
Ervan dan yang lainnya memutuskan bahwa hari ini mereka akan berkumpul untuk membahas masalah kuliah mereka karena walaupun mereka beda jurusan setidaknya mereka tetap berada di satu kampus. Karena mereka yang memang sudah terbiasa dan enggan untuk berpisah bersama sahabatnya kecuali maut yang memisahkan mereka.
Hari ini mereka tidak berkumpul di rumahnya Ervan melainkan di sebuah cafe tempat mereka ketika malas nongkrong dirumah. Disana juga sudah ada Nathan dan edwar yang duduk dengan memesan secangkir kopi.
“Kevin kemana belum datang?”tanya Ervan yang dimana Kevin memang belum datang sesuai dengan waktu yang telah mereka sepakati.
“Gue tadi jemput stefanie dan kata stefanie Kevin berangkat ke luar negeri”ucap edwar yang tadi mendengarkan ucapan dari stefanie yang merasa kesal karena Kevin yang berangkat ke US tanpa memberi tahu kayla.
“Ngapain Kevin ke US?”tanya Nathan yang meletakan handphone nya tak kala mendengar ucapan dari edwar.
“Gue juga kurang tau Nath, pokoknya kata Fanie Kevin tidak berpamitan sama sekali”ucap edwar yang memang ia juga tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Kevin.
“Terus dia gak pamitan sama kayla? Pantesan aja sejak kemarin kayla berbeda sikapnya”ucap Ervan dengan wajah marahnya ketika dia tau bahwa kayla terlihat aneh karena ulahnya Kevin yang tidak berpamitan.
“Sepertinya enggak Vin, makannya sedari di mobil tadi stefanie marah-marah sama gue, gara-gara Kevin gak pamitan sama kayla”ucap edwar yang ia juga merasa kesal terhadap Kevin tapi tidak se kesal Ervan.
“Kevin kenapa lagi sih, main pergi tanpa pamit”ucap Nathan yang memikirkan apa yang ada di pikiran Kevin karena Kevin yang tidak berpamitan terhadap kayla dan teman-temannya yang lainnya.
“Sial, awas aja dia, kalau sampai di kuliah di US dan dia nyakitin kayla, gue gak akan Maafin dia”ucap Kevin yang beranjak dari duduknya dengan rasa marahnya bagaimana tidak Kevin yang sudah beberapa kali menyakiti kayla.
“Lo sabar dulu van, jangan emosi, gue yakin kok Kevin pasti ada urusan penting yang memang tidak memberikan kabar kepada kita”ucap nathah yang mencoba berpikiran positif tentang apa yang terjadi dan ia mencoba untuk membuat Ervan tidak emosi lagi.
__ADS_1
“Van kenapa kamu kok kaya orang yang lagi marah”tanya nasya yang baru tiba ke cafe tersebut dan ia melihat Ervan yang terlihat marah dari sorot matanya. Karena orang yang biasanya jarang marah akan terlihat menakutkan ketika dia marah.
“Kevin pergi ke Amerika tapi gak pamitan dulu sama kita dan kayla”ucap edwar menjelaskan apa yang terjadi.
“Sabar van, mungkin Kevin lagi ada masalah yang urgent jadinya gak pamitan dahulu”ucap Nasya yang mencoba menenangkan Ervan yang sedang marah.
Ervan yang mencoba mengontrol amarahnya ia yang memikirkan bagaimana keadaan kayla karena ia mengerti bahwa kayla akan merasa sedih saat ia di tinggalkan oleh Kevin apalagi Kevin yang tidak berpamitan sama sekali kepada kayla.
“Gue mau jemput dulu kayla”ucap Ervan ketika sudah tenang, tetapi tetap saja yang ia khawatirkan hanya kayla dan takut terjadi sesuatu akan kayla.
“Gue juga ikut”ucap edwar yang sekalian ia akan menjemput stefanie.
“Gue juga ikut”ucap Nathan yang memang ia entah mau apa padahal ia tidak ada yang akan ia jemput juga.
Ervan dan teman-temannya melanjutkan kendaraannya menuju ke sekolah lamanya, karena mungkin mereka kangen dan ingin melihat perkembangan sekolah padahal baru juga beberapa hari mereka lulus.
Mereka menyusuri jalanan Jakarta yang memang tiap hari terlihat padat dan setelah beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai dan ternyata kayla dan yang lainnya memang belum keluar karena memang belum waktunya mereka untuk pulang.
Mereka yang turun dari kendaraannya mading-masing dan duduk menunggu kayla dan yang lainnya pulang.
Bel tanda pulang pun telah berbunyi dan guru pun menyelesaikan pelajaran dan segera keluar kelas, para siswa bersiap-siap membereskan barang-barangnya karena waktu pulang yang memang sudah tiba.
__ADS_1
Kayla yang tampak sangat lesu dan terlihat banyak diam walaupun ia mencoba untuk kuat tetapi harinya tidak dapat di bendung lagi bahwa sakit hati yang ia rasakan sangat menyesakan.
“Kay mau langsung pulang?”tanya stefanie dimana ia yang ingin menghibur kayla karena ia tau kayla pasti bersedih.
“Kayanya aku mau mampir dulu ke toko buku”ucap kayla yang memang ia harus mencari beberapa buku yang harus ia pelajari untuk kelas XII karena kayla selalu mempersiapkan sesuatu sedari awal karena ia yang tak ingin merasa terburu-buru tanpa persiapan yang matang.
“Yaudah kita Anter aja yah”ucap Rizky yang memang ia pun membawa mobil.
“Gak usah. Lagian kalian kan gak akan beli buku juga”ucap kayla karena ia tau bahwa teman-temanya yang memang sangat enggan untuk di ajak membeli buku ke toko buku.
“Gak apa-apa kay sekalian kita juga mau mencoba belajar”ucap Lisa yang ingin menemani kayla.
“Yaudah ayo”ucap kayla dan mereka pun setelah membereskan barang-barangnya keluar dari dalam kelasnya dan berjalan menuju ke arah parkiran dengan melewati koridor-koridor sekolah.
Mereka berjalan beriringan dengan Rizky yang terus saja membuat lelucon agar kayla tertawa dan tersenyum, kayla yang sangat tau maksud sahabatnya mencoba untuk ceria dan menyembunyikan kesedihannya. Bukan sedih karena ia di putuskan oleh Kevin hanya saja putus dengan sebuah pesan dan tanpa tau letak kesalahan nya yang membuat kayla merasa bersedih. Apakah cinta memang tak bisa bertahan lama, apakah cinta hanya dapat terhitung beberapa bulan saja lalu apa hal yang akan membuat suatu hubungan itu menjadi langgeng.
Mereka terus berjalan sampai di parkiran mereka kaget karena Ervan dan teman-temannya sudah berada di parkiran.
“Kay kamu gak apa-apa?”tanya Ervan yang nenghampiri kayla dan membuat yang lainnya kebingungan atas tingkahnya Ervan.
“Kayla baik-baik aja kok”ucap kayla yang merasa bingung karena tidak seperti biasanya Ervan seperti ini apa ada yang terjadi terhadap Ervan.
__ADS_1
“Gimana Kevin udah hibungin kamu?”tanya Ervan yang penasaran apakah Kevin mengabari kayla dan menjelaskan mengapa dia meninggalkan Indonesia.
“Enggak kak”ucap kayla dengan singkat padahal ia yang mematikan handphonenya karena ia yang merasa sedih tak kala membuka handphonenya dan ia memutuskan akan membeli handphone yang baru agar ia lupa kepada Kevin dan menghapus jejak Kevin yang selalu ada di handphonenya.