Jakarta love Story

Jakarta love Story
Toko buku


__ADS_3

Ervan dan kedua sahabatnya hari ini akan berkumpul di rumahnya Ervan karena kebetulan semua orang di rumahnya sudah pada pergi. Mereka berkumpul di taman belakang rumah Ervan agar terada sejuk dan enak untuk berpikir kedepannya.


“Van lo udah ada kabar dari Kevin?”tanya Nathan yang tengah duduk disana ia penasaran dengan kabarnya Kevin.


“Belum sama sekali, gue juga gak berani tanya sama kayla”ucap Ervan ia yang tak berani bertanya kepada kayla karena takut kayla terpikirkan.


“Apa jangan-jangan Kevin kuliah disana yah”ucap edwar yang asal menebak.


“Entahlah”ucap Ervan sambil berpikir apakah benar Kevin akan kuliah disana dan bagaimana dengan kayla.


“Oh yah Nath, gimana waktu itu kayla cerita gak sama lo?”tanya Ervan yang penasaran apakah kayla bercerita sesuatu saat Nathan membawa nya jalan-jalan.


“Kayla gak bicara sama sekali sama gue, tetapi yang gue lihat dari raut wajahnya kayla tersimpan rasa kecewa dan hancur, tapi gue pun gak bisa menebak apa yang terjadi akan dirinya”ucap Nathan yang menghela napasnya karena ia yang merasa gagal bertanya kepada kayla.


“Dari pada kalian memikirkan apa yang terjadi terhadap kayla, menurut gue yang terpenting kita harus ada buat dia agar dia tidak merasa sendiri”ucap edwar yang bijak tidak seperti biasanya yang selalu kacau.


“Tumben otak lo bener”ucap Ervan yang tak biasa mendengar sahabatnya berbicara yang cukup berarti.


”Maklum van cinta merubah segalanya”ucap Nathan mengejek sahabatnya.


“Dari pada lo jomblo”ejek edwar kembali yang merasa kesal karena dirinya yang di ejek oleh Nathan.


“Udah gue heran kalian berantem terus”ucap Ervan bagaimana tidak sahabatnya sering berantem tiap bertemu entah itu karena hal sepele.


Mereka berbicara tentang bagaimana mereka nanti akan kuliah dan jurusan apa yang akan mereka kuliah, entah bagaimana mereka tidak ingin berpisah antar sahabatnya dan selalu saja ingin bersama rasanya tidak ada rasa bosan bagi mereka untuk terus bersama karena mereka memang orang yang sangat sulit percaya terhadap orang lain.

__ADS_1


Mereka terus saja berbicara sampai lupa waktu dan melihat ke arah jam tangan dimana hari sudah sore waktunya kayla dan teman-temannya untuk pulang sekolah.


“Mampus gue lupa waktu”ucap edwar yang bagaimana ia baru ingat kalau harus menjemput stefanie karena kedua sahabatnya yang terus saja mengajaknya berbicara.


“Bener gue juga lupa, kayla sama Lisa gak ada yang jemput”ucap Ervan yang baru ingat saja tetapi waktu yang sudah telat.


Edwar membuka handphonenya untuk menelpon stefanie tetapi tak lama ada pesan dari stefanie bahwa dia akan pergi ke toko buku bersama teman-temannya.


“Gak usah jemput mereka, mereka katanya pergi ke toko buku”ucap edwar yang baru saja menerima pesan dari stefanie.


“Oh oke Yaudah”ucap Ervan yang tidak perlu menjemput kedua adiknya karena ia tau bahwa ketika mereka ke toko buku pasti bersama dengan Rizky.


“Gue heran kalian kaya yang punya anak aja harus stay menjemput”ucap Nathan yang dimana ia memang tidak ada orang yang harus ia jemput.


“Orang jomblo mah gitu yang perhatian pun gak ada “ucap edwar yang mengejek Nathan kembali


Sedangkan kayla dan ketiga sahabatnya sedang berkumpul di parkiran dan hendak masuk ke dalam mobilnya Rizky karena hari ini mereka akan pergi ke toko buku untuk membeli buku entah untuk jalan-jalan dan membuat kayla tidak bersedih lagi.


“Udah bilang sama kak Ervan kalian mau ke toko buku”tanya Rizky yang ia tau bahwa Ervan sebagai kakak posesif banget karena yang selalu khawatir akan keselamatan adiknya.


“Udah tadi”ucap Lisa dengan simpel.


“Lo juga udah bilang kak edwar?”tanya Rizky dimana ia juga enggan untuk disalahkan karena membawa stefanie yang tanpa meminta izin kepada pacarnya.


”Udah Ky. Santai aja”ucap stefanie tak kala melihat Rizky,

__ADS_1


“Yaudah ayo masuk”ucap Rizky mempersilahkan sahabatnya untuk masuk ke dalam mobilnya ia di depan bersama dengan kayla sedangkan Lisa di belakang bersama dengan stefanie.


Rizky melajukan mobilnya meninggalkan sekolahan, Rizky yang terkadang menyalakan musik kesukaan mereka dan seketika kayla pun merasa sedih karena selain lagu itu yang sering ia dengar bersama sahabatnya lagi itupun sering ia dengar bersama dengan Kevin.


Mereka bernyanyi dengan ria untuk menghibur kayla, kayla pun berusaha menahan air matanya untuk tidak turun karena tidak mau sahabatnya yang ikut bersedih.


“Kay kok handphone kamu aku wa dari kemarin kok gak di buka?”tanya stefanie yang baru mengingat bahwa nomor kayla memang tidak aktif.


“Oh iya Fanie, handphone aku rusak belum beli lagi”jawab kayla berbohong ia enggan untuk memberi tahu sahabatnya bahwa ia ketika melihat handphonenya merasa sakit hati.


“Lo kok gak bilang sih kay, kan bisa papah beliin”ucap Lisa yang bagaimana tidak kayla yang menyembunyikan bahwa handphone nya rusak dari dirinya.


“Gak apa-apa lis. Aku masih ada uang kok cuman waktunya aja yang belum sempat”ucap kayla dimana ia juga memang masih ada uang tabungan yang ia kumpulkan dari hasil bekerja di cafe.


“Yaudah jangan dulu beli nanti suruh papah beliin buat kamu”ucap Lisa yang akan memberi tahu kepada ayahnya bahwa handphonenya kayla rusak karena ia tidak ingin kayla yang membelinya dengan uangnya sendiri.


“Gak usah lis, nanti ngerepotin papah”ucap kayla yang merasa tidak nyaman karena ia yang selalu merepotkan kedua orang tua angkatnya apalagi dimana ia yang selalu merasa malu kalau merepotkan orang lain.


“Santai aja”ucap Lisa sambil tersenyum ke arahnya kayla.


Rizky terus melajukan mobilnya sampai akhirnya mereka sampai ke toko buku, yang lumayan toko tersebut cukup ramai. Mereka turun dari mobil yang telah di parkirkan.


“Gue tunggu kalian di cafe aja yah males gue ke dalam lagian gue gak ada buku yang harus gue beli”ucap Rizky yang sangat enggan untuk membaca buku apalagi kalau ia harus membelinya lebih baik ia menongkrong di cafe.


“Tapi kan katanya mau belajar”ucap kayla yang dimana niat mereka membeli buku untuk belajar.

__ADS_1


“Percuma bukunya gak pernah gue baca, dari pada numpuk dan gak bermanfaat lebih baik gue gak beli aja”ucap Rizky yang selama sekolah sangat jarang ia belajar dan hanya mengandalkan feeling saja saat ujian datang.


“Yaudah bebas, terserah lo aja Ky”ucap stefanie yang sudah tau dengan kelakuan sahabatnya yang sangat enggan di bawa ke jalan yang benar.


__ADS_2