
Nabila yang mendengar semua itu dia merasa sangat kesal karena mendengar Reynad yang akan mengejar kayla, sehingga tidak ada kesempatan baginya lagi untuk mendapatkan Reynad.
“Lo kapan Ky punya pacar?”tanya edwar karena memang Rizky yang masih jomblo.
“Nunggu kak Nabila nerima cinta gue”ucap Rizky yang memang dia selalu saja gombal tetapi tidak ada perempuan yang pernah ia dapatkan.
“Ih ogah”ucap Nabila dengan wajah kesalnya karena di goda oleh Rizky.
“Jadinya lo mau Nabila apa Silvi?”tanya nasya yang dimana Rizky pernah menyukai Nabila dan selalu mengejar-ngejar Nabila saat SMA.
“Siapa aja yang jadi sama gue, tapi sekarang gue udah ngejar Nabila aja”ucap Rizky sambil cengengesan.
“Udah Ky, lo jangan ganggu hidup orang, lebih baik pulang aja yuk”ajak stefanie karena ia yang memang tidak selera untuk nonton karena memikirkan Lisa yang pergi begitu saja.
“Gak jadi nontonnya sayang?”Tanya edwar yang memang mereka berniat untuk nonton film tetapi malah jadi begini.
“Enggak, mau pulang aja pengen istirahat”ucap stefanie karena memang habis ujian membuat dia lelah dan ingin instirahat.
“Yaudah ayo pulang”ucap edwar yang dia juga tau kalau stefanie memang lelah.
“Ayo nas kita pulang juga udah sore, gue khawatir sama Lisa”ucap Ervan yang memang hatinya tidak tenang memikirkan adiknya yang pergi begitu saja.
“Yaudah van, aku boleh ikut?”tanya nasya yang dia juga khawatir kepada Lisa takut terjadi sesuatu antara Lisa dan Nathan.
“Gak usah, kamu pulang aja yah lagian Lisa gak akan mau ketemu banyak orang”ucap Ervan yang sangat perhatian kepada adiknya walau terkadang dia juga cuek nya minta ampun.
__ADS_1
“Yaudah kalau gitu, aku pulang aja”ucap nasya yang memang dia gak bisa berbuat apa-apa dan memilih pulang, walaupun hatinya masih ingin bersama dengan Ervan.
“Yaudah kita juga pulang kak”ucap stefanie yang beranjak dari tempat duduknya karena dia ingin segera pulang.
“Yaudah ayo, gue duluan yah”ucap edwar yang beranjak bersama dengan stefanie ia meninggalkan sahabatnya yang masih berada di sana.
Wajahnya stefanie sudah tampak lelah dan tak bersemangat, entah mengapa dia selalu seperti itu saat sahabatnya banyak masalah.
Nasya dan Ervan pun sudah pulang lebih dahulu karena memang Ervan yang ingin segera bertemu dengan adiknya.
“Kok gue di tinggalin”ucap Rizky saat melihat yang lain pulang lebih dahulu tanpa mengajaknya.
“Iya kok gue juga di tinggalin, ada pacar lupa sama temen”ucap Nabila cemberut karena yang lain pulang.
“Ah bang Ervan tunggu dong”ucap Rizky kesal.”kak Nabila mau nonton dulu gak sama aku”ucap Rizky basa basi dari pada dia yang pulang lebih awal dan bingung mau ngapain lebih baik dia mengajak Nabila nonton dan semoga aja Nabila mau.
“Nasib jomblo”ucap Rizky dengan wajah memprihatinkan dan ia pun pulang karena mana mungkin dia harus nonton sendirian di tengah
gempuran semua orang bersama pasangannya.
**
Kayla yang menghampiri Lisa dan benar saja dugaannya Lisa tengah menangis, selama ini Lisa sudah cukup sabar dengan semua perilaku Nathan yang selalu cuek kepadanya dan tidak pernah perhatian seperti orang lain.
“Lis istirahat yah jangan nangis terus”ucap kayla karena ia tak perlu bertanya karena ia sudah tau apa yang terjadi.
__ADS_1
“Kay gue mau nanya? Apa gue gak cantik yah, apa gue kurang baik yah, apa gue gak berhak untuk menerima cintanya Nathan sehingga Nathan yang selalu cuek sama gue”ucap Lisa sambil menangis.
“Lis, kamu adalah pacar terbaik dan kalaupun Nathan tidak perhatian bukan salah kamu itu salah kak Nathan lis”ucap kayla sambil memeluk Lisa yang menangis.
“Tapi kay, gue cape, gue ngerasa gak di hargai, gue sabar bukan hanya sebentar kay, gue udah lebih dari cukup untuk sabar menghadapi kak Nathan”ucap Lisa sambil terus menangis.
“Kalau kamu masih kuat dan sabar aku hanya bisa bilang jangan menyerah, aku yakin kedepannya kak Nathan akan berubah dan kalau kamu udah gak bisa sabar mungkin menyerah adalah pilihan terbaik”ucap kayla yang hanya bisa menasehati seperti itu, karena ia juga bingung, ia juga belum bisa mengobati hatinya sendiri tetapi sekarang dia harus berpikir bagaimana mengobati perasaan sahabatnya yang sudah dia anggap kakaknya sendiri.
“Makasih kayla, gue akan berpikir lebih dulu”ucap Lisa yang tak ingin mengambil keputusan dengan emosi, ia juga perlu memikirkan kedepannya karena ia yang takut ia akan menyesal apalagi mendapatkan Nathan bukan hal yang gampang perlu beberapa tahun sampai akhirnya dia pacaran.
“Yaudah kamu istirahat yah, aku juga mau istirahat”ucap kayla yang mengusap air matanya Lisa, dan dia pun beranjak dari ranjangnya Lisa dan berjalan menuju ke arah kamarnya karena ia juga ingin istirahat karena hari ini entah mengapa sangat lelah.
Kayla yang masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di ranjangnya sambil melihat handphonenya tetapi tidak ada satu pun pesan dari Reynad dan membuat dia aneh, karena tidak biasanya reyand tidak mengabarinya sejak pagi.
Kayla mencoba menelpon Reynad tetapi tidak aktif dan semakin membuat kayla cemas tetapi ia harus berpikiran yang positif bahwa tidak akan terjadi apapun kepada Reynad.
**
Sedangkan di sebrang sana, sudah tepat satu tahun dia meninggalkan tanah airnya, ia rindu dengan kayla dan sahabatnya tetapi ia tidak bisa pulang kerja memang paspor dan visanya di ambil oleh orang tuanya.
Sampai saat ini pun Rose masih saja tidak mendapatkan hatinya Kevin walaupun Tiap hari mereka bertemu seakan Kevin yang sudah tidak ada rasa lagi terhadap wanita tetapi Rose masih saja berusaha untuk bersama dengan Kevin karena Kevin adalah cinta pertamanya.
Rose melihat Kevin yang tengah berdiri di balkon kamarnya dan dia menghampiri Kevin dan memeluknya dari belakang dan tak lupa handphonenya untuk memotret agar terlihat bahwa dia dan Kevin pacaran dan terlihat bahagia.
“Apaan sih lepasin”ucap Kevin tak kala di peluk oleh Rose dari belakang.
__ADS_1
“Biarin aja, gue pengen peluk lo, lo apa gak tergoda sama gue”ucap Rose yang heran karena Kevin yang sama sekali tidak tergoda oleh dirinya padahal dia sudah berusaha mendeketi Kevin sekuat tenaga.
“Ingat, sampai kapanpun gue gak bakalan pernah tergoda sama lo, gue gak akan pernah cinta sama lo”ucap Kevin yang berusaha mendorong Rose darinya karena dia yang risih berhadapan dengan Rose.