
Kayla yang menyetirnya dengan tenang karena tak ingin terjadi kejadian seperti tadi lagi dimana Lisa yang menabrak seseorang. Tak perlu waktu lama akhirnya mereka sampai di kampus sang kakak karena mereka ingin makan di kantin bersama kakaknya tersebut.
Kayla memarkirkan mobilnya dan tak lama mereka turun dari mobil tersebut dengan yang masih malu karena banyak orang berbeda dengan saat SMA.
Sedangkan Ervan yang tengah berdiri dan berbicara dengan seseorang yang bertanya sedangkan Rizky fokus melihat ke arah mobil yang baru saja datang dan turun dua orang wanita.
“Van itu adik lo ngapain?”tanya edwar saat melihat Lisa dan kayla keluar dari mobilnya.
“Mana? Gue gak lihat?”tanya Ervan yang dimana tadi dia berbicara dengan orang lain dan tidak melihat siapa yang datang.
“Itu tuh yang mobil silver punya nya Lisa kan?”tunjuk edwar sambil terus melihat ke arah Lisa dan kayla.
“Oh iya, bentar gue samperin mereka”ucap Ervan yang khawatir kepada adiknya apalagi mereka yang menyetir mobilnya yang baru pertama kalinya.
“Tunggu gue dong van”ucap edwar saat melihat sahabatnya menghampiri adiknya dengan berjalan sangat cepat.
Sedabgkan Ervan tidak mendengar apa ucapan dari edwar dia tetap berusaha berjalan lebih cepat agar menghampiri adiknya tersebut.
“Kalian ngapain kesini?”tanya Ervan saat melihat kedua adiknya datang.
“Bukannya seneng malah tanya”ucap Lisa yang kesal karena kakaknya yang bukannya menyambut dengan baik malah terlihat marah.
“Bukan nya gitu, kenapa kalian kesini gak pake supir”ucap Ervan yang dimana dia sangat khawatir akan keadaan adiknya bukannya marah adiknya datang menemuinya.
“Udah bisa nyetir kok kak jangan khawatir”ucap Lisa yang tersenyum dan berusaha menutupi kejadian tadi.
“Udah bisa nyetir tapi kalian nabrak gini”ucap edwar saat menunjuk mobilnya Lisa yang sedikit lecet.
“Enggak kok kak, tadi cuman ke gores aja dikit, iya kan kay”ucap Lisa sambil melihat ke arahnya kayla karena berusaha menyembunyikan bahwa tadi mereka menabrak karena takut kakaknya akan marah.
“Iya kok kak”ucap kayla yang juga dia tau mengapa Lisa berbohong seperti itu.
“Yaudah kalau begitu, kakak percaya kok”ucap Ervan yang percaya bahwa adiknya tidak akan berbohong.
“Iya kak, Yaudah kita makan siang yuk, kakak kan belum makan kan”ucap Lisa yang mengalihkan pembicaraan agar Ervan tak bertanya lebih lanjut lagi mengenai mobil yang lecet.
__ADS_1
“Yaudah ayo”ucap Ervan mengajak kedua adiknya.
“Kalian gak aja Fanie?”tanya edwar karena memang kekasihnya tidak berada disini.
“Enggak kak, ini kita dadakan jadinya gak sempet hubungi Fanie”ucap kayla menjawab pertanyaan dari edwar.
“Ayo makan jangan jawab pertanyaan edwar”ucap Ervan menarik tangan kayla. Lisa dan kayla yang berada di sisi kanan dan kiri kakaknya, Ervan yang menyayangi kayla seperti adik kandungnya sendiri.
“Woy tunggu gue”ucap edwar mengejar Ervan dan kedua adiknya yang meninggalkan dia sendirian.
Mereka yang berjalan beriringan dengan terkadang tertawa karena ada saja hal receh yang di lihat mereka, dah tak perlu waktu lama mereka pun sampai di kantin yang sudah cukup padat diisi oleh mahasiswa yang sedang makan siang.
Kayla dan Lisa duduk walaupun canggung karena lagi-lagi mereka yang di tatap oleh orang-orang apa karena dandanan mereka yang terlihat seperti anak kecil atau bagiamana.
“Mau pesen apa?”tanya Ervan kepada adiknya.
“Van gue nadi goreng yah”ucap edwar yang menjawab pertanyaan Ervan.
“Gak nanya lo, gue nanya adik gue”ucap Ervan yang memberikan menunya kepada adiknya.
“Iya sama kak”ucap kayla yang hanya bisa mengikuti saja karena dia juga yang bingung.
Ervan pun memesan makanan ke depan untuknya dan kedua adiknya serta edwar yang menjadi manja, di sela-sela pembicaraan mereka datang nasya dan Nabila menghampiri mereka.
“Kalian kesini? Kenapa gak kabarin kakak”ucap nasya yang datang dan duduk di kursi yang masih kosong.
“Iya kak mendadak, lagi pengen makan disini”ucap Lisa sambil melihat ke arahnya nasya yang datang.
“Pengen makan disini atau pengen ketemu Nathan”ucap nasya yang mengejek Lisa yang nasya tau bahwa Lisa itu sangat amat bucin.
“Tau aja kak nasya, sejak kapan kak nasya akrab sama Nabila”ucap Lisa sambil melihat Nabila karena setaunya Nabila dan nasya tidak akrab dan cenderung bermusuhan.
“Kita dekat dari dulu kok, hanya saja gue salah pergaulan”jawab Nabila sambil melihat Lisa yang seakan dia tidak suka.
Mereka yang tengah berbicara pun datang Nathan yang sedang berjalan bersama perempuan yang merupakan seorang teman di kelasnya.
__ADS_1
“Kak Nathan”panggil kayla sambil melambaikan tangannya dan otomatis Nathan dan perempuan tersebut melihat ke arah mereka.
“Siapa dia?”tanya Raisa saat melihat kayla memanggil Nathan.
“Oh dia adik kelas saat SMA”ucap Nathan yang menjawab pertanyaannya Raisa.
Nathan menghampiri kayla dan mereka yang ada disana.
“Ngapain kesini? Udah lama?”tanya Nathan menghampiri kayla dan membalas panggilan kayla.
“Jalan-jalan aja kak bosen”ucap kayla.
“Yaudah Nath gue makan di sana aja yah”ucap Raisa karena ia yang tidak enak kalau harus makan bersama nathan dan sahabatnya.
“Lo makan di sini aja bareng-bareng”ucap nathan yang memang masih ada kursi yang kosong, karena mereka nya yang panjang yang menampung banyak orang.
“Sini aja sya”ucap edwar yang juga kenal kepada Raisa. Sedangkan lusa melihat perempuan tersebut dengan tatapan tak suka dan rasanya ingin marah dan menangis karena lagi-lagi nathan yang cuek kepadanya.
“Oh yah kay? Gimana udah daftar kampus ini?”tanya nathan karena dia tau bahwa kayla akan kuliah disini.
“Udah kak, jalur prestasi dab semoga aja ke terima”ucap kayla yang walaupun pintar tetapi dia yang masih takut kalau sampai dia gak lolos.
“Kakak yakin kok kamu akan lulus”ucap nathan sambil tersenyum.
“Eh iya Nath, aku mau pesen makanan, kamu mau pesen apa?”tanya Raisa ia hendak memesan makanan kedepan.
“Samain aja”ucap nathan dengan singkat.
Tak lama datang Ervan dan makanannya dan memberikan kepada kedua adiknya yang sudah menunggu tetapi dia baru sadar bahwa ada nasya disana dan dia tidak memesankan makanan.
“Eh nas, mau makan? Maaf gue gak pesen kirain lo masih lama”ucap Ervan yang merasa bersalah karena tidak memesan untuk nasya.
“Iya gak apa-apa kok, kamu makan duluan aja, aku juga mau pesen kedepan”ucap nasya yang memaklumi.
“Kamu makan ini aja yah. Nanti aku beli lagi”ucap Ervan sambil memberikan makannya kepada nasya.
__ADS_1