
Hari-hari telah berlalu, dengan kelas XII yang semakin sibuk karena sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional. Sedangkan kisah cinta kayla dan Reynad masih saja jalan di tempat, kayla masih belum ingin menerima cinta dari siapapun karena rasa sakit hati dan trauma karena di tinggalkan masih terasa sangat jelas.
Reynad yang masih terus bersabar menunggu kayla walaupun entah sampai kapan kayla akan menerima cintanya tetapi walaupun cintanya belum di terima oleh kayla tetapi yang penting kayla selalu ada di sampingnya dan tidak berpacaran dengan orang lain.
Hati ini kayla dan keluarganya sudah selesai sarapan dan seperti biasa sekarang Ervan tidak perlu lagi mengantar jemput kayla dan Lisa, karena kayla yang selalu di antar jemput oleh Reynad sedangkan Lisa terkadang di antar supir atau nebeng kepada Reynad kalau Reynad sedang membawa mobilnya, sedangkan Nathan terkadang menjemput atau mengantar tetapi sangat jarang sekali.
“Non den Reynad udah sampai”ucap pak satpam menghampiri kayla yang sedang berada di ruang makan karena sedang makan bersama dengan keluarganya.
“Suruh masuk aja pak”ucap pak Farhan, karena dia tidak pernah membeda-bedakan siapapun orang yang datang baik itu kenalannya kayla atau anaknya.
“Gak usah pah, kayla bentar lagi selesai kok”ucap kayla karena dia yang merasa tidak enak kepada keluarganya karena Reynad yang hampir tiap hari datang menjemput kayla.
“Jangan begitu kay, kasihan Reynad nungguin di luar”ucap pak Farhan yang tidak senang anaknya berbicara seperti itu.
“Iya kay, dengerin kata papah yah, kamu jangan merasa gak enak sama kita, kamu juga kan anak kita sayang”ucap Bu wulan menasehati anaknya.
“Jadi gimana non?”tanya pak satpam, ia belum pergi karena menunggu jawaban dari majikannya.
“Suruh masuk aja pak”ucap kayla yang melanjutkan makannya.
“Iya kay, andai gue Tiap hari di jemput pasti bahagia”ucap Lisa sambil cemberut karena ia sangat merindukan Nathan tetapi Nathan yang sangat so sibuk sekali.
“Udah jangan mengeluh kay, masih untung lo bisa pacaran sama Nathan gak tau kan dia kaya kulkas dinginnya minta ampun gak bakalan bucin kaya Reynad ke kayla”ucap Ervan yang sudah tau sifat semua temannya.
“Pagi tante”ucap Reynad di tengah-tengah percakapan itu Reynad datang menghampiri mereka yang sedang makan.
“Duduk Rey”ucap Bu wulan mempersilahkan Reynad untuk duduk karena dia yang masih berdiri.
“Makasih tante”ucap Reynad tersenyum dan dia pun duduk di sampingnya kayla yang tengah makan.
__ADS_1
“Makan Rey”ajak pak Farhan karena memang masih banyak makan yang tersedia.
“Gak usah om, terima kasih, Rey udah makan kok”ucap reynad enggan untuk makan karena ia yang sudah sarapan pagi-pagi buta.
“Rey gak usah jemput kayla tiap hari nanti kamu repot, kayla kan ada pak supir yang nganterin jadi kamu jangan khawatir”ucap pak Farhan merasa tidak enak karena reynad yang tiap hari selalu mengantar jemput kayla dan selalu datang pagi-pagi tak kenal lelah dan apapun yang terjadi.
“Rey bukannya om sama tante melarang kamu jemput kayla tapi tante khawatir kamu akan kecapean”ucap bu wulan.
“Gak apa-apa om ,tante, rey gak repot kok, lagian kan kalau nganterin kayla Rey bisa bangun lebih pagi”ucap reynad yang merasa tidak masalah atas itu semua.
“Yaudah kalau kamu gak merasa di repotkan, tante titip kayla yah jangan ngebut-ngebut di jalannya”ucap Bu wulan memberikan wejangan kepada Reynad.
“Mah, dia gak akan cape kok namanya juga cinta”ucap Reynad mengejek Reynad.
“Mah kayla pamit yah udah siang”ucap kayla yang sudah beranjak dari kursinya karena memang waktu sudah cukup siang.
“Oh iya mah, Lisa juga berangkat yah”ucap Lisa juga beranjak dan berpamitan.
Lisa terdiam karena memang Nathan tidak menjemputnya.
“Lisa ikut kita aja tante, Rey bawa mobil kok”ucap Reynad menawarkan tumpangan.
“Kamu gak keberatan Rey?”tanya pak Farhan karena ia yang takut Reynad tidak setuju.
“Gak kok om”ucap Reynad dengan tersenyum dan merasa memang tidak keberatan dengan semua itu.
“Yaudah kalian hati-hati”ucap Bu wulan tak kala anaknya pergi.
“Selamat jadi nyamuk yah”ucap Ervan mengenal adiknya tersebut.
__ADS_1
“Apaan sih kak”ucap Lisa yang kesal karena kakaknya yang selalu saja mengejeknya.
“Jangan dengerin Ervan, kalian pergi gih nanti kesiangan”ucap Bu wulan kepada anak-anaknya.
Mereka pun berpamitan kepada Bu wulan dan yang lainnya, mereka segera bergegas jalan menuju ke arah parkiran mobil dan segera menaiki mobilnya lalu melajukan ke arah sekolahnya kayla karena takut kesiangan.
Lisa yang masih tidak beruntung dalam dunia percintaan, Nathan yang selalu saja cuek kepada dirinya berbeda dengan Reynad dan edwar yang selalu saja membuat pasangannya bagaikan tuan putri yang selalu siap dalam segala hal.
Begitu pun hari ini edwar menjemput stefanie di rumahnya walaupun terhitung jauh asalkan dia bisa mengantar pacarnya dan bertemu pacarnya dia tidak keberatan sama sekali walaupun harus lelah.
Stefanie yang sudah berpamitan kepada orang tuanya, edwar sudah menunggu di parkiran dengan setia.
“Nunggu lama kak?”tanya stefanie menghampiri edwar yang tengah berdiri di samping mobilnya.
“Enggak kok, baru aja kok”ucap edwar padahal sudah cukup lama dia menunggu stefanie.
“Yaudah ayo”ucap stefanie mengajak edwar untuk segera masuk ke dalam mobilnya karena kalau terlalu lama ia takut akan telat.
Edwar dan Lisa menaiki mobil serta melajukannya dengan kecepatan sedang karena edwar tidak akan mengebut ketika membawa stefanie karena ia takut terjadi sesuatu kepada stefanie.
“Gimana sekolahnya?”tanya edwar yang ingin tau kegiatan pacarnya tersebut.
“Yah gitu kak, banyak pelajaran tambahan”ucap stefanie dengan simpel.
“Kamu jaga kesehatan yah, jangan lupa makan”ucap edwar sambil melihat ke arahnya stefanie tersenyum.
“Iya kak siap”ucap stefanie.
Walaupun stefanie yang cukup cuek kepadanya tetapi tidak seperti Nathan kepada Lisa juga, stefanie yang belum bisa mencurahkan rasa cintanya kepada edwar apalagi hatinya masih tetap bimbang, karena bagaimana pun cinta stefanie kepada edwar hanya beberapa persen, dia masih tetap mengharapkan Ervan, yah mungkin karena cinta pertama sangat sulit di lupakan walaupun cinta pertama yang tak terbalaskan.
__ADS_1
Perjalanan cukup panjang dan tak lama sampai lag di sekolah stefanie dimana disana sudah ada Reynad yang baru saja sampai bersama dengan kayla dan Lisa.
Stefanie turun dari mobil setelah edwar membuka kan pintunya, karena edwar sangat menghormati stefanie dan sangat mencintai stefanie melebihi apapun, dia juga tidak keberatan dengan sikap stefanie yang masih belum seratus persen mencintainya.