
Sedangkan pak Farhan mencoba berpikir apa yang baik untuk anaknya dan juga Nathan, pak Farhan sangat ingin Lisa segera sadar tapi dia juga tak ingin Nathan yang merasa terbebani.
“Kalau menurut om lebih baik kamu minta izin dulu sama orang tua kamu, kalau om setuju saja”ucap pak Farhan yang memang dia setuju apalagi Nathan yang merupakan cinta pertamanya Lisa.
“Yaudah kalau begitu om tante, Nathan pamit dulu yah buat minta izin”ucap Nathan yang bersalaman dan pamit meninggalkan mereka yang berada di ruangan tersebut. Semua orang heran karena masih tidak percaya apa yang di ucapkan Nathan apakah Nathan benar-benar serius atau karena dia yang merasa bersalah.
“Om tante itu beberan Nathan ingin menikah sama Lisa?”tanya edwar yang masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Nathan kepada mereka semua.
“Om juga belum tau ed, tapi yang om lihat memang Nathan serius jadi biarkan aja selagi itu hal yang baik”ucap pak Farhan yang selali berpikiran positif.
“Tapi kan mah pah. Mereka masih sangat muda dan aku takutnya Lisa akan marah kalau dia sadar dan udah menikah dengan kak Nathan”ucap kayla karena takut semua nya akan menjadi kacau apalagi akhir-akhir ini Lisa terlihat berbeda kepada Nathan dan lebih cuek takutnya Lisa sudah tidak mencintai Nathan lagi.
“Tenang aja sayang, kalau memang Nathan ingin menikahi Lisa, mamah yakin kok dia akan bertanggung jawab dan Lisa pun yakin akan bahagia bersama orang yang dia sayang, apalagi Nathan yang cinta pertamanya Lisa”ucap Bu wulan yang mencoba mempercayai apa ucapannya Nathan.
“Yaudah kay, mungkin itu yang terbaik, agar Lisa sadar juga kan”ucap stefanie meyakinkan kayla.
“Mah pah kayla keluar dulu yah”ucap kayla yang berjalan keluar ruangannya Lisa karena dia yang akan berpikir sejenak diikuti oleh sahabatnya dan edwar.
“Kay lo kenapa? Lo gak seneng Nathan serius sama Lisa?”tanya stefanie karena kayla yang hanya terdiam.
“Bukannya begitu hanya saja aku masih kaget karena kan sebelumnya Nathan cuek sama Lisa ini tiba-tiba Nathan mau menikah sama lisa dan aku hanya takut kalau kak Nathan cuman menghilangkan rasa bersalah aja”ucap kayla dengan lesunya dan masih tidak mau percaya apa yang Nathan katakan.
“Yah mungkin Nathan merasa kehilangan kay gara-gara Lisa begini, Udahlah biasanya juga lo berpikiran baik tumben sekarang lo berpikiran yang buruk”ucap Rizky karena biasanya kayla positif vibes.
“Iya aku cuman takut aja gitu, tapi kalau memang yang terbaik untuk Lisa aku hanya bisa mendukung aja”ucap kayla asal Lisa bahagia dan sehat dia akan melakukan segala cara.
__ADS_1
**
Sedangkan Nathan yang sudah sampai di rumahnya dia segera bercerita kepada ibunya bahwa dia akan serius terhadap Lisa dan ingin menikahi Lisa, sedangkan ayahnya Nathan masih bekerja dan belum pulang.
Bu Sinta tengah menemani anak bungsunya belajar di ruang tamu, karena biasanya Bu Sinta selalu mengevaluasi belajar anaknya.
“Udah pulang Nath? Mau makan?”tanya Bu wulan saat Nathan datang mengahampiri mereka.
“Enggak mah. Nathan mau bicara sama mamah”ucap Nathan yang tidak sabar ingin berbicara serius kepada ibunya tentang niat baiknya.
“Bicara apa Nath? Kaya serius”tanya Bu Sinta karena tidak biasanya anaknya ingin berbicara hal penting kepadanya.
“Naufal ke kamar dulu gih, kakak mau bicara dulu sama mamah”ucap Nathan menyuruh adiknya untuk pergi dulu karena dia merasa tidak nyaman apabila adiknya berada disini.
“Udah naufal nurut aja yah sayang. Nanti kita belajar lagi yah”ucap Bu Sinta ia juga penasaran apa yang akan anaknya ceritakan kepadanya.
Naufal yang kesal pun akhirnya dia memilih untuk masuk kedalam kamarnya karena dia juga yang takut dimarahi kalau mendengar cerita kakaknya.
“Oh yah mah, papah kapan pulang?”tanya Nathan yang dimana dia harus berbicara saat ada ayahnya agar lebih jelas dan enak saja.
“Papah bentar lagi pulang Nath? Memangnya ada apa?”tanya Bu Sinta karena dia yang masih penasaran.
“Tunggu papah aja mah biar sekalian”ucap Nathan yang enggan untuk berbicara kedua kalinya dan untung saja saat mereka tengah berbicara pak Dimas datang setelah selesai kerja. Ayahnya Nathan bernama pak Dimas.
“Tumben Nath ada di ruang keluarga?”tanya pak Dimas karena dia yang heran anaknya ada di bawah biasanya dia tinggal di kamarnya dan selalu saja belajar.
__ADS_1
“Ada yang mau Nathan bicarakan pah sama papah?”Ucap Nathan dengan serius.
“Kenapa? Kamu mau papah belikan mobil?”tanya pak Dimas karena Nathan yang memang tidak mempunyai mobil.
“Bukan itu, pah, mah, Nathan mau minta izin sama papah dan mamah buat nikahin Lisa”ucap Nathan yang dia juga takut orang tuanya tidak mengizinkannya hanya saja lebih baik dia cepat berbicara.
Pak Dimas yang sedang minum pun kaget sampai-sampai dia menyemburkan minuman yang tengah dia minum karena dia yang kaget mendengar anaknya berbicara seperti itu.
“Papah jorok ih”ucap Bu Sinta karena suaminya yang menyemburkan minuman sampai membasahi bajunya.
“Papah kaget mah, mah kenapa Nathan begini? Nathan kesambet apa?”tanya pak Dimas karena dia yang tidak percaya dengan ucapan anaknya tersebut.
“Nath kamu sadar nath? Kamu gak kesambet kan?”tanya Bu Sinta sambil menyentuh kening anaknya apakah ada kelainan dengan anaknya tersebut.
“Mah, pah, Nathan serius, Nathan mau menikahi Lisa mah”ucap Nathan dengan wajah memohon.
“Tapi kenapa nath? Kamu mau menikahi Lisa ? Memangnya kalian pacaran?”tanya Bu Sinta karena yang dia tau Nathan tidak berpacaran dengan Lisa dan hanya sebatas Menganggap adik saja.
“Nathan sama Lisa udah pacaran sekitar 3 bulan mah dan Nathan serius ingin menikahi Lisa Nathan ingin bertanggung jawab atas semua yang terjadi kepada Lisa”ucap Nathan dengan lesunya memohon kepada orang tuanya berharap orang tuanya merestuinya menikahi Lisa walaupun mereka yang masih sangat muda.
“Tanggung jawab? Apa yang udah kamu lakuin sama Lisa Nath? Jangan bilang kamu menghamili Lisa”ucap pak Dimas kaget dan dia tidak tau apa yang terjadi kepada anaknya dan Lisa.
“Pah bukan begitu pah”ucap Nathan yang belum juga dia selesai berbicara sudah terpotong oleh ayahnya.
“Papah gak pernah mengajarkan kamu berbuat seperti itu Nath? Papah selalu mendidik kamu dengan baik agar kamu menjadi anak yang tau tang namanya dosa Nath”ucap pak Dimas yang marah kepada anaknya tersebut.
__ADS_1