
Lisa yang sedang emosi memikirkan bahwa hal ini terjadi bukan hanya sekali tapi sudah dua kali apalagi dengan semua perbuatan Silvi yang lainnya.
Dengan tergesa-gesa Lisa berjalan meninggalkan toilet untuk menghampiri Silvi tidak peduli disana ada sang kakak ataupun Nathan sang gebetan.
“Mau kemana lo?”tanya Rizky yang bingung melihat lisa keluar dengan emosi.
“Gue mau nyamperin nenek lampir”ucap lisa sambil bergegas berjalan tanpa menghiraukan panggilan Rizky.
“Lis tunggu lo mau ngapain?”teriak Rizky
“Udah lo susul dia aja”ucap Kevin tak kala melihat lisa berjalan dengan emosi
Tak lama akhirnya lisa sampai juga di kelasnya Silvi yah untung saja di kelas tersebut tidak ada guru karena mereka sedang belajar mandiri tanpa pikir panjang lisa masuk ke dalam kelas dan sesuai dugaan semua siswa kelas XII melihat ke arah lisa begitu pula dengan sang Kakak dan Nathan.
Lisa bergegas berjalan menghampiri Silvi yang tengah terduduk sambil menulis.
“Woy lo nenek sihir masih aja lo nyari ribut”ucap lisa tak kala mendekat ke kursi tempat Silvi duduk.
“Maksud lo apa hah?”Tanya Silvi sambil beranjak dari duduknya.
“Ngapain adik lo kesini?”tanya edwar tak kala lisa masuk dan mendekat ke arahnya Silvi.
“Gue juga belum tau”ucap Ervan
“Atau jangan-jangan Nath lo pacaran sama Silvi yah makannya lusa marah”ucap edwar menggoda sang sahabat.
“Sorry level gue bukan nenek sihir”ucap Nathan dengan datarnya.
“Ada apa lisa?”tanya Ervan menghampiri sang adik.
“Adik lo gila kali datang-datang marah-marah sama gue”ucap Silvi yang tidak terima.
“Gue gak bakalan marah-marah kalau lo gak lebih dulu buat masalah, gue udah sabar dari dulu tapi kali ini gue gak bisa sabar”ucap lisa tanpa menghiraukan pertanyaan sang kakak.
“Sorry gue gak punya urusan sama lo”ucap Silvi
“Memang lo gak punya urusan sama gue tapi lo punya urusan sama kayla lo udah nyakitin kayla jadi lo berhadapan sama gue”ucap lisa
“Udah lis sabar”ucap Rizky yang baru saja datang.
“Diam Ky jangan banyak bicara lo”ucap lisa membentak sang sahabat.
__ADS_1
“Gue gak ngerti sama ucapan lo”ucap Silvi sambil kembali duduk.
“Pergi lo bikin gaduh aja di kelas”ucap Sarah mengusir lisa.
“Lo diam lo sama dia sama aja, kalian kan yang nyiram kayla pake telor dan tepung gue kagak habis pikir lo segitunya biar kayla tersakiti hah”ucap lisa.
“Emang ada buktinya bahwa gue yang lakuin itu semua hah?”tanya Silvi yang kembali bangkit dari duduknya.
”apa lo nyiram kayla?”tanya Ervan yang sedari tadi hanya diam.
“Gue gak perlu kasih bukti, siapa lagi orang yang benci kayla kalau bukan lo”ucap lisa sambil menunjuk Silvi.
“Lo pikir yang benci sama kayla itu hanya gue hah? Banyak kali yang benci sama kayla toh dia keganjenan, munafik dan selalu menggoda laki-laki”ucap Silvi yang masih tidak mau mengaku sedangkan Rose hanya terdiam.
Karena Lisa yang sedari tadi menahan emosi sampai akhirnya pun menjambak rambut Silvi dengan kedua tangannya.
Sedangkan kayla yang sudah selesai bersih-bersih dan memakai seragamnya kembali merasa heran karena di toilet tersebut hanya ada stefanie dan dia tidak melihat adanya Lisa.
“Lisa kemana?”tanya kayla tak kala melihat ke sudut ruangan.
“Kayanya dia ngelabrak kak Silvi deh”ucap stefanie
“Yaudah ayo kita kesana”ucap kayla yang panik langsung keluar dari toilet dan didepan sudah ada Kevin yang menunggu.
“Lisa kak, dia ngelabrak Silvi kayanya”ucap kayla dengan cemas.
“Yaudah ayo kita kesana”ucap Kevin yang di belakang mengikuti Lisa dan stefanie. Dan setelah beberapa saat kayla sampai di kelas XII san benar saja apa yang ia pikirkan Lisa yang sedang saling jambak dengan Silvi.
“Lis udah”ucap kayla tak kala melihat Lisa dan Silvi tapi Lisa tidak mendengarkan apa ucapan kayla.
“Lisa udah ini di sekolah”ucap Ervan mencoba melerai.
“Silvi ayo lo jangan mau kalah”ucap Sarah bukannya melerai malah memprovokasi.
“Ayo ayo”ucap Nabila
“Bukannya di pisahin kalian malah mendukung”ucap Reynad tak kala mendekat.
“Nath coba lo pisahin mereka”ucap nasya tak kala Nathan hanya berdiam karena meresa bingung.
“Iya kak Nathan coba dong please”ucap kayla memohon dan akhirnya Nathan pun mencoba melerai mereka.
__ADS_1
“Lis sabar, lepasin nanti kamu terluka”ucap Nathan dengan datarnya.
Sedangkan Lisa yang mendengar ucapan Nathan seketika berhenti tapi Silvi yang masih terus menjambak.
“Aww sakit”ucap Lisa
“Lepasin lo sil”bentak Kevin dan seketik pun Silvi melepaskan tangannya dari rambutnya Lisa.
“Lis lo gak apa-apa kan?”tanya stefanie sambil mendekat.
“Enggak kok dasar nenek lampir awas aja lo”ucap lisa.
“Lo gak apa-apa kan?”tanya Reynad tak kala mendekat ke arahnya kayla.
“Enggak kok kak kayla baik-baik aja”ucap kayla dengan sopan.
“Apaan lo deketin pacar gue”ucap Kevin dengan sinisnya.
“Udah Vin lo jangan mulai lagi”ucap Ervan merasa pusing memikirkan apa yang terjadi.
“Lo gak apa-apa kan?”tanya Nathan mencoba mendekat ke arah lisa.
“Enggak kak hanya emosi”ucap lisa dan hatinya merasa berbunga-bunga bahwa Nathan peduli akan dirinya.
“Gue mau tanya apa yang terjadi?”ucap Ervan memulai pembicaraan.
Dan semuanya pun terdiam begitu pun kayla yang memang bingung harus berbicara apa.
“Itu kata Silvi sama Rose katanya kayla ulang tahun jadi kita bikin suprise”ucap Nabila dengan polosnya.
“Diam lo”ucap Silvi yang merasa marah karena bagaimana tidak Nabila keceplosan lagi.
“Oh jadi benar kalian yang berbuat ini sama kayla hah”ucap Kevin dengan marahnya.
“Udahlah kak jangan emosi”ucap kayla agar Kevin merendam emosinya.
“Bagaimana aku gak emosi kalau kamu di bully oleh orang lain dan lo lagi Rose ngapain lo ikut-ikutan hah”ucap Kevin sambil melihat ke arah Rose.
“Kenapa lo marah sama gue, harusnya gue marah sama lo, lo itu tunangan gue dan lo malah pacaran sama orang lain”ucap Rose
“Gue udah bilang gue bukan tunangan lo”ucap Kevin dengan nada tinggi.
__ADS_1
“Udah stop nanti guru datang masalahnya makin panjang”ucap Ervan mencoba melerai dan benar saja tak lama datang kepala sekolah yaitu Ridwan menghampiri.
“Ada apa ini kalian?”tanya pak Ridwan yang masuk ke dalam kelas bersama dengan Bu Ambar.