Jakarta love Story

Jakarta love Story
Kevin prustasi


__ADS_3

Mereka yang sudah berada di kelas dengan seperti biasa di saat guru belum datang kelasnya begitu ramai dengan siswa-siswa yang bercanda dan kebetulan Rizky juga memang sudah sampai walaupun agak terlambat.


“Kay udah ada kabar dari kak Kevin?”tanya stefanie mencoba membuka pembicaraan karena ia penasaran tentang Kevin apakah Kevin menghubungi kayla atau tidak.


“Belum Fanie”ucap kayla berbohong, ia lebih baik tidak memberi tahukan apa yanh terjadi kepada teman-temannya dari pada membuat teman-temannya khawatir.


“Memang kak Kevin kemana?”tanya Lisa yang bingung karena setaunya memang Kevin kemarin hanya pulang terlebih dahulu.


“Kak Kevin pergi ke US”ucap stefanie dengan nafas kasarnya.


“Terus dia gak pamit sama lo”ucap Rizky yang tiba-tiba mendengar ucapan teman wanitanya.


“Udahlah jangan bahas kak Kevin lagi lebih baik kita belajar”ucap kayla ia tak ingin membicarakan Kevin lebih jauh lagi takut hatinya tidak kuat menerima apa yang sudah terjadi.


“Apa ada masalah?”tanya stefanie yang masih kepo tentang kayla dan Kevin. Dan untung saja saat stefanie bertanya guru pun datang ke dalam kelasnya sehingga kayla tidak akan di rundung pertanyaan-pertanyaan tentang dirinya dan Kevin.


**


Setelah perjalanan cukup panjang akhirnya Kevin sampai di Amerika dan ia segera pergi kerumah sakit tempat ayahnya di rawat karena ia yang sangat khawatir dan takut terjadi sesuatu kepada ayahnya.


Ia berjalan melewati lorong-lorong dan tak lama sudah sampai di ruangan ayahnya tetapi siapa sangka ayahnya sudah kembali lebih baik dan membuat Kevin yang sangat lega.

__ADS_1


“Pah gimana keadaan papah?”tanya Kevin dengan wajah lelah dan cemasnya bagaimana tidak di perjalanan ia sangat susah tertidur karena memikirkan keadaan ayahnya dan memikirkan kayla dimana ia yang tidak berpamitan kepada kayla.


“Papah baik-baik aja kok Vin, maaf papah udah repotin kamu”ucap pak David yabg sudah membaik.


“Kata mamah papah kritis?”tanya Kevin yang setaunya ayahnya kritis tetapi di lihat memang sudah baik-baik saja dan tidak terluka parah.


“Mamah kamu aja Vin yang terlalu cemas, papah gak apa-apa kok”ucap pak David yang memang ia tidak terjadi apa-apa dan sehat-sehat saja hanya terjatuh biasa.


“Maaf Vin, mamah khawatir jadinya takut papah yang terjadi seperti dahulu”ucap Bu liliana yang memang ia sangat takut terjadi sesuatu kepada suaminya seperti 10tahun yang lalu dimana ia kritis dan hampir saja meninggalkannya dengan Kevin tetapi Allah memberikan kesempatan kedua kalinya.


“Yaudah gak apa-apa mah”ucap Kevin yang ia yang ada bersyukur karena papahnya tidak terjadi apa-apa.


“Yaudah mah, sekarang papah sudah boleh pulang kok”ucap pak David yang memang tadi dokter sudah memberikan izin kepada pak David untuk pulang karena lukanya termasuk luka yang ringan.


Kevin yang sebenarnya sangat kecewa kalau ia tau papahnya hanya sakit ringan setidaknya ia bisa meminta izin dan berpamitan kepada kayla. Sedangkan Bu liliana membayar tagihan terlebih dahulu karena Administrasinya memang belum di urus.


Setelah selesai Kevin dan kedua orang tuanya menaiki taksi untuk menuju ke Apartemen tempat tinggal orang tuanya. Di perjalanan ia cenderung berdiam diri apalagi ia yang memang memikirkan kayla dan bagaimana keadaan kayla saat kayla tau kalau dirinya pergi tanpa pamit sepatah kata pun.


Bu liliana melihat ke arahnya Kevin ia yang tau bahwa Kevin sedang memikirkan kayla, tetapi ini adalah keputusan yang paling tepat untuk memisahkan kayla dan Kevin karena kalau tidak di paksa Kevin mana mau kuliah dan tinggal Di Amerika. Bu liliana berharap saat Kevin jauh dari kayla dan dekat dengan Rose setidaknya hari Kevin akan berpaling kembali.


Sedangkan pak David yang merasa bersalah, dimana ia juga yang turut andil dalam masalah ini, karena ini adalah keputusan orang tuanya dimana ia harus bisa belajar bisnis dan melanjutkan bisnis orang tuanya.

__ADS_1


Dan tak lama mereka pun sampai ke halaman Apartemen dan mereka segera turun dari taksi. Kevin dengan teliti membantu pak David untuk berjalan dan mereka pun terus berjalan sampai masuk ke dalam Apartemen tersebut.


Sesampainya di Apartemen Kevin bukannya istirahat ia malah kembali membuka koper dan tas bawaannya ia ingin mencari handphonenya yang tak kunjung ketemu dan sampai mengobrak-abrik tetap saja tidak ketemu dan membuat Kevin prustasi.


“Cari apa Vin?”tanya pak David yang datang menghampiri Kevin karena melihat Kevin yang sedang mengobrak-abrik pakaiannya dari dalam koper.


“Kevin cari handphone Kevin pah, kayanya handphone Kevin ketinggalan di Jakarta deh pah”ucap Kevin yang kembali mengingat-ngingat mungkin dia saking paniknya sampai lupa dengan handphonenya.


“Yaudah gak apa-apa nanti bisa beli handphone baru disini”ucap pak David yang masalah sepele seperti itu.


“Tapi pah, Kevin belum ngabarin temen-temen Kevin dan kayla takutnya mereka khawatir”ucap Kevin yang memikirkan kayla karena ia takut kayla yang khawatir akan dirinya.


“Yaudah kamu hubungi dia dahulu kasih dia kabar kalau kamu baik-baik saja”ucap pak David memberikan nasihat.


“Yaudah pah Kevin pinjam dulu handphone papah”ucap Kevin dan pak David pun memberikan handphone kepada Kevin dan untung saja Kevin mengingat nomornya kayla sehingga ia tidak terlalu susah mencari tapi sayang seribu sayang ketika dia menelpon kayla, nomor kayla sama sekali tidak aktif dan membuat Kevin yang khawatir akan keadaannya kayla karena tidak seperti biasanya nomor kayla tidak aktif dan Kevin menjadi tambah prustasi.


“Makasih pah”ucap kavin.


“Ayo kita makan”ucap Bu liliana memanggil anak dan suaminya untuk makan apalagi Kevin yang tidak mau makan sama sekali karena ia yang memikirkan keadaan kayla.


“Ayo kita makan dulu Vin”ajak pak David saat ia melihat anaknya yang terlihat prustasi.

__ADS_1


“Iya pah”ucap Kevin dan mereka pun menghampiri Bu liliana yang sudah berada di meja makan.


Mereka makan dengan Kevin yang tidak bersuara dan makan yang tidak terlihat nafsu. Dalam pikirannya Kevin hanya memikirkan kayla, ia khawatir terjadi sesuatu akan kayla karena tidak biasanya handphone kayla tidak dapat di hubungi dan ia pun merasa bahwa kayla akan sangat kecewa kepadanya karena dia yang tidak berpamitan kepada kayla. Andai waktu bisa terulang kembali mungkin ia akan berlari terlebih dahulu untuk berpamitan kepada kayla atau seengganya ia bisa memberikan pesan kepada kayla bahwa ia pergi keluar negeri.


__ADS_2