
Hari-hari telah berlalu, dengan kehidupan yang terus berkembang dan melalui banyak hal yang yang mungkin tak akan pernah kita pikirkan sebelumnya.
Hari bahagia, sedih, kecewa akan selalu ada sepanjang kita masih hidup di dunia ini, hari ini hari minggu dan hari ini juga adalah satu hari sebelum kayla dan yang lainnya ujian dan sudah satu tahun juga mereka sekolah tanpa kakaknya yang biasanya selalu ada di sampingnya. Dan sudah hampir satu tahun juga Ervan berkuliah dengan jurusan yang ia inginkan, entah mengapa Ervan sangat ingin bekerja di perfilman padahal Ervan yang anaknya pintar dan cerdas sangat bagus untuk menjadi dokter tetapi orang tuanya tidak dapat memaksa kehendak anaknya tersebut.
Kalian pasti penasaran dengan kisah cintanya Lisa, yah Nathan masih saja cuek kepada Lisa, karena sikap Nathan memang seperti itu tidak dapat di ubah dengan cinta bagaimana pun.
Sedangkan Kevin yang berada jauh di negara sana mulai bisa menerima kenyataan dan dia bertekad untuk lulus tepat waktu agar saat waktunya tiba dia dapat mengambil kayla dari Reynad.
Hari ini kayla tidak keluar sama sekali begitupun dengan Lisa karena dia lebih memilih untuk belajar karena kalau sampai nilainya jelek takut mengecewakan orang tua nya bagaimana tidak Ervan dan kayla yang selalu mendapatkan nilai yang bagus sedangkan dirinya hanya dapat nilai pas-pasan.
Sedangkan Ervan tengah menonton televisi bersama dengan kedua orang tuanya yang kebetulan hari ini mereka ada di rumah tidak ada dinas keluar kota atau acara apapun.
“Tumben Lisa dan kayla gak keluar mah?”tanya Ervan heran karena adiknya biasanya rusuh tapi sekarang mereka berdiam diri seperti bersemedi.
“Mereka lagi belajar van jangan di ganggu”ucap Bu wulan karena memang tadi Bu wulan sudah mengecek kamar kedua anak gadisnya.
“Tumben Lisa belajar? Paling juga dia tidur mah”ucap Ervan yang tak percaya kepada adiknya karena dia yang sangat tau kalau Lisa hobby nya tidur saat hari minggu.
“Jangan begitu van, adik kamu juga bisa berubah kok, ingat jangan ganggu dia”ucap pak Farhan yang takut Ervan akan me ganggu Lisa.
“Iya Enggak santai aja”ucap Ervan sambil makan sambilannya.
“Gimana kuliah kamu van? Kamu gak ada niat untuk pindah jurusan?”tanya pak Farhan yang masih berharap anaknya berubah pikiran setelah dia yang membebaskan pilihan anaknya.
__ADS_1
“Enggak pah, Ervan udah cocok dengan jurusan itu”ucap Ervan yang entah mengapa dia sangat suka dengan jurusan itu padahal latar belakang kekuarga nya seorang pembisnis dan tenaga kesehatan tidak ada yang terjun kedunia seni tapi dia tertarik.
“Papah harap, kalau kamu memang mantap buat mengambil jurusan itu, kamu harus bersungguh-sungguh”ucap pak Farhan yang tidak dapat berbuat apa-apa padahal dalam hatinya dia masih kecewa dengan pilihan anaknya tetapi dia yang seorang ayah hanya bisa mendukung anaknya apapun yang dilakukan anaknya asal yang terbaik.
“Iya pah Ervan janji kok, Ervan bakalan belajar dengan baik dan membanggakan mamah dan papah”ucap Ervan dengan tegas.
Di tengah obrolan mereka, pak satpam datang menghampiri mereka.
“Maaf ganggu pak”ucap pak satpam sambil berdiri.
“Iya kenapa pak?”tanya Bu wulan yang heran karena ada apa pak satpam menghampiri mereka.
“Itu pak, ada den Reynad mau ketemu non kayla”ucap pak satpam berbicara dengan pelan karena takut mengganggu Lisa dan kayla yang lagi belajar.
“Baik pak, saya permisi”ucap pak satpam sambil berjalan meninggalkan ruang kekuarga.
Reynad yang memasuki rumah karena sudah di izinkan masuk oleh orang yang punya rumah, dia tidak pernah masuk sebelum dapat izin dari orang yang punya rumah.
“Assalamualaikum tante”ucap Reynad yang datang menghampiri mereka.
“Waalaikumsalam Rey, duduk”ucap Bu wulan dengan ramahnya.
“Iya terima kasih tante”ucap Reynad tersenyum.
__ADS_1
“Lo bucin nya kebangetan Rey, hari minggu juga masih aja datang nyamperin kayla, gak cape apa lo?”tanya Ervan yang heran karena dia saat hari libur ingin beristirahat dan berkumpul bersama keluarganya karena hari biasa dia sudah sering bertemu dengan nasya.
“Bukan begitu van, gue cuman mau bawain coklat, vitamin sama bunga aja biar kayla semangat belajarnya”ucap Reynad yang dimana dia memang membawa beberapa bingkisan.
“Yaudah bentar yah tante panggilin kayla dulu”ucap Bu wulan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya kayla.
“Rey om mau tanya?”ucap pak Farhan membuka pembicaraan.
“Iya boleh om, mau tanya apa?”ucap Reynad yang dimana dia juga sangat gelisah dan dag-dig-dug dengan pertanyaan dari pak Farhan.
“Kamu beneran serius sama kayla?”tanya pak Farhan karena ia ingin tau bagaimana orang yang akan bersanding terhadap kayla apakah orang itu serius atau hanya ingin mempermainkan kayla saja.
“Iya om Rey serius dan sayang banget sama kayla, kalau perlu kita nikah kalau udah kayla lulus sekolah”ucap Reynad yang memang dia sangat serius seratus persen kepada kayla, karena dia yang takut kayla keduluan oleh orang lain.
“Jangan terburu-buru, om minta kalian lebih memahami satu sama lain terlebih dahulu, lagian kayla juga masih muda dan banyak mimpi yang harus ia gapai”ucap pak Farhan karena ia tak ingin anaknya menikah terlalu muda.
“Iya om, Reynad juga bercanda om, tapi kalau kayla setuju yah Reynad bahagia”ucap Reynad sambil tersenyum dan memikirkan bagaimana kalau dia dan kayla yang berjodoh dan sampai menikah.
“Lo baru juga kuliah satu semester lo udah mau lamar adik gue, lo mau kasih adik gue makan apa?”Tanya Ervan sambil mengintimidasi kepada Reynad.
“Gue bercanda kok van, lo jangan khawatir, sampai kapanpun gue akan berusaha yang terbaik untuk kayla dan gue tidak akan pernah meninggalkan kayla dalam keadaan apapun”ucap Reynad dengan tulus, karena entah mengapa semakin kesini dia semakin ingin mendapatkan kayla.
“Haha iya, om juga tau, pokoknya saja om minta kamu jaga kayla yah”ucap pak Farhan menasehati karena ia juga yang khawatir kepada kedua putrinya
__ADS_1
“Iya om, Rey akan jaga kayla dan om jangan khawatir sampai kapanpun Rey akan berada di sampingnya kayla”ucap Reynad karena ia memang akan selali berada di samping kayla dan tak ada orang yang akan merebut kayla dari sampingnya.