Jakarta love Story

Jakarta love Story
Membawa bunga


__ADS_3

Semua orang yang berada di sana focus melihat siapa yang membawa bunga tersebut dan buat siapa bunga tersebut, begitupun dengan kayla karena dia tidak mengharapkan siapapun akan memberinya bunga, kerena yang penting untuknya adalah mendapatkan nilai yang baik dan dapat membanggakan semua orang yang sudah mendukungnya.


“Kay ini buat kamu”ucap Reynad sambil memberikan bunga nya kepada kayla, yah yang membawa bunga itu adalah Reynad yang tak ingin mengabaikan hari dimana sang kekasih bahagia karena mendapatkan nilai yang terbaik, bukan hanya kayla yang kaget Bu wulan dan Ervan pun kaget karena mereka tidak menyangka Reynad akan sebegitunya sama kayla dan selalu ada di setiap momen hidup kayla.


“Kak Reynad, bunga nya besar banget”ucap kayla karena ia yang mengambil bunga tersebut dan begitu besar dan berat.


“Iya dong, kan spesial buat kamu”ucap Reynad sambil tersenyum manis ke arah kayla.


“Bucinnya kebangetan lo Rey”ucap Ervan yang mengejek sahabatnya karena dia yang sangat bucin dan akan berbuat apapun untuk kebahagiaan kayla.


“Udah Rey, jangan ejek Reynad, lebih baik kita makan, Gimana rey kalau makan dulu?”Tanya Bu wulan sambil melihat ke arah Reynad.


“Iya ayo tante, kasihan takutnya kayla juga lapar”ucap Reynad yang hanya perduli kepada sang kekasih saja.


“Woy gue juga lapar Rey, masa kayla aja yang lo khawatir in”ucap Ervan sambil melihat ke arahnya Reynad dengan nampak kesal.


“Udah-udah van, kamu nyari gara-gara aja”ucap Bu wulan sambil melihat ke arah anaknya itu, yang Dimana dia selalu membuat kacau suasana.


“Gak apa-apa tante, Ervan udah biasa kok tante”ucap Reynad sambil tersenyum ke arah Bu wulan.


“Oh iya kalau begitu, oh yah Bu dinar, Bu Diana gimana kalau makan bareng, kapan lagi kan kumpul-kumpul masa anaknya terus yang kumpul kita nya jarang”ucap Bu wulan yang memang Bu wulan sangat baik hati terhadap siapapun begitupun kepada keluarga sahabat anaknya, Bu wulan walaupun bertetangga bersama dengan Bu Diana yang merupakan orang tuanya Rizky tetapi karena saling sibuk mereka sangat jarang bertemu.


“Iya boleh Bu wulan, sekalian silaturahmi, gimana Fanie?”ucap Bu dinar, dan bertanya kepada anaknya apakah dia setuju untuk makan bersama dengan mereka.

__ADS_1


“Fanie gak keberatan kok mah, Fanie malahan senang”ucap stefanie tersenyum.


“Kalau Rizky ayo tante, apalagi kalau di traktir”ucap Rizky yang berbicara padahal ia yang tidak di tanya oleh Bu wulan karena yang di tanya adalah ibunya, yah dia kalau urusan makan no satu.


“Ky jangan begitu, gak baik, ”ucap Bu Diana melihat ke arahnya Rizky yang asal saja berbicara” maag yah Bu wulan kelakuan Rizky memang aneh,Yaudah saya ikut aja Bu wulan”ucap Bu Diana sambil malu dengan kelakuan anaknya.


“Gak apa-apa Bu Diana, udah biasa kok, saya tau Rizky memang bercanda, lagian kan Rizky dan Lisa udah berteman sejak kecil dan saya juga sudah menganggap Rizky anak saya sendiri”ucap Bu wulan tersenyum karena merasa tidak keberatan dengan semua itu.


“Sekali lagi terima kasih yah Bu wulan sudah memaklumi Rizky yang aneh dan suka merepotkan”ucap Bu Diana yang merasa tak enak dengan situasi seperti ini.


“Tenang saja Bu, saya malahan senang kok, kalau ada Rizky rumah jadi rame”ucap Bu Diana yang setiap kedatangan Rizky selalu suasana semakin ceria.


“Mah, ini mau ngobrol terus? Kasihan udah pada laper”ucap Ervan yang melihat ibunya berbicara terus tanpa melihat anaknya yang sudah sangat lapar.


“Oh iya van, mamah lupa, ayo naik mobil masing-mading atau bagaimana?”tanya bu wulan karena memang mereka yang membawa mobil pribadi.


“Maaf bu saya gak bawa mobil, jadi saya naik taksi aja”ucap bu Diana karena dia yang lebih senang menaiki taksi dari pada mobil karena dia yang sudah lelah menyetir sedangkan supirnya sedang cuti dan kebetulan Rizky juga tidak membawa mobil.


“Mobil saya aja tante, kebetulan saya bawa mobil”ucap Reynad yang tersenyum karena ia yang tidak keberatan untuk mengajak Rizky dan bu Diana.


“Kalau gak merepotkan tante mau nak Rey”ucap Bu Diana dengan sopannya dan merasa takut merepotkan Reynad.


“Santai aja mah, kak Rey baik kok apalagi dia yang sedang bucin pasti lebih baik”ucap Rizky yang mengejek Reynad yang terlihat sangat bucin kepada kayla.

__ADS_1


“Rey jangan begitu, Maaf yah nak Rey, memang Rizky suka begitu”ucap Bu Diana yang merasa malu karena tingkah anaknya.


“Gak apa-apa tante, ayo ke depan tante, mobil saya di depan”aja Reynad kepada Bu Diana, “tante boleh gak Reynad sama kayla satu mobil”ucap Reynad yang meminta izin karena takutnya Bu wulan tidak mengizinkan kayla bersamanya.


“Boleh Rey, tapi kamu hati-hati yah jangan ngebut bahaya,ayo van setir mobilnya”ucap Bu wulan yang mengizinkan Reynad untuk membawa kayla.


“Iya siap tante”ucap Reynad yang dimana dia tak akan pernah mengebut karena dia yang juga takut akan terjadi apa-apa.


Mereka pun masuk ke mobilnya masing-masing. Mereka akan makan bersama sebagai tanda syukuran karena anaknya telah lulus dan juga silaturahmi karena kapan lagi mereka bisa berkumpul.


**


Sedangkan di kampus edwar dan teman-temannya sedang nongkrong setelah kelas selesai sambil minum kopi dan terlihat Nathan yang membaca buku dengan serius.


“Kalian berdua aja?”tanya Nabila yang berharap ada Reynad. Sambil dia melihat ke arah kiri dan kanan dan hanya ada edwar dan Nathan.


“Oh tadi Ervan mau ke sekolah kan sekarang Lisa dan kayla lulus, begitupun dengan Reynad sepertinya”ucap nasya menjelaskan.


“Kok lo gak bilang sih nas”ucap Nabila padahal ia ingin mampir kesana karena ingin bertemu dengan Reynad.


“Lo gak nanya sih. Eh kalian gak kesekolah?”tanya nasya sambil melihat ke arah dua teman lelakinya.


“Gue kayanya entar nas, soalnya bentar lagi ada kelas, kalau gue bolos nanti Fanie marah sama gue”ucap edwar yang memang stefanie selalu marah kalau dirinya bolos dan kuliah yang tidak benar.

__ADS_1


“Lo Nath? Gak ke sekolah nemuin Lisa?”tanya nasya melihat ke arah Nathan.


“Gue sibuk. Lagian kan juga cuman kelulusan dan pastinya juga semua akan lulus sama kaya pas angkatan kita”ucap Nathan dengan dinginnya karena menurutnya itu hal yang sangat tidak penting dan lebih penting dia membaca buku untuk menambah pengalaman.


__ADS_2