Jakarta love Story

Jakarta love Story
Tidak percaya Reynad


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu begitu pun dengan kehidupan mereka yang di penuhi dengan tangisan dan keraguan di antara satu dengan yang lainnya, dan sekarang dunia mereka mulai berbeda dan ada perubahan, dimana Ervan dan teman-temannya sekarang sudah mulai memasuki kuliah begitupun dengan kayla yang sudah menginjak kelas XII yang sebentar lagi pun dia akan ujian dan harus belajar lebih keras agar mereka dapat masuk ke universitas yang mereka impikan.


Pagi hari seperti biasanya di rumahnya Ervan sangar sibuk apalagi Ervan yang sudah bersiap-siap karena sekarang dia yang akan mulai masuk kuliah, sedangkan Lisa masih dengan keterlambatannya bangun yang membuat Ervan sang kakak menjadi kesal akan tingkah adiknya.


“Ngapain sih lama banget”ucap Ervan tak kala melihat adiknya yang baru saja sampai di meja makan disaat yang lain tengah makan.


“Namanya juga perempuan kak, pake make up dulu”ucap Lisa dengan wajah kesalnya karena lagi-lagi kakaknya yang selalu saja marah ketika dirinya terlambat padahal kan dia harus berdandan cantik agar dia bisa mendapatkan pacar.


“Lis, biasain dong bangunnya lebih pagi, kasihan kan kayla kalau harus nunggu kamu terus”ucap Bu wulan ia juga merasa bingung karena anaknya yang selalu saja bangun terlambat.


“Iya mah, lagian Lisa harus bersiap diri untuk memulai sekolah”ucap Lisa yang dimana ia harus selalu tampil dengan sempurna.


“Lis, kamu itu anak papah, pasti kamu cantik kok walaupun gak pake make up”ucap pak Farhan yang dimana memang pak Farhan cukup tampan walaupun terlihat sudah cukup menua.


“Papah bisa aja, iya dong anak siapa lagi”ucap Lisa sambil tersenyum bahagia.


“Udah-udah jangan ngobrol lis, nanti telat kasihan kan kayla sebagai ketua osis harus datang awal agar menjadi contoh yang baik untuk yang lainnya”ucap Ervan karena ia kesal sang adik bukannya Cepetan malah ngobrol.


“Iya iya kak”ucap Lisa yang segera mengambil makanannya.


“Non kayla ada den Reynad jemput”ucap bi inah tak kala menghampiri kayla yang sedang makan di meja makan.

__ADS_1


“Ngapain sih tuh orang jemput lo terus”ucap Ervan yang masih saja ia tidak suka kepada Reynad karena Reynad yang masih saja mendekati kayla.


“Rey jangan begitu, gak baik, masa lalu biarlah berlalu namanya juga manusia pasti punya kesalahan”ucap Bu wulan menasehati anaknya karena ia yang merasa kesal karena anaknya yang masih belum memaafkan Reynad, bagaimana pun Reynad pernah menjadi sahabat terdekatnya walaupun kesalahpahaman.


“Iya mah, Ervan gak suka kayla kalau bergaul sama Reynad”ucap Ervan yang ia merasa khawatir saat kayla yang bersama dengan Reynad.


“Jangan hiraukan ucapan Ervan kay, lebih baik kamu cepet berangkat sana sama Reynad nanti terlambat, Lisa biar supir yang antar”ucap pak Farhan karena memang telat, ia yang mengerti kalau kayla sebagai ketua osis dan harus datang lebih awal.


“Tapi pah, Lisa gimana?”tanya kayla yang tidak enak karena meninggalkan Lisa sendirian.


“Santai aja kay, gue berangkat sendiri”ucap Lisa yang makanannya masih penuh di dalam mulutnya.


Kayla yang berjalan menuju ke parkiran karena Reynad yang sudah menunggunya sedari tadi.


“Maaf yah kak nunggu lama”ucap kayla menghampiri Reynad yang tengah berdiri di samping motornya.


“Gak apa-apa baru aja datang kok”ucap Reynad sambil memberikan helmnya kepada kayla.


“Makasih kak”ucap kayla tak kala Reynad yang memberikan helmnya.


“Lupa jaketnya”ucap Reynad yang selalu sedia memberikan jaketnya kepada kayla, karena udara pagi takutnya bikin kayla kedinginan apalagi mereka yang menaiki motor.

__ADS_1


“Tapi kak Reynad Gimana? Kayla bawa dulu jaket aja yah kalau begitu”ucap kayla yang kasihan karena jaket Reynad yang diberikan kepadanya sedangkan dia tidak memakai jaket.


“Gak usah pikirin kakak, yang penting kamu gak kedinginan”ucap Reynad tak kala menaiki motornya dan bersiap, ia akan melakukan segala cara untuk bisa dekat dengan kayla walaupun belum ada kepastian dari kayla tentang hubungan mereka, walaupun kayla yang sudah menolaknya dan mengatakan masih belum siap berpacaran tetapi ia akan bersedia untuk menunggunya, mungkin ini sebagai karmanya karena ia awalnya ingin menyakiti Kevin gara-gara Kevin yang masih saja tidak memaafkannya.


“Yaudah kak”ucap kayla setelah selesai memakai jaketnya ia pun segera menaiki motornya Reynad, ia yang memberi kesempatan Reynad untuk bersamanya karena takut kalau ia yang tidak dekat dengan siapa-siapa Nathan akan mendekatinya dan membuat Lisa menjadi kecewa kepadanya.


Reynad melajukan motornya dengan kecepatan sedang karena ia yang khawatir kayla kenapa-kenapa kalau ia ngebut. Entah mengapa Reynad sangat menyukai kayla tidak seperti dahulu ia yang gampang untuk mempermainkan perempuan.


Selepas kayla pergi dari meja makan Ervan masih saja kesal akan karena kedua orang tuanya yang mengizinkan kayla pergi bersama Reynad.


“Kenapa mamah dan papah malah ngizinin kayla pergi sama Reynad sih”ucap Ervan yang kesal.


“Van, kamu harus ngerti bagaimana perasaan kayla sekarang? Kamu tau bagaimana rasanya di tinggalkan oleh orang yang kamu sayangi? Sakit dan hancur pastinya, apalagi kayla yang sudah tidak punya orang tua dan keluarga pasti dia akan merasa sedih karena tidak ada tempat untuk pulang dan cerita biarkan kayla bersama dengan Reynad kalau memang Reynad dapat menghiburnya”ucap Bu wulan yang mengerti bagaimana posisi kayla disaat usianya masih muda dia harus di tinggalkan oleh orang tuanya dan sekarang laki-laki yang menyayanginya meninggalkannya.


“Iya Vin, lagian gak baik kalau kamu bertengkar terus sama Reynad, semua manusia itu punya kesalahan”ucap pak Farhan menasehati anaknya.


“Iya pah, mah, heran kak Ervan kesal banget kayla sama kak Reynad”ucap Lisa yang dimana dia merasa bosan tak kala kakaknya yang masih saja benci terhadap Reynad, Dimana dia yang sudah mulai memaafkan Reynad.


“Bukannya begitu, tapi kan kayla kasihan kalau di permainkan sama Reynad”ucap Ervan yang masih tidak mempercayai Reynad, ia takut kalau Reynad mendekati kayla karena kayla yang berpacaran dengan Kevin.


“Tenang aja van, mamah juga jaga kayla kok dan gak bakalan mamah Biarin Reynad nyakitin kayla”ucap Bu wulan ia pun yang akan selalu memantau kayla karena ia tidak ingin kayla disakiti lagi oleh siapapun apalagi sampai ada yang membullynya karena Bu wulan pun yang sudah menganggap ibunya kayla adalah saudara dan ia juga harus bisa menjaga kayla dengan baik agar ia juga tenang dan tidak merasa bersalah.

__ADS_1


__ADS_2