Jakarta love Story

Jakarta love Story
Meminta Restu


__ADS_3

Kevin yang pulang ke rumahnya tetapi di rumahnya tampak sepi dan memang dia pulang cukup malam, Kevin berjalan menuju kamarnya dan ia berniat besok akan berbicara kepada orang tuanya bahwa ia akan melamar kayla.


Malam ini Kevin tak bisa tidur memikirkan bagaimana besok, iya yang bingung bagaimana caranya untuk meminta restu orang tuanya apalagi orang tuanya yang sangat menentang dirinya bersama dengan kayla.


“Kayla aku janji akan lamar kamu, kamu sabar yah”ucap Kevin sambil melihat photo kayla, sebenarnya ia sangat senang kayla menerima cintanya kembali hanya saja rintangan untuknya masih saja ada, ia harus menghadapi orang tuanya yang terkenal sangat sulit di bujuk.


Tiba lah esok pagi dimana orang tuanya Kevin telah bangun dan sudah duduk di ruang makan dengan pakaian yang rapi menunggu Kevin datang untuk sarapan bersama.


“Pagi mah, pah”ucap Kevin tidak semangat ia duduk di depan ibunya.


“Pagi, ayo sarapan”ucap pak David saat anaknya datang, mereka sarapan bersama-sama dengan tampak adanya suara Kevin juga mencoba berpikir bagaimana berbicara dengan orang tuanya, ia yang tidak nafsu makan dan hanya mengaduk-ngamuk makanannya saja.


“Vin, kenapa? Kamu lagi sakit?”tanya Bu liliana melihat anaknya yang aneh seakan ada hal yang di sembunyikan.


“Mah, pah, Kevin mau bicara serius boleh”ucap Kevin dengan pelan berusaha membuat orang tuanya tidak marah.


“Bicara apa sayang?”tanya Bu liliana sambil melihat sang anak yang terlihat serius.


“Kevin kembali lagi sama kayla mah”ucap Kevin memberanikan diri.


“Maksud kamu kembali bagaimana Vin?”tanya Bu liliana yang tak paham dengan ucapan sang anak.

__ADS_1


“Kevin balikan lagi sama kayla mah, pah”ucap Kevin mencoba tenang padahal dalam hatinya ia gelisah dengan perasaan campur aduk.


“Balikan? Vin apa kamu gak salah hah? Terus Rose bagaimana?”tanya pak David yang marah mendengar ucapan anaknya dan seketika ia menghentikan makannya.


“Pah, udah Kevin bilang berapa kali yah, Kevin gak pernah mencintai Rose dan sampai kapanpun juga Kevin hanya mencintai kayla dan Kevin hanya ingin bersama dengan kayla”ucap Kevin berusaha berbicara terus terang tak peduli ayahnya marah, yah dari tatapannya ayahnya sangat marah tapi ia juga yang tak bisa menunda apalagi pak Farhan juga hanya memberi waktu satu minggu untuk melamar kayla.


“Vin, kamu sadar Vin, kamu sama kayla itu gak satu level, mamah ingin kamu berjodoh bersama dengan orang terpandang bukan kayla anak yang gak jelas asal usulnya”ucap Bu liliana yang juga marah dengan ucapan anaknya yang lagi-lagi ia mencintai kayla.


“Mah, apanya sih yang gak jelas, kayla anak baik-baik dan masalah keluarganya kayla memang anak yatim piatu tapi dia punya kekuarga angkat yang mencintai dan menyayangi dia serta tidak membeda-bedakan dia dengan anak kandungnya pah, mah”ucap Kevin berusaha menjelaskan, walaupun ia tau tak akan segampang itu membujuk ayah dan ibunya.


“Tetap aja Vin, kayla itu Hanya anak sebatang kara tidak cocok dengan kita keluarga terpandang, sampai kapan pun kayla akan tetap mendapat julukan anak yatim piatu dari kelurga miskin, mau di taruh di mana muka papah di depan kelurga dan rekan bisnis papah Vin”ucap pak David yang berdiri dengan tatapan yang sangat marah.


“Pah, apa salahnya sih dengan jadi anak yatim piatu ? Tapi sekarang kayla udah menjadi pembisnis dan sama derajatnya sama kita pah”ucap Kevin berusaha membujuk sang ayah.


“Pah, jangan bicara begitu, pak Farhan tulus menjaga kayla dan juga menyayangi kayla, pak ayolah mohon restuin Kevin sama kayla yah lah”ucap Kevin yang berdiri dan duduk di lantai memohon agar sang ayah merestui dia untuk bersama dengan kayla.


“Vin, udah mamah bilang sampai kapan pun juga mamah dan papah gak akan pernah restuin kamu sama kayla, mamah hanya restuin kamu sama Rose”ucap Bu liliana yang ikut berdiri.


“Tapi pah, mah, Kevin gak cinta sama Rose, ayolah kalian ngertiin Kevin sekali ini aja pah, mah, Kevin udah berusaha sekuat dan semampu Kevin agar kayla kembali lagi sama Kevin tapi kenapa papah dan mamah gak merestuin dia”ucap Kevin yang sudah mulai berkaca-kaca ia yang sudah mulai prustasi karena lagi dan lagi ia harus banyak berjuang untuk mendapatkan restu orang tuanya.


“Iya Vin, pokoknya papah gak akan restuin kamu sama kayla, keputusan papah gak bisa di ganggu gugat”ucap pak David yang berjalan meninggalkan Kevin yang tengah terduduk di lantai.

__ADS_1


“Pah Kevin mohon pah”ucap Kevin yang melihat kepergian ayahnya.


“Mah ayo mah, bantuin Kevin mah, mah Kevin mohon ngertiin Kevin, kebahagiaan kayla hanya Kevin seorang mah tidak ada orang lain”ucap Kevin memohon semoga saja ibunya terbuka hatinya agar mau merestuinya.


“Maaf Vin, mamah gak bisa restuin kamu, mamah harap kamu mengerti dengan keputusan kita”ucap bu liliana pergi meninggalkan Kevin yang masih terduduk di lantai, Kevin yang sudah prustasi dan mencoba berpikir lagi bagaimana caranya agar ia mampu membujuk orang tuanya.


Di sela-sela ia tengah terduduk lesu dengan mata yang sembab karena menangis ia mendengar suara handphonenya berbunyi dan terlihat disana ada nama orang yanh sangat ia sayangi tapi Kevin tak bisa menjawabnya karena dia tak ingin kalau sampai kayl tau bahwa dia menangis, takutnya kayla khawatir kepadanya. Kevin berdiri kembali dan berjalan menuju kamarnya mencoba berpikir bagaimana caranya mendapatkan restu.


Sedangkan di tempat lain kayla tampak cemas karena Kevin tidak mengangkat telponnya, ia juga tau tak gampang untuk Kevin mendapatkan restu orang tuanya apalagi dari awal mereka memang tidak menyukai kayla karena kayla yang hanya anak orang miskin dan yatim piatu.


“Kay lo kenapa bengong? Ada masalah?”tanya Lisa yang duduk di sampingnya kayla yang terlihat bingung dan juga bimbang.


“Enggak ko, cuman mikirin kerjaan aja”ucap kayla berbohong ia tak ingin membuat orang lain khawatir.


“Mamah kayla, kok sekarang jarang main sama Arsen sih”ucap Arsen yang mendekat ke kursinya kayla yang tengah duduk di ruang makan menunggu semua orang siap untuk sarapan bersama.


”Mamah kaylanya sibuk sayang, hari ini kita main yah, nanti sore mamah kayla jemput yah”ucap kayla tersenyum karena memang belakangan ini ia jarang membawa Arsen jalan-jalan.


“Jangan bohong lo, nanti Arsen marah”ucap Lisa yang takutnya kalau kayla berbohong dan nantinya Arsen akan menangis.


“Enggak kok lis, aku janji bakal bawa Arsen jalan-jalan kok”ucap kayla tersenyum sambil mengusap rambutnya Arsen.

__ADS_1


“Terima kasih mamah kayla”ucap Arsen tersenyum dan gembira.


__ADS_2