayla, gue harap lo ngerti Rose, karena hubungan dengan paksaan tidak akan bahagia”ucap Kevin mencoba menenangkan Rose, dia hanya ingin terhindar dari Rose dengan cara yang baik karena kalau dia tidak berbicara dengan Rose, Rose akan tetap mengaggunya.
“Tapi Vin, gue masih cinta sama lo Vin, jangan tinggalin gue”ucap Rose memohon dengan tangisannya.
“Maaf Rose, cinta gue hanya untuk kayla, gue harap lo ngerti”ucap Kevin yang berjalan meninggalkan Rose sendirian yang sedang menangis.
****
Tak terasa waktu satu minggu yang di berikan oleh pak Farhan akhirnya datang juga dan kedua orang tuanya Kevin masih belum memberikan restu kepadanya.
__ADS_1
Pak David dan istrinya sedang duduk di ruang makan hendak sarapan.
“Mah, pah, Kevin mau bicara”ucap Kevin yang duduk di depan ibunya dengan perasaan cemas dan juga gelisah.
“Bicara apa Vin? Kalau masalah kamu dan kayla maaf papah gak bisa restuin”ucap pak David sambil melihat ke arah anaknya.
“Iya Vin. Mamah sama papah gak akan restuin kamu, mamah harap kamu mengerti atas keputusan ini”ucap Bu liliana yang masih tetap dengan keputusannya, keputusan yang tak dapat di ganggu gugat lagi.
“Tapi mah, pah, Kevin cinta sama kayla, Kevin harap papah dan mamah pikirkan lagi”ucap Kevin memohon.
“Udah yah Vin, papah lagi gak mau bahas hubungan kalian”ucap pak David yang malah meninggalkan ruang makan.
“Iya Vin, ini udah jadi keputusan kita, mamah harap kamu mengerti”ucap Bu liliana juga yang meninggalkan sang anak sendirian.
“Pah apa kita restuin aja mereka, kasih pah kevin, lagian juga kita udah janji untuk merestui hubungan mereka”ucap Bu liliana yang mencoba membujuk sang suami karena dia sebagai ibu walaupun keras kepala dan ingin menang tapi dia merasa kasihan kepada kevin.
“Udah mah, kayla sama kevin gak cocok dan sampai kapanpun juga papah gak atas merestui hubungan mereka. Apa kata keluarga kita mah kalau sampai kevin menikah dengan anak yatim piatu dan miskin”ucap pak David dia yang tak ingin di pandang rendah oleh orang lain apalagi untuk calon menantunya harus yang terbaik.
“Tapi pah. Mereka saling cinta, awalnya mamah kira kevin hanya main-main sama kayla tapi makin kesini mamah jadi sadar bahwa kevin memang mencintai kayla dan kevin banyak berubah setelah bersama dengan kayla”ucap Bu liliana ia mulai sadar tak kala orang tuanya stefanie meyakinkannya bahwa kayla adalah yang terbaik untuk kevin.
“Cinta? Mah cinta gak akan pernah memberi segalanya, yang terpenting dalam hidup itu materi mah, papah ingin Kevin menikah dengan perempuan yang satu level dengan kita dan tidak membuat kita malu”ucap pak David yang masih tetap dengan keputusannya.
“Tapi pah. Kasihan Kevin”ucap Bu liliana membujuk sang suami.
“Gak ada tapi-tapi an mah, papah gak ingin mendengarkan apapun masalah Kevin dan kayla, papah harap mamah mengerti”ucap pak David yang meninggalkan istrinya dan masuk ke ruang kerjanya.
__ADS_1
***
Sedangkan di tempat lain kevin datang ke rumahnya kayla walaupun dengan rasa takut dan juga cemas karena ia yang tidak membawa orang tuanya tapi ia harus menghadapi pak Farhan dan meminta waktu kepadanya lagi.
Keluarga kayla yang baru selesai sarapan dan semua orang sibuk dengan urusan mading-mading dan hanya tersisa pak farhan dan juga Bu wulan yang tengah mememani sang suami membaca buku.
“Mohon maaf pak, di depan ada den kevin mau ketemu”ucap pak satpam yang menghampiri pak farhan.
“Suruh masuk saja pak”ucap pak farhan sambil menaruh buku bacaannya di meja.
“Baik pak”ucap pak satpam berjalan pergi meninggalkan pak Farhan san Bu wulan.
Kevin masuk ke dalam rumahnya pak Farhan dan menghadap pak farhan dan juga Bu wulan tapi dia tidak duduk di kursi tapi duduk di lantai karena ia akan memohon karena lagi dan lagi janjinya tidak ia tepati.
“Vin, duduk di atas”ucap Bu wulan yang merasa tidak enak karena kevin yang duduk di bawah.
“Enggak tante”ucap Kevin yang masih duduk di lantai dan hendak memohon.
“Ada apa Vin?”tanya pak Farhan membiarkan kevin duduk di lantai dan bertanya apa yang membut kevib datang kesini.
“Om, tante, kevin minta maaf, bukannya kevin tidak serius sama kayla tapi orang tua Kevin yang masih belum memberikan restunya om”ucap Kevin dengan Tatapan sedihnya dan merasa bersalah karena lagi dan lagi dia tidak menepati janjinya padahal pak Farhan dan kayla yang sudah berbaik hati menerimanya kembali.
“Maaf Vin, om gak bisa kasih waktu lagi dan om akan terpaksa menjodohkan kayla dengan orang lain”ucap pak Farhan dengan tegasnya.
“Om saya mohon om, saya cinta sama kayla om, saya minta waktu sebentar lagi”ucap Kevin yang menangis memohon agar pak Farhan bisa menunggu.
__ADS_1