
Kayla yang masih dalam perjalanan menuju ke rumahnya pun tampak gelisah ia senantiasa mengirim Chat ke Kevin tapi satu pun tidak ada yang Kevin balas dan tidak biasanya Kevin akan mengabaikan pesan dari dia.
“Kenapa kay masih mikirin kak Kevin?”tanya Lisa yang melihat ke arahnya kayla yang tampak sangat gelisah dengan raut wajah yang khawatir.
“Iya aku mikirin kak Kevin yang belum balas Chat aku”ucap kayla ia menunggu balasan dari Kevin.
“Santai aja kay, gue yakin kok kak Kevin gak apa-apa mungkin dia sibuk”ucap Lisa yang mencoba menenangkan kayla agar tidak mengkhawatirkan Kevin.
“Santai aja kay, lo baru pisah sama kak Kevin tiga jam juga udah kangen banget, sampai-sampai mukannya lo kaya gitu. Santai aja kak Kevin setia kok”ucap Rizky yanh melihat wajah kayla dengan penuh kecemasan dan rasa takut.
“Bukan gitu Rizky, aku juga yakin kok kak Kevin setia”ucap kayla yang mencoba menghilangkan rasa cemasnya dan ia juga sangat kesal dengan ucapan Rizky.
Dan tak lama akhirnya mereka pun sampai ke rumahnya dan segera turun dari mobilnya Rizky.
“Makasih Ky, mau mampir dulu”ucap kayla yang telah turun dari mobilnya dan basa-basi untuk mengajak Rizky padahal ia sangat enggan untuk berbicara karena ia yang ingin segera istirahat.
“Gak usah kay, Rizky cuman ngabisin makanan kita aja”ucap Lisa yang menarik tangannya kayla untuk masuk ke dalam rumahnya.
“Dasar punya sahabat gak ada otak”ucap Rizky dengan kesalnya tetapi memang ia saat masuk ke rumahnya Lisa hal yang akan ia cari adalah makanan Yah walaupun di rumahnya banyak makanan tetapi ia juga sangat suka makan di rumah Lisa karena menurutnya makanan di rumah Lisa sangat enak di bandingkan di rumahnya yang hanya makan sendirian karena ayah dan ibunya yang terus sibuk dan tidak ada waktu untuknya.
Kayla dan Lisa pun masuk ke dalam rumah tapi siapa sangka Bu wulan dan pak Farhan serta Ervan yang tengah berada di ruang keluarga yang tampak berbicara dengan serius.
__ADS_1
“Katanya kak Ervan ngantuk ini kok gak tidur”tanya Lisa yang melihat Ervan tengah duduk bersama dengan orang tuanya dan ia pun menghampiri bersama dengan kayla.
“Baru bangun”jawab Ervan dengan simpel nya dengan wajah yang terlihat kesal dan marah.
“Kalian udah pulang?”tanya pak Farhan yang melihat kayla dan Lisa.
“Udah pah”ucap kayla.
“Kalian duduk disini”ucap Bu wulan yang menyuruh kedua anaknya untuk duduk disana karena ada suatu hal yang harus mereka bicarakan tentang hal masa depan mereka.
“Ada apa mah?”tanya Lisa bingung yang pulang-pulang mereka malah di sidang oleh orang tuanya padahal tidak tau apa-apa, lalu Lisa pun melihat ke arahnya Ervan dan Lisa duga Ervan yang membuat masalah.
“Entahlah mah, Lisa belum memikirkan jurusan apa kedepannya, lagian kan masih lama ini Lisa kuliah”ucap Lisa yang memang belum terpikirkan untuk mengambil jurusan apa saat kuliah nanti dan yang ia pikirkan pun belum sampai sana.
“Kamu harus punya tujuan yang jelas Lisa”ucap pak Farhan yang marah karena anaknya yang menjawab dengan penuh candaan.
Sedangkan kayla hanya mendengarkan saja karena ia yang tidak akan berbicara kalau Bu wulan dan pak Farhan belum bertanya.
“Entahlah mah, kayanya Lisa pengen ngambil jurusan tata rias dan kecantikan pah, mah”ucap Lisa yang ia sangat cinta akan dunia make up dan tata rias dan ingin menjadi seorang ahli dalam bidang ini.
“Gak kamu, gak Ervan sama saja tidak ada yang papah bisa harapkan”ucap pak Farhan yang kesal akan kedua anaknya karena mereka yang mengambil jurusan tidak sesuai apa yang mereka inginkan.
__ADS_1
“Mah pah apa salahnya sih Ervan ngambil jurusan itu, selama ini Ervan selalu menuruti apa yang mamah dan papah suruh sampai Ervan mati-matikan untuk mendapatkan nilai bagus supaya papah dan mamah bahagia, dan hanya ini yang Ervan minta dari kalian”ucap Ervan yang ia selalu saja menuruti apa yang orang tuanya inginkan dan ia selalu bekerja keras agar mendapatkan nilai yang bagus dan tidak mengecewakan mereka.
“Van kamu harus berpikir kedepannya van, kalau kamu mengambil jurusan itu lalu bisnis papah siapa yang pegang”ucap pak Farhan yang memang kalau bukan anak-anaknya yang melanjutkan pekerjaannya siapa yang akan melanjutkannya.
“Benar van, mamah berharap kamu memikirkan kedepannya apa yang akan kamu butuhkan, dan kamu juga sebagai anak tunggal keluarga kita”ucap Bu wulan masih penuh harapan.
“Memangnya kak Ervan mau ngambil jurusan apa pah, mah?”tanya Lisa yang belum paham mengapa orang tuanya marah saat Ervan bilang akan mengambil jurusan yang Ervan inginkan.
“Kakak kamu ingin mengambil jurusan televisi dan film”ucap Bu wulan memberitahukan alasan mereka marah.
“Mah, pah, kalian gak bisa memaksakan kehendak kalian tentang hidup kita, kita juga punya berhak untuk memilih”ucap Lisa karena pada dasarnya anak itu berhak memilih dan tak seharusnya anak yang mengikuti apa yang orang tuanya inginkan.
“Bagaimana dengan bisnis yang sudah papah kelola ini Lisa, Ervan siapa yang akan melanjutkan”ucap pak Farhan sekali lagi, bukannya ia ingin mengatur anaknya tetapi kalau salah satu dari mereka yang tidak ada yang mengurus bisnisnya bagaimana akan sia-sia perjuangan dia untuk hal tersebut.
Mereka semua terdiam tidak ada yang berbicara, begitu pun dengan pak Farhan yang sangat bingung, ia juga tak ingin memaksa kehendak anak-anaknya hanya saja bisnisnya harus ada yang melanjutkannya.
“Papah sebenarnya ingin Ervan melanjutkan bisnis kita dan Lisa melanjutkan kuliah sebagai dokter”ucap pak Farhan dengan penuh harap.
“Pah, papah juga tau kan bagaimana dengan Lisa, Lisa hanya mempunyai otak yang sangat pas-pasan dan selalu mendapatkan nilai pun rendah dan satu-satunya hobby Lisa hanya make up pah”ucap Lisa yang dengan tegas ia menolak untuk menjadi dokter karena ia tau tentang kemampuannya.
Kayla hanya terus terdiam karena Bu wulan dan pak Farhan memang belum bertanya akan dirinya dan lagian ia berpikir kalau ia hanya sebatas anak angkat yang memang tidak punya hak untuk berbicara apapun yang ada ia harus merasa bahagia karena ia yang mempunyai keluarga yang sangat menyayanginya dan selalu menjaganya baik dalam ke adaan sehat atau sakit.
__ADS_1