Jakarta love Story

Jakarta love Story
Will you Merry me


__ADS_3

Sedangkan semua orang tampak melihat ke arah orang yang datang, Dimana orang tersebut membawa begitu banyak bunga mawar yang bertulisan Will you Merry me.


“Ah kay lihat so sweet yah”ucap stefanie saat melihat karangan bunga itu.


“Ia pasti kalau aku dapat itu dari kak Reynad saat wisuda bahagia”ucap kayla yang sangat sedih harusnya hari ini ada Reynad tetapi orang yang sangat ia cintai tidak ada di sampingnya. Bagi kayla Reynad itu bukan hanya seorang pacar tapi juga kakak, teman, dan keluarga dimana kayla sedih ia selalu ada untuk menghibur kayla.


“Yang sabar yah kay”ucap Stefanie sambil menepuk pundak sahabatnya yang dimana matanya sudah menetaskan air mata.


“Ed lo gak ada niatan lamar stefanie apa?”tanya Rizky sambil melihat ke arah edwar.


“Gue masih belum siap Ky, gue baru aja kerja belum ada tabungan”ucap edwar yang memang menikah itu perlu materi dan juga kesiapan.


“Masalah materi? Mana mungkin gak punya tabungan kan keluarga kak edwar kaya?”tanya Lisa yang bagi kalangan mereka memang uang bukan segalanya karena mereka yang sudah terlahir kaya.


“Gak gitu juga lis, tetap aja gue harus ada penghasilan”ucap edwar padahal dalam hatinya memang dia belum siap untuk menikah.


“Gak usah bohong, jujur aja lo memang belum siap menikah aja”ucap Ervan yang melihat ke arahnya edwar.


“Lo aja sama nasya yang udah pacaran lama tapi belum nikah juga”ucap edwar yang malah mengejek kembali Ervan yang dimana Ervan juga masih tidak ada kejelasan kapan menikah.


Orang itu mulai mendekat ke arah mereka dan membuat semua orang heran karena siapa yang akan di lamar karena mereka yang berada di sana sudah mempunyai pasangan hanya ada kayla dan mana mungkin karena kayla yang baru saja di tinggal meninggal oleh pacarnya.


“Kayla Will you Merry me?”tanya Kevin sambil memerikan buket bunga itu di depan banyak orang apalagi di sana ada orang tuanya Reynad.

__ADS_1


“Vin lo gila apa? Lo ngapain?”ucap Ervan yang syok karena melihat Kevin yang melamar kayla padahal baru saja 40harian Reynad.


“Gue gak gila van, gue beneran mau lamar kayla”ucap Kevin yang dengan tegas ia tak akan melepaskan kayla lagi, ia bergerak cepat karena tak ingin kayla di ambil orang. Sedangkan kayla hanya diam karena dia juga yang kaget dan juga bingung harus bagaimana begitupun dengan orang tua yang hadir.


“Vin lo sadar Vin lo ngapain?”ucap edwar sambil melihat ke arah sahabatnya itu.


“Vin lo apa gak gila hah, lo gak punya akal sehat apa, orang masih berduka”ucap Rizky yang gendok dengan tingkahnya Kevin.


“Kayla kalau kamu mau nerima Kevin tante dan om gak apa-apa kok, kamu juga berhak bahagia”ucap Bu Amelia ia yabg sedari tadi di dekat kayla. Bu Amelia tidak keberatan apalagi Reynad yang memang sudah bercerita bahwa ia akan menyerahkan kayla kepada Kevin jika seandainya dia pergi.


“Tapi tante”ucap kayla yang mana mungkin menerima itu semua karena ia yang masih sangat merasa kehilangan atas kepergian Reynad.


“Om juga dukung kamu kayla, om juga berharap kamu bahagia”ucap pak Revan yang tau mungkin kayla tidak enak karena baru saja Reynad meninggal tetapi ia sudah menerima lamaran orang lain.


“Terima, terima”ucap yang lain yang tak tau apa yang terjadi. Sedangkan orang tuanya Stefanie yang merupakan tantenya Kevin juga kaget bagaimana bisa keponakannya itu melamar perempuan yang baru saja di tinggal menikah oleh kekasihnya.


“Sayang, mamah serahkan semuanya sama kalau kamu memang mau menerima Kevin mamah ikut bahagia”ucap Bu wulan ia tau bahwa kayla masih merasa kehilangan Kevin dan dia juga pasti sangat terpukul atas kepergian sang kekasih hanya saja kayla juga harus bahagia.


“Tapi mah”ucap kayla yang ia bingung menjawab.


“Papah menyerahkan semuanya kepada kamu sayang, papah gak akan pernah maksa kamu”ucap pak Farhan yang juga syok atas tingkahnya Kevin hanya saja bila itu membuat kayla bahagia apa boleh buat.


“Maaf kak, kayla gak bisa menikah sama kak Kevin”ucap kayla yang fiks menolak Kevin, ia yang masih ingin sendiri dan ia juga yang masih trauma karena di tinggalkan oleh orang yang ia sayangi.

__ADS_1


“Ayo pah kita pulang”ucap kayla mengajak orang tuanya pulang, karena ia yang sudah tak tahan, air matanya yang akan segera menetas.


“Kay tunggu gue, lo gak mau nikah sama gue? Gue cinta sama lo dan gue tulus”ucap Kevin yang berdiri dan berteriak karena kayla yang menjauh darinya.


“Kay ayolah, gue masih cinta sama lo dan sampai kapanpun juga gue gak akan pernah lupain lo”ucap Kevin yang masih berteriak sedangkan kayla sudah pergi lebih dahulu bersama pak Farhan dan Bu wulan. Pak Farhan dan Bu wulan hanya mengikuti keinginan kayla saja dari pada anaknya bersedih.


“Udah Vin, lamaran lo memang gak tepat”ucap Ervan berusaha menasehati sahabatnya itu.


“Iya Vin, harusnya lo tunggu kayla tenang dulu”ucap nasya yang juga datang untuk mengucapkan selamat kepada adik kelasnya itu.


“Sampai kapan lagi gue harus nunggu van, gue udah gak sanggup nunggu lagi, gue takut kayla lari lagi dari gue”ucap Kevin yang hatinya kacau ia yang awalnya yakin akan di terima tetapi lamarannya malah di tolak oleh kayla.


“Yang sabar yah nak Kevin, mungkin kayla butuh waktu lupain Reynad. Tante sebagai orang tuanya Reynad tidak mempersalahkan apabila kamu bersama kayla tapi tante mohon juga sama kamu harus ngerti perasaan kayla”ucap Bu Amelia yang memang ia kenal dekat dengan Kevin. Karena dulu Kevin yang juga teman dekatnya Reynad sebelum ada permusuhan karena wanita.


“Ia kak, lo dengerin dulu saran dari orang-orang lo jangan egois”ucap Stefanie ia tau kecewa dan malunya Kevin yang di tolak apalagi ia yang melamar di depan banyak orang.


“Maafin Kevin tante, bukan Kevin gak berduka atas meninggalnya Reynad hanya saja Kevin takut kayla berpaling lagi sama orang lain, Kevin sangat mencintai kayla tante”ucap Kevin dengan wajah sedihnya.


“Tante dan om ngerti Vin, hanya saja kayla butuh waktu dan tante harap kamu tunggu kayla sembuh dulu dari dukanya”ucap Bu Amelia memberikan penjelasan. Ia juga sebenarnya sedih tapi kayla pasti lebih sedih di bandingkan dirinya.


“Iya Vin, lo juga tenangin diri lo, lo jangan gegabah lebih baik lo pulang dulu aja”ucap Ervan yang dimana ia juga tau bagimana perasaan kayla begitupun juga Kevin.


“Ayo pulang dulu kak, udah malu dilihati orang lain”ucap Stefanie menarik tangan sang sepupu agar pulang karena banyak orang yang melihat apalagi kalau sampai om David tau akan terjadi perang dunia kedua.

__ADS_1


__ADS_2