
“Ah so sweet”ejeknya edwar tak kala Reynad berbicara seperti itu.
“Nath. Lo Diem aja dari tadi, kenapa?”Tanya Nasya yang melihat Nathan hanya diam.
“Jangan di tanya sya. Dia itu lagi mikirin Lisa kali”ucap edwar yang dimana ia tau tentang akal pikirannya Nathan yang pasti sedang memikirkan Lisa.
“Siapa yang mikirin Lisa, gue lagi banyak tugas aja ternyata jurusan kedokteran lumayan sibuk yah”ucap Nathan berusaha berbohong padahal ia mengingat Lisa, ia yang masih kesal karena Lisa yang bersama dengan laki-laki lain tadi pagi.
“Kalau lo suka Lisa, lo kejar Nath, jangan pura-pura bego dan berbohong terus”ucap Reynad menasehati Nathan.
“Udahlah jangan bahas, gue males, gue cabut”ucap Nathan yang berpamitan lebih dahulu karena ia yang merasa malas ketika sahabatnya yang terus saja berbicara tentang Lisa.
Yang lainnya hanya melihat Nathan yang pergi, dengan ter heran-heran.
“Yaudah gue duluan ada kelas”ucap Reynad yang berpamitan lebih dulu.
“Rey tunggu bareng gue, gue juga ada kelas”ucap edwar yang beranjak dari tempat duduknya dan pergi.
Mereka pun kembali ke kelasnya masing-masing-masing karena masih ada kelas.
**
Di Amerika sana Kevin yang sudah selesai dari kuliahnya pun tengah duduk di balkon kamarnya sambil melihat pemandangan yang penuh dengan gedung, ia kangen dengan kayla dan sahabatnya tetapi ia tak bisa pulang sebelum lulus kuliahnya.
“Hai sayang”ucap Rose yang datang-datang memeluk Kevin dari belakang.
“Apaan sih lo”ucap Kevin yang merasa kesal karena Rose tiba-tiba memeluknya.
“Gue itu tunangan lo, jadi bebas lah”ucap Rose yang masih berusaha untuk menggoda Kevin.
“Lo keluar dari kamar gue”ucap Kevin dengan marahnya.
“Gue gak mau Vin, gue kan tunangan lo jadi gue bebas buat masuk kamar lo”ucap Rose yang keras kepala ia yang masih tetap ingin bersama dengan Kevin.
“Keluar, ingat sampai kapanpun gue gak akan pernah jadi tunangan lo lagi”ucap Kevin mendorong Rose untuk keluar dari kamarnya.
“Sial, kapan sih Kevin balik lagi sama gue”ucap Rose yang sudah berada di luar kamar Kevin setelah ia di usir oleh Kevin, Rose pun berjalan menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Kevin yang berada di dalam kamar senantiasa memikirkan kayla akhirnya ia menelpon seseorang yang sudah ia tugaskan untuk memantau kayla karena ia yang tak bisa pulang dan lebih baik memantau kayla oleh orang lain.
“Gimana dengan kayla?”tanya Kevin kepada seseorang yang ia suruh untuk memata-matain kayla.
“Kayla sekarang sedang dekat dengan Reynad pak tapi belum jelas apakah mereka pacaran atau tidak”ucap seseorang yang memberikan informasi itu.
“Apa kamu gak salah?”tanya Kevin lagi karena ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
“Benar pak, saya lihat sendiri tiap hari kayla di jemput oleh Reynad”ucap seseorang itu.
“Yaudah baik kalau ada apa-apa kasih saya info”ucap Kevin ia ingin tau apa yang terjadi antara mereka.
Setelah mematikan telponnya Kevin terduduk dan memikirkan sesuatu apakah kayla benar-benar mengkhianatinya ataupun tidak.
“Sial gue gak percaya lo khianati gue kay”ucap Kevin ia merasa marah karena kayla yang mengkhianatinya dan malah berpacaran dengan laki-laki lain padahal ia baru di tinggal beberapa bulan saja.
“Awas aja Rey gue bakalan Rebut kayla kembali dan gak akan gue Biarin lo bahagia sama kayla”ucap Kevin dengan merasa kesal.
**
Sedangkan selepas kuliah Reynad yang hendak menjemput kayla, ia sudah tau bahwa kayla pergi ke tempatnya kerga dan tak jauh dari kampus tersebut.
“Jemput kayla”ucap Reynad yang menaiki motornya dan melajukan meninggalkan edwar yang tadi bertanya kepadanya.
“Dasar bucin”ucap edwar tak kala melihat Reynad yang melajukan motornya.
“Kak edwar yah”tanya seseorang menyapa edwar yang tengah berdiri sendirian.
“Iya, kenapa?”tanya edwar yang bingung karena tiba-tiba di datangi oleh seorang perempuan.
”ini kenalkan aku mila anak jurusan komputer juga satu kelas sama kamu”ucap mila yang tersenyum genit kepada edwar.
“Oh teman sekelas yah, senang bisa bertemu”ucap edwar yang kembali tersenyum.
“Boleh minta nomor handphonenya?”tanya mila sambil memberikan handphone kepada edwar.
Sedangkan stefanie hanya melihat itu semua, ia kebetulan hari ini datang ke kampus untuk menemui edwar yah walaupun sebenarnya ia ingin melihat perkembangan Ervan, jujur saja walaupun ia sudah berpacaran bersama dengan edwar tetapi hatinya tetap untuk Ervan seorang.
__ADS_1
“Hmm”ucap stefanie mendekati ke arahnya edwar dan mila.
“Stefanie”ucap edwar tak kala melihat stefanie yang datang menghampirinya.
“Dia siapa ed?”tanya mila dengan wajah tidak sukanya karena melihat edwar didekati oleh perempuan lain.
“Gue pacarnya, lo siapa?”Tanya stefanie dengan tegas.
“Beneran ed, lo udah punya pacar?”tanya mila sambil melihat ke arahnya stefanie dengan tatapan tak sukanya.
“Eumm, iya”ucap edwar yang menjawab dengan gugup karena ia yang merasa takut maklumlah bucin.
“Yaudah ayo sayang”ucap stefanie menarik tangannya edwar untuk masuk ke dalam mobilnya.
”ah gue kira dia jomblo”ucap mila tak kala melihat edwar yang di tarik tangannya oleh stefanie.
“Kalian kemana buru-buru?”tanya Ervan yang penasaran karena melihat edwar yang berjalan buru-buru dengan stefanie.
Ervan tidak di hiraukan oleh edwar dan stefanie mereka masuk ke dalam mobil dengan stefanie yang masih cemberut karena merasa kesal kepada edwar.
“Kamu kenapa sih cemberut?”tanya edwar heran karena stefanie biasanya tersenyum tetapi ini malah cemberut.
“Enggak”jawab stefanie dengan kesal, ia memasang sabuk pengamannya dan kembali cemberut lagi.
“Lo kenapa?”tanya edwar yang bingung, ia tidak tau mengapa stefanie bertindak seperti itu.
“Ayo jalan aja”ucap stefanie yang menyuruh edwar untuk menjalankan mobilnya dan bukan diam saja.
Edwar menjalankan mobilnya sambil melihat ke arah stefanie yang cemberut, ia tidak tau apa salahnya yang ia tau dan ia rasa ia tidak merasa bersalah atas apapun.
“Kamu kenapa sih sayang?”tanya edwar sambil terus menyetir ya ia ingin tau apa yang terjadi.
“Enggak”ucap stefanie dengan simpel.
“Aku punya salah apa bagaimana?”tanya edwar lagi. Sambil ia menepikan mobilnya untuk bertanya kepada stefanie apa yang terjadi.
“Bagus yah pertama kuliah udah dapat gebetan baru”ucap stefanie dengan tatapan marahnya.
__ADS_1
“Jadi kamu cemburu?”tanya edwar dengan tertawa bisa-bisanya stefanie cemburu dan mungkin ini adalah cemburu pertama stefanie selama mereka pacaran dan membuat edwar yang tersipu saja pertanda bahwa stefanie pun menyukainya.