Jakarta love Story

Jakarta love Story
Seminggu kepergian Reynad


__ADS_3

Sudah seminggu kepergian Reynad dan kayla masih saja murung dan tidak ingin keluar dari kamarnya untuk makan pun terkadang di antar oleh orang tuanya maupun kakaknya.


Bu wulan dan yang lainnya pun khawatir dengan kedaanya kayla tapi mereka tak tau harus bagaimana.


“Bunda, mamah kayla kok gak ikut makan?”tanya Arsen kepada ibunya karena sudah seminggu ini ia tidak makan ataupun bermain dengan kayla.


“Mamah kaylanya lagi sakit sayang. Nanti mamah kayla kalau udah sembuh main lagi sama Arsen yah”ucap Lisa mencoba memberikan pengertian kepada anaknya karena kalau tidak anaknya akan terus bertanya.


“Tapi mamah kayla sakitnya lama mah, kenapa gak di bawa ke dokter aja biar sembuh”ucap Arsen dengan polosnya.


“Mamah kayla cuman butuh istirahat aja sayang, mamah kayla kan gak perlu ke ruang sakit kan ada papah dan nenek yang bisa periksa mamah kayla”ucap Nathan memberikan pengertian.


“Iya sayang, kalau mau main sama oma dulu yah, jangan ganggu mamah kayla”ucap Bu wulan memberikan pengertian Kepada sang cucu.


“Arsen pengen main sama mamah kayla, sama yang lain gak seru”ucap Arsen yang marah karena sudah seminggu orang du rumahnya melarangnya untuk menemui kayla.


“Sayang, Arsen mau gak main ke kebun binatang sama opa yah”ucap pak Farhan yang mencoba mengajak cucunya untuk jalan-jalan, ia juga tampak khawatir kepada kayla apalagi perusahaan yang sangat membutuhkan kayla juga tetapi apa boleh Buat pak Farhan juga tidak dapat lagi menganggu dan memaksa kayla untuk datang ke kantor.


“Selamat pagi”ucap kayla yang duduk di kursinya.


“Pagi juga”ucap semuanya dan kaget saat melihat yang datang adalah kayla dengan pakaian yang sudah rapih walaupun wajahnya masih terlihat pucat apalagi matanya yang sembab karena terus-terusan menangis.


“Kayla mau pergi?”tanya Ervan saat melihat adiknya yang sudah duduk di meja makan dengan pakaian yang rapih.

__ADS_1


“Iya kak, kayla ada janji sama stefanie dan Rizky untuk mempersiapkan wisuda bulan depan”ucap kayla yang kalau tidak ada perlu ia malas keluar rumah apalagi ke kampus akan banyak orang yang bertanya mengenai Reynad.


“Kalau aku kuliah bareng kalian pasti kita wisuda bareng yah”ucap Lisa dengan sedih karena dia yang harus kuliah setahun setelah sahabatnya itu masuk kuliah.


“Jangan sedih lis, kamu juga bisa datang kan lihat aku dan yang lainnya lulus”ucap kayla yang bingung untuk menghibur Lisa padahal ia sendiri masih sangat butuh untuk di hibur apalagi ia yang masih sangat sedih.


“Maafin aku yah sayang. Kalau bukan gara-gara kau kamu gak bakalan begini”ucap Nathan yang merasa bersalah karena dirinya impian Lisa masuk kuliah bersama sahabatnya tertunda.


“Enggak kok kak, mereka masih kuliah aku udah punya anak yang lucu, mereka yang kalah dari aku”ucap Lisa tertawa dan mencoba tegar.


“Iya lis, kamu beruntung punya suami baik dan perhatian sama seperti kak Nathan dan juga anak yang lucu dan pintar seperti Arsen”ucap kayla yang kembali bersedih andai saja Reynad masih ada mungkin sekarang ia akan bahagia karena setelah wisuda memang dia berencana menikah dengannya tetapi manusia hanya bisa berencana Tuhan yang menakdirkan.


“Udah jangan ngobrol terus. Makan yang banyak”ucap pak Farhan dengan tegas karena dia yang sudah melihat kayla yang sedih kembali.


“Makasih mah”ucap kayla tersenyum.


“Selamat pagi semuanya”ucap Rizky yang masuk begitu saja seperti biasa.


“Ngapainsih lo pagi-pagi kesini?”tanya Ervan yang kesal karena ia berharap sang tetangga tidak datang lagi ke rumahnya apalagi kalau ia yang sudah menikah.


“Gue mau jemput kayla, sensi amat bang, mentang-mentang gue duluin nikahnya”ucap Rizky mengejek Ervan yang masih saja enggan untuk menikah padahal sudah pacaran sangat lama bersama dengan nasya.


“Gue gak iri sama lo, gue hanya malas aja lihat muka lo, nafsu makan gue jadi gak selera”ucap Ervan yang mengambil minumannya.

__ADS_1


“Udah-udah yah, kayla berangkat dulu yah”ucap kayla berpamitan kepada kedua kedua orang tuanya dan yang ada di rumahnya.


Kayla menarik tangan Rizky karena pagi-pagi yang sudah membuat gaduh semua orang. Sedangkan Ervan masih di meja makan bersama kedua orang tuanya berserat Lisa dan Nathan.


“Van, melanjutkan pembicaraan Rizky. Kamu kapan ada rencana menikah”tanya pak Farhan sambil melihat ke arah anak laki-lakinya.


“Entahlah pah, masih belum kepikiran”ucap Ervan ia yang malas kalau harus membahas tentang pernikahan.


“Van kamu harus mikirin pernikahan, kamu dan nasya itu udah pacaran lama dan mamah yakin nasya juga ingin segera di lamar sama kamu”ucap Bu wulan yang mencoba menasehati sang anak.


“Iya mah, tapi Ervan masih belum siap menikah. Apalagi sekarang-sekarang, Ervan masih ingin menjaga kayla mah, Ervan udah janji sama bi Aminah akan menjaga kayla dengan baik”ucap Nathan yang tidak akan pernah menikah sebelum kayla menikah karena ia yang sudah janji terhadap orang tuanya kayla akan selalu menjaga kayla takutnya kalau ia menikah ia melupakan kewajibannya untuk menjaga kayla.


“Van, kalau menurut gue perempuan itu butuh bukti dan juga kalau masalah menjaga kayla sesudah menikah pun kan bisa, lo tenang aja gue bakal ikut jagain kayla kok”ucap Nathan yang tau bagaimana Ervan kalau sudah berjanji hanya saja dia juga kasihan kepada Nasya yang pasti mengaharapkan bukti dari Ervan.


“Iya kak bener kata kak Nathan, aku yakin kok kakak udah menikah pun bisa menjaga kayla dan kalau sampai kayla tau kak Ervan gak mau menikah karena dirinya kayla pasti bakalan sedih dan merasa bersalah”ucap Lisa yang ingin semuanya bahagia dan dia juga yakin kalau sampai kayla tau ia akan marah.


“Nanti aku pikirkan lagi pah, mah, tapi untuk sekarang kalian jangan banyak bicara tentang pernikahan apalagi depannya kayla pasti kayla akan sangat sedih, apalagi kayla yang baru kehilangan orang yang ia sayangi”ucap Ervan yang selesai makannya dan berdiri karena kalau kelamaan orang tuanya akan terus berbicara.


“Yaudah terserah kami van”ucap Bu wulan yang enggan berdebat dengan anaknya tersebut.


“Dasar kak Ervan”ucap Lisa saat kakaknya yang pergi menuju ke lantai atas.


“Mah bicara apa sih kok bawa-bawa mamah kayla”ucap Arsen yang sedari tadi hanya bengong mendengarkan percakapan orang dewasa sedangkan dia tidak mengerti sama sekali.

__ADS_1


“Enggak sayang, tadi mamah kayla cantik banget”ucap Lisa karena dia bingung menjelaskan apa yang terjadi kepada anaknya.


__ADS_2