
Mereka pun pulang dari sekolah, dengan perasaan yang lelah dan letih karena sekolah seharian, mereka pulang kerumah masing-masing, kayla, Lisa dan Rizky pulang dengan mobil Nathan, sedangkan Kevin mengikuti dari belakang, Ervan mau tidak mau harus mengantar nasya kerumahnya walaupun dia khawatir sama kayla, sedangkan stefanie di Anter oleh edwar karena sopirnya cuti istrinya melahirkan.
Di perjalanan menuju rumah nasya, mereka terdiam tanpa ada pembicaraan.
“Sayang”ucap nasya yang bingung sedari tadi Ervan tidak bersuara,
Sedangkan Ervan di panggil-panggil oleh nasya pun tetap diam,
“Van, kamu dengerin aku gak”ucap nasya yang melihat ke arah erva, karena Ervan tidak membalas ucapan nasya,
“Iya apa sayang,maaf tadi aku fokus nyetir jadi gak denger ucapan kamu”ucap Ervan berbohong, sebenarnya dia cemas dengan keadaan kayla.
“Anter aku makan ke toko buku sebentar yah”ucap nasya
“Oh oke siap”ucap Ervan
Nasya dan Ervanpun ketoko Bu untuk membeli beberapa buku pelajaran, dan tak lama mereka selesai membeli buku.
“Kenapa kamu beli novel sayang”nasya yang heran kenapa Ervan membeli buku novel karena tidak biasanya apalagi Ervan tidak suka baca novel, kalau Lisa, Lisa apalagi tidak pernah membaca buku.
“Oh ini novel buat kayla, kayla suka baca novel”ucap Ervan seraya memegang beberapa novel keluaran terbaru.
“Yaudah dibayar”ucap nasya
Mereka pun membayar buku novelnya dan keluar dari dalam toko buku menuju parkiran mobil mereka.
“Kamu suka sama kayla”ucap nasya yang merasa cemburu saat Ervan perhatian kepada kayla.
“Aku gak suka sama kayla kok”ucap Ervan dengan muka datarnya.
“Kamu bohong pan, aku tau kamu suka sama dia, kamu selalu perhatian sama dia, kamu selalu khawatir sama dia”ucap nasya seraya menangis
“Gue beneran gak suka sama kayla, gue hanya menganggap kayla adik gue, karena gue udah anggap ibu kayla ibu gue sendiri,karena dia yang sejak kecil rawat gue,di saat nyokap dan bokap gue sini”ucap Ervan dengan panjang lebar
“Lama kelamaan loe bakalan suka sama dia”ucap nasya dengan terus-terusan menangis.
“Masuk mobil dulu jangan nangis disini, malu tau”ucap Ervan seraya membukakan pintu agar nasya masuk ke dalam mobilnya.
Di dalam mobil tidak ada pembicaraan sama sekali nasya hanya terus-terusan menangis.
“Udah dong sayang jangan nangis terus”ucap ervan
“Kamu gak ngerti perasaan aku, kamu gak tau rasanya cemburu”ucap nasya
“Apanya yang harus dicemburuin sih aku gak suka sama kayla”ucap ervan
“Turunkan aku disini aku benci sama kamu”ucap nasya sambil menarik tangan ervan untuk menurunkannya dari mobil.
Tanpa berpikir panjang ervan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan nasya turun, ervan melajukan mobilnya.
__ADS_1
“Dasar laki-laki gak punya perasaan tega nurunin gue disini”gumam nasya seraya memberhentikan taksi lalu masuk kedalam taksinya.
*****
Dihalaman rumah Lisa akhirnya mereka pun sampai.
“Makasih kak”ucap Lisa
“Sama-sama kay”ucap Nathan
“Mau mampir dulu Ka Nathan”ucap Lisa
“Eumm boleh”karena niat Nathan ingin lebih lama bersama kayla.
“Kok ka Kevin ikutan kita”ucap kayla dengan rasa terheran-heran.
“Gue hanya khawatir aja sama loe”ucap Kevin “oh yah gue pergi dulu yah”ucap Kevin
“Gue juga pamit yah, makasih kak Nathan”ucap Rizky yang berjalan menuju rumahnya.
Nathan pun masuk kerumah Lisa, lalu duduk diruangan tamu dan Lisa memberikan minuman kepada Ka Nathan sedangkan kayla enggan mengganggu Lisa dan nathan sehingga kayla masuk kedalam kamarnya.
“Kak nathan, mau gak jadi pacar aku”ucap Lisa
“Loe ke sambet apa bicara nge lantur” ucap nathan.
“Gue cuman anggap loe adik gue saja”ucap nathan dengan wajah datarnya
“Gue gak mau, lo anggap gue adik, gue mau lebih”ucap nasya
“Cinta gak bisa dipaksakan lis”ucap ervan seraya beranjak dari kursi ruang tamunya”gue pamit”
Sudah berapa kali Lisa mengungkapkan perasaannya kepada nathan tapi tak pernah ada sekalipun nathan membalas cintanya.
“Kurang apa gue, gue cantik, gue kaya”gumam Lisa
Sedangkan ervan tanpa peduli meninggalkan Lisa, yang entah berapa kali ditolak, jujur saja nathan hanya menganggap Lisa adik, karena bagaimanapun Lisa adalah adik dari ervan sahabatnya dan hatinya hanya menyukai kayla.
Lalu di depan rumah nathan bertemu dengan ervan.
“Kok loe sebentar sih, ayo masuk lagi udah lama kita gak kumpul di rumah gue”ucap ervan
“Nanti aja kumpul nya malam minggu sambil ajak anak-anak yang lain”ucap nathan
“Yaudah gue masuk”ucap ervan
“Gue juga pamit van”sampai jumpa.
Ervan memasuki rumah sedangkan nathan keluar gerbang rumah ervan menuju rumahnya.
__ADS_1
“De loe kenapa?”tanya ervan
“Gak apa-apa kok Ka”ucap Lisa seraya mengusap air matanya.
“Pasti di tolak lagi yah sama nathan?”yah ervan memang sudah tahu soalnya bukan hanya satu kali nathan menolak cinta adiknya.
“Jangan nangis, lupakan nathan, cinta itu gak bisa dipaks”ucap ervan
“Aku melamar dulu kak”ucap Lisa yang seraya berjalan di tangga.
Perasaan ervan pasti sakit adiknya terus-terusan ditolak oleh nathan, tapi apa boleh buat karena pada dasarnya cinta memang tidak bisa dipaksakan.
“Mudah-mudahan aja mereka jodo”gumam ervan
lalu beranjak menuju kamar belakang untuk menemui kayla.
“Bi kayla ada?”tanya ervan yang melihat bi Aminah tengah menyapu rumah
“Kayla di kamarnya, perlu bibi panggil den”ucap bi Aminah
“Tidak perlu bi, ervan yang kesana saja”ucap ervan seraya berjalan menuju kamar kayla.
Tok tok tok, tak lama pintu kamar terbuka
“Eh kak ervan, ada yang bisa kayla bantu”tanya kayla dengan penuh sopan santun
“Enggak gue hanya mau ngasih ini aja”seraya memberikan beberapa buah novel kepada kayla
“Ini buat kayla kak”tanya kayla memastikan.
“Iya itu buat kamu, bukannya kamu suka novel”ucap ervan
“Iyah kak makasih”ucap kayla
“Sama-sama, gue pamit” ucap ervan seraya meninggalkan kamar kayla.
Setelah Ervan pergi Bu Aminah menghampiri kayla yang sedang dikamarnya.
“Den ervan ngapain kesini kay”tanya Bi Aminah
“Kak ervan hanya ngasih novel bu”ucap kayla sambil menyodorkan novel kepada bi Aminah.
“Kamu tidak pacaran sama den ervan kan?”tanya bi Aminah memastikan
“Engga ibu, ada-ada aja, kak ervan udah punya pacar, pacarnya juga cantik”ucap kayla heran kenapa ibunya bisa berpikiran seperti itu.
“Ibu hanya khawatir, kita harus tau diri nak, kita siapa, jangan kamu menyukai orang kaya, nanti kita diinjek-injek, kamu fokus sekolah jangan pacaran inget ibu”ucap bi Aminah meyakinkan anaknya
“Iya bu kayla enggak pacaran”ucap kayla seraya memeluk sang ibu.
__ADS_1