
Pagi pun tiba dan kayla terbangun dari tidurnya dan ia berusaha untuk melihat handphonenya karena ia masih berharap ada pesan dari Kevin dan memberi tahukan keadaan dia disana atau sebatas memberikan kabar kepadanya.
Tetapi benar saja ada pesan dari Kevin dan dengan semangat nadhira membuka nya tapi siapa sangka pesan tersebut adalah pesan yang menyakitkan dan seketika kayla menetaskan air matanya dan apakah ini balasan dari Kevin untuk dirinya. Bukannya Kevin memberikan kabar baik malah kabar buruk yang sangat tidak ingin ia baca.
Kayla pun menangis betapa hancurnya hatinya tak kala melihat pesan itu, tapi ia harus sadar dan tetap berusaha kuat karena ia tidak ingin pak Farhan, Bu wulan serta orang yang menyayanginya mengetahui apa yang ia rasakan.
Kayla beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka, karena semalam ia yang tidur lebih awal otomatis ia sekarang harus belajar apalagi mereka yang akan segera menaiki kelas XII dan nilai ia harus tetap bagus agar tidak membuat orang tua angkatnya kecewa.
Kayla pun belajar sengaja penuh kesedihan tetapi belajar pun tidak membuat ia fokus dan malah terus menitihkan air matanya sampai ia terpikir untuk membantu bi inah di dapur karena semakin ia sibuk semakin ia akan melupakan tentang Kevin.
“Non kayla udah bangun”ucap Bu inah tak kala melihat kayla yang sudah berada di dapur.
“Udah bi, ada yang bisa kayla bantu”ucap kayla.
“Non kayla udah belajar”tanya Bu inah karena biasanya pagi-pagi kayla akan belajar.
“Udah Bu tenang aja”ucap kayla ia berbohong karena kalau ia belajar semakin saja ia ingat akan Kevin.
“Yaudah bantuin bibi aja potong sayuran seperti biasa”ucap Bi inah yang memang tiap pagi kayla selalu membantunya di dapur yang apalagi kayla ahli dalam memasak.
“Yaudah bi biar kayla masak semua aja, bi inah ngerjain yang lain aja”ucap kayla yang memang dengan memasak ia akan lupa terhadap Kevin.
“Tapi nanti non kayla kecapean bagaimana”ucap bi inah yang memang sekarang kayla bukan lagi anak seorang pembantu tetapi anak seorang majikan yang harus ia hormati sama dengan Ervan dan Lisa.
“Enggak bi, kayla lagi pengen masak”ucap kayla tersenyum dan dengan begitu bi inah mengerjakan pekerjaan lain karena ia tau kayla kalau sudah mau mengerjakan sesuatu akan sulit untuk di tolak.
__ADS_1
Kayla memasak dengan sangat teliti dengan beberapa menu sarapan kesukaan di rumah tersebut. Dan tak lama makanan tersebut selesai dan kayla pun beranjak dari menuju kamarnya karena ia belum membersihkan diri dan bersiap-siap.
Dan tak lama saat ia turun kembali sudah ada yang lainnya yang hendak makan. Kayla pun duduk di kursi seperti biasanya karena makanan memang sudah terhidang di meja makan.
“Kayla gak terjadi apa-apa kan?”tanya Bu wulan tak kala melihat kayla yang seperti habis menangis.
“Enggak kok mah”ucap kayla berbohong, ia tak ingin membuat orang lain khawatir akan dirinya.
“Apa gara-gara keputusan papah kemarin”ucap pak Farhan yang merasa bersalah telah menekan kayla untuk melanjutkan usahanya.
“Enggak pah, kayla baik-baik aja hanya beberapa waktu ini banyak hal yang harus kayla bereskan di sekolah”ucap kayla alasan padahal pekerjaan di sekolah tidak begitu membebaninya.
“Ingat harus banyak istirahat yah kay”ucap Bu wulan.
“Kay ini kamu yang masak?”tanya Ervan dimana ia tau antara masakan bi inah dan kayla.
“Waw enak nih, jarang-jarang kan kayla masak sendiri, biasanya kan cuman bantuin aja dan tetap rasanya seperti masakan bi inah”ucap Lisa yang dimana ia sangat menunggu kayla memasak karena rasa masakannya yang cenderung mirip dengan masakan bi Aminah apalagi selagi ada bi Aminah Lisa tak akan memakan masakan selain buatan bi Aminah.
“Lain kali aku sering masak deh”ucap kayla tersenyum.
“Janji yah”ucap Lisa dengan lahapnya memakan masakan kayla.
Dan mereka pun selesai makan, kayla dan Lisa berpamitan kepada orang tuanya mereka pun akan di antar sekolah oleh Ervan.
“Mah kapan Lisa boleh bawa mobil”ucap Lisa yang ingin segera membawa mobil menuju sekolahnya.
__ADS_1
“Nanti kalau nilai kamu mengalahkan kayla”ucap Bu wulan tersenyum.
“Mah kalau itu gak mungkin lah”ucap Lisa menghela napasnya karena menurutnya tak akan mungkin nilainya dapat lebih besar dari pada kayla.
“Berusaha sayang, kayla pun gak langsung pintar ia rajin belajar”ucap pak Farhan dan malah membuat anak gadisnya tambah cemberut.
“Iya iya pah”ucap Lisa dengan cemberut nya.
“Jangan gitu, lagian gue juga gak bakal ngizinin lo bawa mobil sendiri, lo tau kan waktu itu mobil gue ancur gara-gara lo banting ke pohon”ucap Ervan yang pernah suatu hari Lisa belajar mengemudikan mobil dan yang terjadi mobilnya hancur.
“Iya Iya, Yaudah ayo berangkat”ucap Lisa yang berjalan lebih dahulu.
“Kayla pamit yah mah pah”ucap kayla berpamitan kepada orang tuanya dan berjalan menuju ke arah mobilnya Ervan yang sudah bersiap menjadi pengemudi setia tapi entah kedepannya di saat Ervan sibuk apakah ia ada waktu untuk mengantar jemput mereka lagi atau tidak.
Ervan melanjutkan mobilnya menuju ke arah sekolah yang sudah terlihat cukup padat, mereka menyusuri pagi dimana semua orang hendak berangkat belajar atau mencari nafkah.
Dan setelah beberapa waktu akhirnya Ervan pun sampai di sekolahnya dan kedua adiknya pun turun dari mobilnya dan disana sudah ada stefanie yang menunggu mereka.
“Kakak pulang duluan yah”ucap Ervan tak kala melihat adiknya sudah turun dan berbicara dengan stefanie.
“Hati-hari kak”ucap Lisa dan kayla bersamaan.
“Rizky belum datang?”Tanya Lisa yang hanya melihat stefanie sendirian sambil ia melihat ke kiri dan ke kanan.
“Belum, Rizky kan sering datang terlambat”ucap stefanie yang memang Rizky sangat jarang datang tepat waktu, kalau datang tepat waktu pun pasti ia berangkat bersama dengan Ervan dan yang lainnya.
__ADS_1
“Yaudah ayo masuk”ucap kayla yang dimana ia sebagai ketua osis harus memberikan contoh yang baik agar yang lainnya mengikuti berbuat baik.
Ia yang mencoba untuk terlihat tidak terjadi apa-apa antara dirinya dengan Kevin dan ia pun berusaha kuat dan akan berusaha melupakan Kevin yang memilih pergi bersama dengan wanita lain. Ia pun harus menjalani hidup kedepannya walaupun selama ia di Jakarta waktu yang ia habiskan lebih banyak bersama dengan Kevin tapi apakah harus menyerah ketika seseorang yang bersama dengan kita memilih pergi.