
Saat di atas motor Lisa cenderung tersenyum bahagia karena akhirnya setelah sekian lama penantian dia bisa di bonceng oleh Nathan yah walaupun pernah tapi kali ini beda dia yang dengan ikhlas dan tidak menolak sama sekali, tidak seperti biasanya yang akan menolak dengan mentah-mentah.
Lisa memeluk Nathan dengan eratnya dan Nathan pun memang membiarkan itu terjadi, Nathan tidak berbicara sama sekali memilih diam, motor melaju menyusuri jalanan kota Jakarta dengan sinar lampu yang menyinari setiap jalanan, tak lama mereka sampai ke rumahnya Lisa
“Mau mampir dulu kak?”tanya Lisa tak kala Lisa turun dari motornya Nathan.
“Enggak, udah malem, gue duluan aja yah”ucap Nathan dab setelah itu dia menjalankan motornya tanpa melihat ke arahnya Lisa.
Lisa berjalan menuju ke arah rumahnya dengan perasaan yang campur aduk karena Nathan yang perhatian tetapi tetap saja dingin dan hubungan mereka yang masih tidak jelas.
Ervan yang sedang duduk di ruang keluarga bersama dengan kayla yang memang sudah duluan pulang.
“Gimana kencan sama kak Nathan?”tanya kayla yang dimana Lisa menghampiri mereka.
“Tidak ada perubahan”ucap Lisa sambil menghela napasnya dan duduk, memang hubungan mereka tidak ada perubahan sama sekali tetapi walaupun begitu setidaknya Nathan mau menemaninya menonton dan itu hal yang baru.
“Yaudah semangat berjuang”ucap kayla sambil tersenyum ke arah Lisa, dia tau apa yang Lisa rasakan tetapi dia juga gak akan bisa memaksa Nathan untuk mengungkapkan perasaannya.
“Nathan gak bilang apa-apa sama kamu?”tanya Ervan yang penasaran apakah Nathan menembak Lisa atau tidak.
“Enggak kak. Intinya kak Nathan masih belum ada perubahan”ucap Lisa yang semakin cemberut karena kakaknya dan kayla terus-terusan bertanya.
“Yaudah kalian ke kamar deh istirahat”ucap Ervan menyuruh kedua adiknya untuk istirahat karena ia pun merasa ngantuk.
Kayla dan Lisa pun berjalan menaiki tangga untuk menuju ke arah kamarnya, mereka langsung memasuki kamarnya masing-masing, sesampainya di kamar kayla merasa sedih karena lagi-lagi ia teringat akan Kevin tapi di depan semua orang dia berusaha menahan kesedihannya.
__ADS_1
Kayla memasuki kamar mandinya karena dengan begitu dia bisa menangis keras tanpa di dengar oleh orang lain, sakit hati iya, hancur iya, bagaimana bisa orang yang sangat dia sayangi dan percayai meninggalkannya.
Kayla yang sudah puas menangisi Kevin akhirnya ia keluar dari kamar mandi tapi betapa kagetnya sudah ada Lisa yang tengah duduk di ranjangnya.
“Kenapa di kamar mandinya lama?”tanya Lisa saat kayla keluar dari kamar mandi.
“Iya tadi aku sakit perut”ucap kayla berbohong karena ia tak ingin Lisa tau bahwa sedari tadi di kamar mandi dia menangis.
“Jangan bohong kay”ucap Lisa yang memang curiga bahwa kayla memang tidak BAB.
“Aku gak bohong kok lis”ucap kayla sambil tersenyum dan duduk di ranjangnya menghampiri Lisa.
“Yaudah deh”ucap Lisa menyudahi pembicaraan ini karena ia tau apapun yang terjadi kayla tak akan menjelaskan apapun.
“Aku gak bisa tidur kay. Aku masih mikirin kak Nathan”ucap Lisa dia tidak bisa tidur memikirkan Nathan yang masih saja cuek kepadanya.
“Kak Nathan masih gak ada perubahan yah”ucap kayla yang memang tadi Lisa pernah berbicara bahwa Nathan sama sekali tidak berubah dan membuatnya prustasi.
“Iya kay, aku mau tanya? Kenapa yah sama kamu Nathan perhatian banget, cara pandangnya pun berbeda”ucap Lisa yang dimana Nathan seakan berubah menjadi manis tak kala bersama dengan kayla dari yang biasanya cuek tetapi saat bersama kayla perhatian.
“Aku pun gak tau lis, aku yakin Nathan juga lama-kelamaan akan perhatian sama kamu, kamu hanya harus sabar saja”ucap kayla yang hanya bisa memberikan ucapan seperti itu tidak lebih.
“Tapi aku heran kenapa kak Nathan pas lihat kamu langsung jatuh cinta sedangkan lihat aku yang udah dari kecil tapi tetap saja hatinya tidak ada perubahan”ucap Lisa sambil menangis memikirkan bagaimana caranya agar Nathan menyukai dan mencintainya.
“Kalau menurut aku kak Nathan itu bukan gak suka sama kamu lis, hanya saja dia belum Sadar aja dengan perasaannya”ucap kayla berusaha menenangkan Lisa agar berhenti menangis.
__ADS_1
“Mungkin aja yah kay, makasih udah dengerin curhatan aku”ucap Lisa tersenyum karena ia merasa bahagia ada orang yang akan mendengarkan ceritanya kalau cerita kepada Ervan berbeda dengan perempuan.
“Yaudah ayo kita tidur udah malam, kamu tidur disini aja biar bisa tidur”ucap kayla karena ia tau bahwa lusa saat memikirkan sesuatu akan sangat sulit untuk tidur begitu pun ia yang ingin ada teman untuk tidur kalau tidak ia akan menangis semalaman karena memikirkan Kevin terus.
Mereka pun tertidur dan saling menguatkan satu sama lain walaupun Lisa tidak tau apa yang terjadi kepada kayla karena ia memilih untuk tidak bertanya kecuali kayla yang memberitahukan kepadanya.
**
Sedangkan di sana Kevin pun tetap memikirkan kayla makan dia tak nafsu apalagi kalau tidurpun tidak nyaman, dimana sampai sekarang dia tidak dapat menghubungi kayla karena nomor handphonenya yang tidak pernah aktif sedangkan nomor teman-temannya dia tidak ingat sama sekali karena dia yang cenderung malas mengingat kalau bukan hal yang penting.
“Vin kenapa bengong”ucap Bu liliana karena melihat anaknya yang terus saja bengong dan tidak pernah keluar dari kamarnya.
“Mah Kevin mohon mah, izinkan Kevin kuliah di Indonesia”ucap Kevin memohon kepada ibunya agar dia mengizinkannya untuk kuliah di Indonesia.
“Vin maaf, ini udah jadi keputusan mamah sama papah. Mamah berharap kamu mengerti dengan keputusan yang mamah ambil”ucap Bu liliana karena ia sekali mengambil keputusan kedepannya akan tetap seperti itu tidak dapat di ganggu gugat.
“Hai tante, Kevin”ucap Rose yang datang memasuki kamarnya Kevin tanpa permisi.
“Eh Rose ada apa?”Tanya Bu liliana tak kala Rose masuk ke dalam kamarnya Kevin.
“Tante boleh gak Rose ajak Kevin jalan bosen nih disini”ucap Rose ia merasa bosan karena sedari tadi hanya berdiam diri di kamar dan tidak keluar karena Kevin yang tidak keluar.
“Boleh sayang. Vin kamu siap-siap gih temenin Rose”ucap Bu liliana tersenyum, ia tetap berusaha agar Kevin dan Rose bisa menjalani hubungan yang seharusnya dan sesuai dengan apa yang ia inginkan.
“Ogah, lo pergi sendiri aja”ucap Kevin yang merasa enggan untuk pergi bersama sebab Rose, apalagi harus jalan berdua melihat wajah Rose di rumah aja membuatnya kesal dan marah.
__ADS_1