Jakarta love Story

Jakarta love Story
Kelulusan


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu dan pembagian kelulusan pun di umumkan hari ini dan semua siswa kelas XII pun datang kesekolah untuk melihat apakah mereka lulus atau tidak.


Mereka tengah berkumpul di kelasnya masing-masing dan mungkin juga ini adalah hari terakhir mereka memakai seragam bakti bangsa dan kedepannya mereka yang akan berkuliah entah itu di luar negeri atau di dalam negeri.


Kayla yang merasakan gelisah apakah Kevin akan lulus atau tidak ia berdoa agar Kevin bisa lulus, sedangkan Ervan jangan di ragukan lagi karena menurut kayla Ervan yang yakin akan lulus bagaimana tidak ia yang merupakan anak terpintar dari angkatan tersebut.


“Kay lo kenapa gelisah begitu?”tanya stefanie yang melihat sahabatnya seakan tak tenang.


“Gue lagi berdoa semoga aja kak Kevin lulus”ucap kayla


“Santai aja, kak Kevin gak sebodoh yang lo pikirkan dia cukup pintar kok hanya saja yah begitu jarang belajar”ucap stefanie yang memang ia mengetahui karakternya Kevin dimana Kevin memang tidak pernah memikirkan ujian tetapi dari dulu nilai dia tidak pernah menjadi terbawah.


“Semoga aja”ucap kayla memohon dengan raut wajah yang memang gelisah.


“Santai aja kay, oh yah kay udah tau kak Kevin mau kuliah dimana?”tanya Lisa yang penasaran apakah Kevin akan kembali berkumpul dengan sahabatnya lagi seperti pas SMA atau ia yang berpisah.


“Belum aku tanyain, tapi di pernah bilang kalau ia akan kuliah di Universitas A”ucap kayla yang memang universitas itu adalah salah satu universitas terbaik di Jakarta dan Indonesia.


“Yah bagus deh berarti mereka gak akan terpisahkan sama dengan kita”ucap Lisa yang memang ia selalu berharap akan bersama-sama bersama temannya.


“Ngobrol apaan kok gak aja gue?”tanya Rizky yang menghampiri sahabatnya.


“Lagian lo menggoda cewek aja jadinya kan lupa kalau punya sahabat”ucap Lisa yang sedari tadi melihat Rizky yang tengah menggoda teman kelasnya.


“Namanya juga nyari jodoh, masa gue yang jomblo sendirian”ucap Rizky yang ia tidak mau menjadi jomblo saat nanti kelas XII sehingga ia semakin gencar mencari pasangan hidup.

__ADS_1


“Bukannya belajar mau kelas XII tuh, jangan mikirin pacaran aja”ucap kayla melihat sahabatnya yang ada-ada saja tidak ingin menjomblo, saat menjomblo saja sudah susah untuk belajar apalagi kalau mempunyai pasangan.


“Udah-udah tuh guru masuk”ucap Lisa dab benar saja Bu Ambar masuk kekelasnya dan seketika mereka terdiam karena takut disuruh mengerjakan soal atau disuruh berdiri di luar


**


Sedangkan di kelas Kevin dan teman-temannya sedang gelisah juga memikirkan apakah mereka lulus atau tidak dan membuat mereka menjadi tegang.


“Kalian tegang bawa Happy aja dong”ucap edwar yang melihat sahabatnya dengan wajah yang sangat tegang dan gelisah.


“Emangnya lo udah yakin lulus?”tanya Ervan yang melihat edwar seakan biasa-biasa aja dan tidak terlihat gugup sama sekali.


“Yakin dong lagian kalau gak lulus juga gak masalah malahan bagus biar tiap hari bisa bareng stefanie terus”ucap edwar dengan tersenyum.


“Dasar bucin”ucap Nathan tak kala mendengar dari ucapan sahabatnya itu bagaimana tidak ia rela tak lulus asal bisa tiap hari bersama dengan pasangannya.


“Pacaran itu nambah masalah aja”ucap Nathan yang menurut ia berpacaran akan menambah masalah apalagi laki-Laki yang memang harus mendengarkan apa kata perempuan dan kalau tidak mendengarkan si perempuan akan marah hal itu yang membuat Nathan enggan berpacaran.


“Nanti juga lo akan bucin pada waktunya, gue juga pernah berpikir bahwa pacaran memang ribet tetapi setelah gue bertemu dengan kayla gue sadar bahwa cinta itu memang indah”ucap Kevin yang tersenyum bahagia sambil menghalu.


“Udah-udah guru masuk”ucap Ervan yang melihat pak Asep membawa selembar an kertas masuk ke dalam kelasnya.


Pak Asep berbicara di depan umum mulai dari pembukaan dan yang lain-lainnya dan ia pun mengumumkan bahwa yang mendapat nilai tertinggi siapa lagi kalau bukan sang mantan osis yaitu Ervan.


Ervan pun merasa bahagia karena ia mendapatkan nilai yang memuaskan dan tidak akan mengecewakan orang tuanya walaupun orang tuanya yang tidak menuntut dia untuk mendapatkan nilai yang sempurna tetapi ia berpikir bahwa dengan ia mendapatkan nilai yang sempurna adalah salah satu bagian bahwa ia berbakti kepada orang tuanya.

__ADS_1


Dan yang lainnya lumayan dan mereka pun semua lulus tidak ada yang mengulang karena bagaimana tidak guru-guru memberikan banyak pembelajaran sebelum ujian meminimalisir bahwa siswa sekolah itu harus lulus semua.


Pak Asep setelah mengumumkan kelulusan pun keluar dari kelas dan saatnya mereka untuk berbahagia.


“Yang lo khawatirkan harapkan gak terjadi”ucap Kevin kepada edwar yang berharap bahwa ia tidak lulus agar ia bisa bersama dengan stefanie terus.


“Gak apa-apa, kalau gue lulus kan stefanie bangga juga sama gue”ucap edwar tersenyum.


“Lebih baik menurut gue lo jangan lulus aja deh Diem aja di sekolah ini, sekolah ini butuh penunggu kaya lo”ucap Nathan.


“Selamat sayang”ucap nasya yang datang mendekati ervan dengan memeluk erat ervan.


“Woy di kelas”ucap edwar yang melihat itu semua.


“Syirik aja”ucap Nasya yang ia selalu bangga akan ervan yang menjadi kebanggaan sekolahnya itu yah walaupun ia tidak dapat nilai tertinggi karena Nathan yang mendapatkan nilai kedua tertinggi bagaimana tidak Nathan yang sangat mati-matikan untuk mendapatkan nilai bagus agar masuk ke jurusan yang ia mimpikan.


“Kevin selamat yah dan semoga aja kita bisa satu kampus bareng”ucap Silvi menghampiri Kevin yang tengah duduk.


“Sorry gue gak mau satu kampus sama lo lebih baik gue gak kuliah”ucap Kevin dengan jijik nya karena merasakan kesal akan Silvi dan ia yang belum sempat untuk membalas Silvi.


“Dia gak mau satu kampus sama lo vi, dia mau nya bareng gue terus”ucap Rose menghampiri Silvi yang sedang berdekatan dengan Kevin.


“Gue gak bakalan mau sama kalian dan inget gue belum buat perhitungan sama kalian berdua”ucap Kevin yang marah dengan menunjuk mereka berdua.


“Udah Vin sabar jangan merusak suasana bahagia ini, kita harus bahagia dan lo lupakan kekesalan lo terhadap mereka”ucap Nathan yang mencoba menenangkan Kevin yang marah terhadap mereka berdua.

__ADS_1


“Tapi gue yakin Vin lo akan bersama dengan gue”ucap Rose dengan tersenyum karena memang ia yang telah merencanakan sesuatu untuk bisa terus bersama dengan Kevin selalu karena ia akan melakukan apapun untuk bisa terus bersama dengan Kevin.


__ADS_2