
Lisa yang berada di rumah sakit segera di bawa ke IGD untuk di tangani dokter dan kebetulan hari ini Bu wulan sedang berada di rumah sakit segera berlari menuju kesana karena khawatir akan keadaan Lisa.
“Lis bangun saya ini mamah sayang”ucap Bu wulan saat sudah melihat anaknya yang terkapar lemah dan berdarah.
“Maaf dokter wulan, bisa tunggu dulu di luar karena anaknya mau kita tangani”ucap dokter yang akan membawa Lisa ke dalam ruangan dan menyuruh Bu wulan tidak ikut, karena kalau Bu wulan masuk suasana akan semakin tegang.
“Iya dok. Saya mohon selamatkan Lisa yah”ucap Bu wulan memohon sambil melihat Lisa yang di bawa masuk ke dalam ruangannya, Bu wulan nangis dan histeris sampai merasa menyesal karena mengizinkan Lisa membawa mobil.
Tak lama Ervan dan edwar datang, sedangkan pak Farhan sedang berada di luar kota karena ada urusan pekerjaan sehingga tidak dapat datang dengan cepat.
“Mah gimana Lisa?”tanya Ervan yang datang sambil memeluk ibunya yang tengah menangis dan gelisah.
“Lisa belum keluar van, masih di periksa”ucap Bu wulan sambil menangis.
“Yang sabar yah tante, edwar yakin Lisa bakalan baik-baik aja”ucap edwar yang menenangkan Bu wulan yang menangis.
“Iya semoga aja yah ed”ucap Bu wulan sambil mengusap air matanya yang terus saja turun”oh iya van, kayla mana? Kayla gak sama Lisa kan?”tanya Bu wulan karena takut kalau kedua anak perempuannya itu kecelakaan bersama.
“Enggak mah, kayla lagi sama Reynad tapi kayanya di syok jadi Ervan suruh kayla buat pulang aja”ucap Ervan yang ia juga takut malah kondisi kayla drop, apalagi kayla juga yang pasti sangat trauma dengan kecelakaan karena ibunya juga yang kecelakaan dan sampai meninggal dunia.
Tak selang beberapa lama Reynad datang dengan wajah paniknya dan dengan beberapa dokter dan perawat dimana kayla juga tak sadarkan diri, karena dia yang merasa bersalah dan syok dengan semua itu.
“Rey kayla kenapa?”tanya Ervan tak kala datang kayla di dorong menggunakan belangkar.
“Kayla pingsan van, setelah dia sampai kesini”ucap Reynad menjelaskan.
“Mohon maaf pasien mau kita periksa dulu, yang lain tunggu di luar”ucap perawat tersebut dan semua orang bergeser ke samping.
“Kayla, Lisa semoga kalian baik-baik aja yah”ucap Bu wulan sambil terus menangis memikirkan kondisi anaknya tersebut.
“Lisa gimana tante?”tanya Reynad yang dia juga ingin tau keadaannya Lisa karena kalau Lisa sampai kenapa-kenapa kayla pasti akan merasa sangat bersalah dan drop.
__ADS_1
“Dokter masih memeriksa Lisa di dalam Rey, tante minta tolong yah jagain kayla takutnya tante nanti sibuk urus Lisa”ucap Bu wulan karena dia juga yang bingung membagi waktunya.
“Iya tante tenang aja, Reynad pasti jaga kayla kok”ucap kayla yang dimana dia akan selalu bersama dengan kayla dalam keadaan apapun.
Tak lama dokter dan keluar dari ruangannya Lisa dengan wajah yang nampak lesu.
“Luka Lisa cukup parah Bu, dan sekarang Lisa sedang kritis semoga saja Lisa dapat melewati masa-masa ini”ucap dokter menjelaskan karena bagian kepala Lisa yang terbentur cukup keras.
Seketika Bu wulan menangis dan tak bisa berkata apa-apa lagi.
“Makasih dok”ucap Ervan membalas ucapan dari dokter karena ibunya yang menangis, Ervan senantiasa memeluk ibunya tersebut dan masuk ke ruangan Lisa dengan kondisi yang memprihatinkan.
“Mah Ervan yakin kok Lisa pasti kuat kok dan dapat berkumpul kembali lagi bersama kita”ucap Ervan yang mencoba menenangkan ibunya yang berada di ruangan Lisa.
Sedangkan di luar edwar bersama dengan Reynad yang menunggu keadaan kayla karena gak bisa semua orang masuk ke dalam ruangan tersebut.
Tak lama dokter keluar dari ruangannya kayla.
“Sabar Rey”ucap edwar yang dimana Reynad bertanya dengan cepat.
“Pasien baik-baik aja, dia hanya kelelahan dan syok saja, sebentar lagi juga pasien siuman”ucap dokter karena memang kayla tidak kenapa-kenapa.
“Iya terima kasih dok”ucap Reynad yang sudah lega karena kayla baik-baik saja dan sekarang dia masuk ke dalam Ruangannya kayla.
**
Sedangkan di tempat lain Nathan yang sudah selesai kuliah masih bisa bercanda dengan orang lain dan tertawa riang seakan tidak ada masalah lagi.
“Nath ko lo masih di kampus?”tanya Nabila yang datang melihat Nathan yang tengah tertawa bersama teman-temannya.
“Nath lo malah asik-asik begini dasar lo gak ada hati”ucap nasya yang kesal dengan tingkahnya Nathan yang bisa-bisanya dia biasa-biasa saja.
__ADS_1
“Apaan sih maksud lo, gue gak ngerti”ucap Reynad yang tidak tau apa yang temannya ucapkan.
“Lo gak ngerti hah? Apa hati nurani lo masih ada hah”ucap nasya yang mulai marah dengan Nathan.
“Maksud kalian apa? Gue emang gak ngerti”ucap Nathan yang terlihat bego.
“Lo gak tau Nath kalau Lisa kecelakaan”ucap Nabila yang memberitahukan keadaan Lisa.
“Kecelakaan? Kapan? Bukannya tadi dia baik-baik aja”ucap Nathan yang memang dia sangat jarang menghubungi Lisa.
“Udah bila, gak usah bicara sama orang yang gak punya hati lebih baik kita kerumah sakit”ucap nasya yang menarik tangan Nabila karena kalau lebih lama lagi dia akan geram kepada Nathan yang terlihat bego.
“Maksud lo apaan sih?”tanya Nathan sekali lagi tapi kedua sahabatnya sudah pergi meninggalkan dirinya dan tidak memberitahukan apa yang terjadi.
Nathan yang pergi dari tongkrongannya dan mencoba menelpon Lisa tetapi tidak aktif akhirnya dia menelpon kayla dan yang mengangkat adalah Reynad karena kayla juga yang belum sadarkan diri.
Nathan yang mendengar semua itu, dia panik dan syok akhirnya dia pergi menjalankan motornya untuk menuju ke rumah sakit, mengapa dari sekian banyak orang Nathan yang tidak di beritahu oleh siapapun.
“Nathan yang cukup kencang membawa motornya karena khawatir, tak lama Nathan sampai kesana begitu pun dengan nasya dan Nabila.
“Lo datang juga”ucap nasya saat melihat Nathan yang berada di parkiran.
“Diam kalian”ucap Nathan yang panik dan masuk mencari ruangannya Lisa berada di mana dan akhirnya sampai juga tetapi hanya ada edwar di luar yang terduduk.
“Lisa Gimana ed?”tanya Nathan yang baru saja datang dengan wajah paniknya.
“Lisa kritis Nath”ucap edwar menjelaskan, Nathan yang menetaskan air matanya begitu pun dengan nasya yang sangat sedih.
“Terus kayla kemana? Kayla gak kesini?”tanya nasya karena dia tau bahwa tadi kayla akan datang keruang sakit.
“Kayla juga gak Sadar, kayla pingsan”ucap edwar menjelaskan keadaan yang semakin runyam saja.
__ADS_1