
Hari-hari telah berlalu dan sekarang adalah pengumuman kelulusan dan sebagai perpisahan sekolah juga, dan juga ini adalah hari terakhir mereka datang ke sekolahnya kecuali ada reuni kelas.
Kayla dan Lisa yang sudah bersiap-siap dengan pakaian yang rapih dan terlihat cantik dan membuat Bu wulan bangga akan anak-anaknya yang mampu untuk menyelesaikan sekolahnya dan Bu wulan juga berharap nilai anak-anaknya bagus dan dapat kuliah di kampus favorit.
“Ayo makan dulu sayang”ucap Bu wulan ketika melihat anak-anaknya yang malah merapihkan rambutnya.
“Iya mah bentar”ucap Lisa yang bercermin dan tak lama mereka pun duduk di kursi meja makannya yang disana sudah ada Ervan dan kedua orang tuanya.
“Kalau nilai kalian bagus kita liburan yah”ucap Ervan yang sudah janji kepada adiknya ia akan membawa mereka liburan sekaligus mempersiapkan fisik dan mental untuk kuliah nanti.
“Iya siap kak janji yah”ucap Lisa yang semangat karena dia yang yakin akan mendapatkan nilai bagus karena dia yang sudah berusaha dalam belajar, sedangkan kayla tidak berbicara karena menurutnya asal ia cepat lulus tidak apa-apa nilai kecil pun asalkan dia bisa segera kuliah sambil bekerja.
Mereka pun makan tanpa banyak berbicara karena hari ini pun pak Farhan ke kampus karena pak Farhan yang merupakan pemilik yayasan.
“Udah makannya?”tanya pak Farhan dimana dia akan mengajak kedua anaknya untuk ke sekolah bareng.
“Udah pah”ucap kayla dengan singkat.
“Kayla, Reynad jemput tidak?”tanya pak Farhan karena takutnya Reynad yang menunggu kayla.
“Enggak pah, kak Reynad ada urusan”ucap kayla karena memang Reynad yang sudah memberitahukan kepadanya bahwa hari ini ia tidak akan datang menjemput.
“Yaudah ayo berangkat, lis ayo”ucap pak Farhan yang sudah beranjak dari duduknya dan akan berjalan menuju keluar rumah, di ikuti oleh anak-anaknya dan istrinya.
“Hati-hati pah”ucap Bu wulan memberikan pesan.
__ADS_1
“Iya siap mah”ucap pak Farhan yang masuk ke dalam mobilnya setelah melambaikan tangannya kepada istrinya dan Ervan yang berada di sana.
Pak Farhan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang karena tak ingin anaknya kenapa-kenapa.
Sedangkan stefanie dan Rizky sudah sampai di sekolah lebih dulu karena mereka yang tidak tenang kalau belum melihat nilai ujian takutnya dia tidak akan ke terima di kampus ternama.
“Tumben Ky lo udah sampai aja”ucap stefanie karena biasanya dia yang terlambat.
“Iya gue gak sabar dong nunggu nilai keluar”ucap Rizky yang sedang tidak tenang hatinya memikirkan nilai ujian.
“Santai aja Ky, semoga aja kita lulus yah”ucap Stefanie dimana dia sudah berdoa agar dia lulus dan mendapatkan nilai yang bagus, agar dapat masuk ke kampus pilihan yang dia mau.
“Kalian udah sampai?”tanya Lisa yang baru saja datang bersama kayla.
“Iya dong, anak rajin gitu”ucap stefanie sambil tersenyum.
Acara demi acara pun telah di mulai dari pembukaan dan sambutan serta tak lupa juga pengumuman kelulusan dan nilai terbaik di antara para siswa, Alhamdulilah semua siswa mendapatkan nilai yang bagus dan lulus dan tak lupa sebagai nilai terbaik di dapatkan oleh Kayla Anatasya yang sudah tidak kaget lagi karena memang nilai kayla yang selalu terbaik.
Kayla menaiki panggung dengan memberikan sepatah dua patah kata dan tak lupa ia berikan ucapan terima kasih untuk pak Farhan yang merupakan ayah angkatnya kayla dan sekaligus orang yang telah memberikan beasiswa seperti ini, kalau tanpa pak Farhan kayla tak akan sampai sekolah di sekolah favorit dengan tidak memikirkan biaya sama sekali, dan dalam hatinya juga kayla sangat ingin memberikan rasa terima kasihnya kepada Kevin yang beberapa tahun telah bersamanya menghadapi suka dan duka yah walaupun mereka sudah tidak bersama lagi setidaknya kayla harus tetap berterima kasih.
Setelah itu acaranya selesai di sambut oleh orang tua dan keluarga serta teman terdekat memberikan selamat sebagai bentuk pujian dan dukungan.
“Selamat yah sayang”ucap Bu wulan yang datang menemui kedua putrinya yang baru saja lulus SMA.
“Makasih mah”ucap kayla yang terharu walaupun orang tua kandungnya sudah meninggal tetapi dia masih mendapatkan kasih sayangnya dari orang tua angkatnya.
__ADS_1
“Iya mah, maaf yang Lisa yang bisa mendapatkan nilai yang bagus seperti kayla”ucap Lisa yang merasa bersalah karena dia tidak sepintar kayla dan Ervan yang selalu mendapatkan nilai yang bagus.
“Gak apa-apa sayang, mamah seneng kok yang penting kamu udah berusaha”ucap Bu wulan yang selalu mensupport anak-anaknya.
“Kayanya kita jadi nih liburan”ucap Ervan yang datang spesial ke sekolah kedua adiknya dan untung saja hari ini jadwal kuliahnya di mulai sore karena dosennya yang sedang ada urusan.
“Asik”ucap Lisa tersenyum dan melepaskan pelukan dari ibunya dan memeluk sang kakak begitu pun dengan kayla. Rizky dan stefanie pun ke datangan ibunya karena ayahnya yang bekerja sehingga tidak bisa datang melihat anaknya.
“Reynad sama Nathan gak datang van?”tanya Bu wulan karena dia yang tau anak-anaknya sudah mempunyai pacar.
“Enggak mah. Kayanya mereka ada kelas”ucap Ervan yang asal menebak saja.
“Yaudah ayo pulang? Mau makan dulu di luar?”tanya Bu wulan kepada anak-anaknya.
“Papah gak ikut mah?”tanya Lisa karena mereka memang tidak melihat papahnya dan belum keluar dari sekolah.
“Papah masih ada urusan, rapat sama guru dan sekolah, lebih baik kita duluan aja takutnya kalian lapar”ucap Bu wulan yang selalu mementingkan anaknya.
“Mah kayanya Lisa lagi BM banget pizza”ucap Lisa yang memang Bu wulan tidak sering mengizinkannya makan fast Food sehingga dia harus meminta izin.
“Yaudah ayo kita makan, kayla kamu mau apa sayang?”tanya Bu wulan karena takutnya dia tidak suka makan pizza.
“Samain aja mah sama Lisa”ucap kayla yang tak banyak neko-neko.
Saat mereka tengah mengobrol dan sebentar lagi akan masuk ke dalam mobil datang rangkaian bunga yang besar dan boneka dan membuat semua orang melihatnya.
__ADS_1
“Beruntungnya orang yang dapat bunga itu”ucap Lisa saat pertama kali melihat bunga itu, dia yang juga berharap Nathan membawa bunga tetapi itu adalah hal mustahil baginya karena Nathan tidak akan pernah so sweet dan perhatian kepadanya.
“Lo mau bunga kaya gitu? Entar gue beliin yang lebih besar”ucap Ervan karena tau adiknya sedih ketika melihat itu semua, yang ia tau bahwa Nathan orang yang cuek dan tidak pernah memanjakan adiknya.