Jakarta love Story

Jakarta love Story
Pemakaman Reynad


__ADS_3

Reynad sampai di rumah duka yaitu rumahnya Reynad yang sudah banyak orang menunggu Reynad di rumahnya dari teman kuliahnya sampai teman-teman SMAnya dan tak lupa sahabatnya kayla pun hadir, Rizky dan Nabila pun yang hendak berbulan madu mereka membatalkannya apalagi Rizky yang sangat menyayangi kayla dan gak bakalan mungkin meninggalkan kayla di saat seperti ini.


“Lo gak jadi bukan madu?”tanya Nasya saat Nabila yang ada di dekatnya karena dia sebelumnya berpamitan akan berbulan madu.


“Enggak, Rizky gak tega ninggalin kayla, lo tau kan gimana sayangnya Rizky sama kayla? Dan gue juga mengerti jadi gak apa-apa kalau gue gak jadi bulan madu sekarang masih ada waktu kedepannya”ucap Nabila yang mengerti keadaanya Rizky.


Kayla yang baru saja turun dari mobilnya dengan diiringi oleh Bu wulan dan Ervan yang selalu senantiasa berada di sampingnya untuk mendukung kayla agar kayla kuat menerima apa yang terjadi.


“Kay lo gak yang sabar yah”ucap Rizky yang mendekat ke arah kayla saat kayla sudah duduk di samping jenazahnya Reynad.


“Ky, kak Reynad pergi”ucap kayla yang menangis saat sahabatnya itu mendekat ke arahnya.


“Sabar yah kay, gue yakin lo bakalan kuat”ucap Stefanie juga yang ikut berada di dekatnya ia pun tak kuat menahan air matanya apalagi memikirkan bagaimana kedepannya kayla tanpa Reynad.


Kayla hanya menangis sambil membaca Al-Quran di dekatnya Reynad begitupun dengan teman-temannya yang ikut mengaji bersama dengan yang lainnya.


Nathan yang baru saja bangun pun segera bersiap-siap bersama dengan Lisa sedangkan Arsen di asuh oleh babysiternya karena takut ikut menangis apalagi Arsen pun sangat dekat dengan Reynad.


Bu Amelia dan pak Revan pun tampak terpukul dengan kepergian anaknya apalagi itu anak semata wayangnya dan entah akan bagaimana mereka tanpa kehadiran Reynad di hidupnya.


Proses pemandian jenazah, mensholati pun sudah selesai di lakukan dan jenazah akan segera di makamkan apalagi sebentar lagi waktu akan semakin sore.


Jenazah Reynad pun akan di makamkan diiringi oleh keluarga dan sahabatnya yang ikut kepemakamannya, semua orang tampak tak percaya kalau Reynad sudah pergi karena begitu cepat waktu berlalu apalagi hanya kedua orang tuanya saja yang tau bahwa Reynad memiliki penyakit.


Tak perlu lama jenazah pun sampai di Pemakaman dan akan segera di makamkan.


“Kayla udah sayang jangan terus menangis, kamu yang ikhlas sayang agar Reynad tenang di sana”ucap Bu wulan yang mencoba menenangkan anaknya yang menangis.

__ADS_1


Sedangkan semua orang tidak berani berbicara apapun apalagi kepada kayla karena takutnya kayla semakin menjadi-jadi.


Reynad pun sudah di makamkan dan di taburi bunga di iringi doa dan tangisan orang yang mengantarnya. Beberapa keluarganya dan sebagian sahabatnya serta yang lainnya yang mengantar Reynad sudah mulai pulang dan hanya sahabat terdekatnya dan kedua orang tuanya yang masih berada di sana.


“Kayla udah pulang yuk sayang”ucap Bu wulan mengajak anaknya untuk pulang karena waktu semakin petang saja.


“Enggak mah, kayla masih mau disini”ucap kayla yang rasanya tak ingin beranjak dari sana ia ingin selalu menemani Reynad.


“Kayla ayo pulang yuk, om sama tante pun akan pulang”ucap Bu Amelia membujuk kayla karena dia tau bagaimana hancurnya kayla tak kala tau bahwa reynad sudah pergi.


“Tapi tante, kayla mau disini nemenin kak Rey”ucap kayla yang yak ingin beranjak dari tempatnya.


“Kalian semua balik dulu aja”ucap Ervan karena kasihan kalau mereka menunggu kayla yang entah kapan kayla akan pulang.


“Gue gak bakalan balik kak sebelum kayla pulang”ucap Rizky yang tak tega meninggalkan sahabatnya itu.


“Iya kak Biarin aja, kita bakalan pulang kalau kayla udah mau pulang, karena kita janji bakal selalu menemani kayla dalam suka dan duka”ucap Lisa dengan mantap apalagi kayla juga yang selalu ada untuknya.


“Udah van Biarin aja mereka”ucap Kevin yang juga menangis karena sahabatnya meninggalkannya. Kalau boleh ia lebih baik tidak memiliki kayla dari pada sahabatnya yang pergi.


“Nas, kalian balik duluan aja, bentar lagi hujan”ucap Ervan yang khawatir dengan kekasihnya itu.


“Iya ayo balik aja”ucap Rose yang juga ikut hadir tapi sekarang dia tidak membuat masalah.


“Yah lo balik aja”bentak edwar yang kesal dengan Rose yang sedari tadi mendumel terus.


“Kalian pulang aja yah, kayla butuh waktu sendirian”ucap kayla yang kasihan kepada sahabatnya kalau harus menunggunya apalagi sebentar lagi hujan akan turun.

__ADS_1


“Tapi kay, gue bakal nemenin lo kok”ucap stefanie yang ingin selalu berada di samping kayla.


“Iya kay, kita temenin yah”ucap Rizky ia tak akan meninggalkan kayla sampai kapanpun walaupun harus menginap di pemakaman.


“Kay kalau gue balik duluan gimana, Arsen nangis terus”ucap Lisa yang mendapat telpon dari pengasuh anaknya kemungkinan Arsen pun tau mengapa dia menangis terus.


“Iya gak apa-apa lis, kasihan Arsen di rumah”ucap kayla yang tidak keberatan kalau ia harus sendirian.


“Yaudah kayla kita pamit yah”ucap Nathan dan Lisa berpamitan lebih dulu, begitupun dengan Rose. Nasya dan Nabila. kedua orang tua Reynad pun pulang karena mereka harus menyiapkan untuk pengajian nanti malam, disusul oleh Bu wulan dan pak Farhan karena mereka harus ikut membantu Bu Amelia dan mendukung mereka juga.


“Kayla ayo pulang nanti hujan”ucap Ervan yang melihat langit sudah tampak mendung.


“Enggak kak, kayla masih ingin disini, kak Ervan pulang aja”ucap kayla menyuruh kakaknya untuk pulang.


“Kalian pulang aja, biar gue yang jaga kayla”ucap Kevin menawarkan diri, karena ia tau bahwa kayla butuh waktu untuk berdua bersama dengan orang yang ia sayangi.


“Lo mencari kesempatan”ucap edwar yang tampak berpikir dan asal berbicara aja.


“Gue gak sebrengsek itu ed”ucap Kevin yang kesal dengan ucapan sahabatnya itu.


“Sorry gue bercanda”ucap edwar yang merasa bersalah.


“Yaudah kita balik aja, Vin titip kayla yah”ucap Ervan mengajak semua orang pulang dan hanya menyisakan kayla dan Kevin yang berada di sana.


Kevin pun tidak berada di dekat kayla ia menjauh dari kayla karena takutnya kayla tak akan bebas berbicara.


“Kak mengapa kak Reynad tinggalin kayla kak”ucap kayla sambil memegang batu nisannya karena dia masih tak percaya kalau kekasihnya pergi meninggalkannya secepat itu, bagai di sambar petir yang secara tiba-tiba saja tanpa aba-aba yang Tuhan berikan.

__ADS_1


__ADS_2