
Keesokan harinya kayla sudah mulai baik-baik saja Apalagi Reynad yang dengan sigap dan penuh perhatian selalu ada bersama dengan kayla dan menjaga kayla dengan tidak pantang lelah, kayla mulai luluh yah luluh karena Reynad yang senantiasa perhatian kepadanya.
“Kak kakak pulang aja, kuliah kayla baik-baik aja kok”ucap kayla karena dia tak ingin menganggu kuliahnya Reynad.
“Gak apa-apa aku bisa izin kok”ucap Reynad tersenyum, dia tak ingin meninggalkan kayla sedetik pun apalagi saat kayla sakit seperti ini.
“Tapi kak, Kakak juga harus istirahat”ucap kayla yang tak ingin kalau sampai Reynad menjaganya dan jatuh sakit.
Saat mereka sedang berbicara datang pak dokter yang menghampiri mereka.
“Gimana udah mulai baikan?”tanya dokter kepada kayla.
“Iya dok, kayla udah baik-baik aja”ucap kayla tersenyum padahal dia yang masih menyimpan trauma karena kecelakaan itu hanya saja fisik nya memang baik-baik saja.
“Yaudah kalau sudah baikan, hari ini kamu boleh pulang”ucap dokter yang memang kayla sudah baik-baik saja tidak ada hal yang memprihatinkan.
“Terima kasih dokter”ucap kayla tersenyum dan dokter pun keluar dari ruangnya kayla.
“Yaudah kakak beres-beres dulu, kamu istirahat aja yah”ucap Reynad yang akan membereskan barang-barangnya kayla.
“Kayla mau ketemu Lisa dulu kak”ucap kayla karena dari kemarin Reynad tidak mengizinkan kayla untuk bertemu dengan lisa entah apa yang terjadi.
“Boleh, asal kalau kamu lihat kedaanya lisa kamu harus baik-baik saja yah”ucap Reynad karena dia takut kalau sampai kayla drop lagi, padahal kayla baru saja sembuh.
“Iya kak siap”ucap kayla dengan semangat dan senyuman.
Sedangkan di ruangannya lisa dokter menjelaskan kepada Bu wulan bahwa lisa koma karena ada cedera di kepalanya yang cukup parah. Seketika Bu wulan menangis mengapa anaknya seperti ini.
__ADS_1
Kayla yang masuk ke dalam ruangnya lisa melihat Bu wulan yang menangis dia pun menghampiri Bu wulan.
“Mah lisa kenapa belum bangun?”tanya kayla menghampiri Bu wulan dan dokter.
Bu wulan tidak menjawab dan malah menangis tersedu-sedu, bagaimana tidak anak kesayangannya harus berada di posisi seperti ini andai saja dia dapat menggantikan posisi lisa dia rela asal lisa baik-baik saja.
“Yang sabar yah dokter wulan, saya permisi”ucap dokter yang tidak menjawab pertanyaannya kayla karena menurutnya dia tidak ingin ikut campur dan membiarkan mereka yang mengurus masalahnya.
“Mah lisa kenapa?”tanya kayla kembali karena tak dapat jawaban dari ibunya.
“Lisa koma sayang”ucap Bu wulan yang menangis memeluk kayla.
Kayla terdiam dan masih tidak percaya tapi dia harus sembuh dan jangan drop lagi.
“Mah Maafin kayla mah, kayla gak bisa jagain lisa dan andai saja hari itu kayla bisa mengejar lisa pasti kayla tidak sepeti ini mah, Maafin kayla mah”ucap kayla sambil terus menangis dengan rasa bersalah yang amat dalam.
“Ini salah kayla mah, Maafin kayla mah, kayla gak bisa jaga lisa mah”ucap kayla memohon maaf sambil terus menangis.
“Jangan seperti ini kay, kamu gak salah sayang. Harusnya mamah yang bisa jagain kalian tapi mamah lalai menjaga kalian”ucap Bu wulan andai saja dia tidak mengizinkan lisa membawa mobil pasti semua ini tidak akan terjadi.
Di tengah suasana yang semakin tegang, Reynad hanya mampu memegang pundak kayla yang terus menangis dan tak lama masuk pak Farhan yanh dari sana dia mempercepat pekerjaannya karena dia yang khawatir akan keadaan kedua anaknya tersebut dan bagaimana keadaan istrinya yang mungkin sangat terpukul.
“Mah lisa kenapa? Mamah nangis?”tanya pak Farhan yang masuk ke dalam ruangannya lisa dan melihat anak dan istrinya itu menangis.
“Pah lisa pah, lisa koma”ucap Bu wulan sambil menangis dan pak Farhan memeluk Bu wulan untuk menenangkannya.
Pak Farhan pun berkaca-kaca karena dia juga merasa terpukul hanya saja dia sebagai laki-laki dia harus kuat agar dapat melindungi ketiga anaknya dan istrinya tersebut.
__ADS_1
“Pah Maafin kayla pah, kayla gak bisa jagain Lisa dan andai saja hari itu kayla berusaha mengejar lisa pasti lisa tidak akan seperti ini”ucap kayla sambil bersujud meminta maaf kepada pak Farhan, sejuta rasa bersalah ada di dirinya kayla yang tak dapat ia lupakan.
“Sayang, jangan begini sayang, kamu gak salah kok ayo berdiri”ucap pak Farhan menyuruh kayla untuk berdiri.
“Iya sayang, kamu gak salah kok ayo berdiri”ucap Bu wulan yang juga tidak menyalahkan siapapun atas keadaan ini.
“Kay ayo berdiri”ucap Reynad yang membantu kayla untuk berdiri.
“Ayo mah, kayla kita keluar dulu, kalau lusa mendengar pasti dia sedih”ucap pak Farhan yang membawa istrinya keluar sedangkan kayla di bawa oleh Reynad.
Mereka yang sudah berada di luar dan duduk untuk menenangkan diri mereka.
“Kayla kamu gak kenapa-kenapa?”Tanya pak Farhan yang ia juga tau bahwa kayla juga tidak baik-baik saja.
“Kayla baik-baik saja kok pah, kayla juga udah boleh pulang kok”ucap kayla karena memang badannya udah lebih fit.
“Yaudah kalau begitu sayang, kamu pulang dulu gih istirahat”ucap Bu wulan yang dimana dia khawatir kayla akan drop kembali.
“Enggak mah, mamah sama papah pulang aja, biar kayla yang jaga lisa”ucap kayla dia yang merasa bersalah sehingga dia akan menjaga lisa sampai lisa sembuh kembali dan berkumpul bersama mereka lagi.
“Mamah mau disini kay, mamah mau temenin lisa”ucap Bu wulan yang khawatir akan keadaan lisa, kalau dia pulang dia tidak dapat berpikir jernih apalagi tenang.
“Pah, papah bawa mamah pulang aja, biar kayla yang jaga lisa, sedari kemarin mamah belum istirahat”ucap kayla yang terlihat dari mata ibunya bahwa ibunya tersebut belum sempat tidur.
“Tapi kay? Kamu kan baru aja sembuh”ucap Reynad yang khawatir kayla sakit kembali kalau memaksa untuk menjaga lisa.
“Iya kay, bener kata Reynad kamu pulang dulu aja, nanti kalau kamu udah sehat kembali kamu yang jaga lisa”ucap pak Farhan memberikan pengertian.
__ADS_1
“Mah pah, kayla mohon izinkan kayla menjaga lisa, karena dengan mamah dan papah tidak mengizinkan kayla untuk menjaga lisa, kayla merasa sangat bersalah dan kayla gak bisa memaafkan diri kayla sendiri seumur hidup kayla”ucap kayla memohon dan menangis semoga saja ibunya itu mengizinkannya untuk menjaga lisa, ia ingin selalu Berada di sampingnya lisa dan tidak ingin jauh lagi dari lisa.