
Adrian yang sudah punya niat hari ini untuk menyatakan cintanya kepada lisa karena ia juga yakin bahwa cintanya akan di terima oleh Lisa, karena saat mereka jalan bersama Lisa yang terlihat mencintai dia.
“Kak Lisa aku mau berbicara sesuatu”ucap Adrian sambil memandang Lisa yang asik makan camilan.
“Iya kan dari tadi juga bicara”ucap Lisa yang menurutnya dari tadi juga Adrian sudah berbicara dan ada hal apalagi yang harus dibicarakan.
“Bukan ini masalah yang penting”ucap Adrian dengan serius.
“Yaudah boleh”ucap Lisa yang ia cuek saja, tidak berpikiran macam-macam tentang Adrian.
“Sebenarnya aku suka sama kamu, jadi kamu mau nggak jadi pacar aku”Ucap Adrian sambil Bersujud memberikan bunga kepada Lissa yang telah terduduk.
“Ha ha ha ha jangan bercanda dong”Ucap Lisa Yang menganggap itu semua hanya candaan saja.
“Aku nggak bercanda kok, aku beneran suka sama kamu, jadi gimana apakah kamu mau menerima cinta aku”ucap Adrian dengan serius.
Lisa masih saja terus berfikir dan belum memberikan jawaban apapun, iya yang masih bingung harus bagaimana lagi apakah dia harus menerima cintanya atau tidak, tetapi hatinya tidak dapat Membohongi perasaanya bahwa dia tetap mencintai nathan seorang.
“Jadi gimana kak, apakah kakak mau menerima cinta aku”ucap Adrian yang masih menunggu jawaban dari Lisa.
Ditengah keadaan seperti itu Nathan lalu memarkirkan motornya dan berjalan menghampiri Lissa yang tengah terduduk dan Adrian yang masih saja bersujut sambil memberikan bunga.
“Pulang sama gue “ucap nathan sambil menarik tangannya Lissa.
“Apaan sih kak datang tiba tiba dan langsung menarik tangan aku”ucap Lissa yang meringis kesakitan akibat tangannya yang ditarik oleh Nathan.
“Lepasin kak, jangan berani tarik-tarik tangan Lissa”ucap Adrian sambil berusaha menarik tangannya Lisa yang tengah di gengam oleh Nathan dengan kerasnya.
__ADS_1
“Lo jangan ikut campur”Ucap Nathan sambil menarik Lissa dan berjalan menjauh dari Adrian.
Lissa yang ditarik tangannya oleh nathan hanya bisa pasrah karena genggaman nathan yang begitu keras sehingga dia tidak dapat memberontak atau melawan sama sekali. Sedangkan Adrian hanya bisa melihat Lissa yang ditarik oleh Nathan karena ia tidak dapat berbuat sesuatu.
“Lepasin kak”Ucap Lissa yang berusaha memberontak karena tangannya yang sudah merah akibat genggaman Nathan yang begitu keras.
Nathan pun melepaskan genggamannya setelah sampai di dekat motornya.
“Ayo naik”Ucap Nathan dengan Wajah yang terlihat marah dan menyeramkan.
“kakak itu kenapa sih datang datang tarik tangan Lissa, emang ada yang aneh atau hal yang membuat kakak marah sama Lissa, padahal yang Lisa tahu Lisa tidak punya sedikit pun Salah terhadap kakak”ucap Lisa Sambil melihat ke arahnya Nathan ia pun kesal karena Nathan yang bersikap aneh.
“Lo itu bukannya suka sama gue, tapi kenapa lo jalan sama orang lain”ucap Nathan sambil melihat ke arah wajahnya Lisa yang terlihat berkaca-kaca.
“Aku memang suka sama kakak tapi aku berusaha buat lupakan kakak karena sampai sekarang pun cintaku buat kakak nggak pernah kakak balas”ucap Lisa yang sudah pasrah akan hidupnya ini.
“Kakak itu aneh, Lisa pacaran sama Orang lain nggak boleh sedangkan kakak sendiri sama sekali tidak mencintaii Lissa sedikit pun dan Nisa mulai bosan kalo harus terus menerus mengejar cinta kaka yang entah kapan akan aku dapatkan”ucap Lisa yang sudah mulai muak akan semua ini.
Nathan masih berfikir apakah dirinya benar-benar mencintai Lissa atau tidak tetapi dia ketika melihat Lissa bersama orang lain hatinya terasa sakit dan sesak.
“Kakak mohon jangan pernah berusaha untuk melupakan kakak, Kakak akan berusaha untuk mencintai kamu”ucap Nathan yang enggan Lisa bersama orang lain.
“Nggak usah memaksakan, Lisa nggak pernah memaksa kakak untuk mencintai Lissa dan Lissa harap kakak jangan bersikap seperti ini karena dengan begini lisa menjadi sulit melupakan kakak”ucap Lisa yang sudah mulai berkaca-kaca dan tanpa mereka sadari banyak orang yang melihat ke arahnya mereka begitupun dengan Adrian yang hanya bisa melihat karena ia yang takut ketika melihat Nathan yang banyak di segani orang.
“Ayo naik motor dulu aja”ucap Nathan karena ia tidak enak dilihat oleh orang lain sehingga dia mengajak Lisa ketempat lain.
“Nggak usah, Lisa bisa pulang sendiri”ucap Lisa yang berjalan meninggalkan Nathan yang tengah menaiki motornya. Lisa menangis karena ia kesal kepada Nathan yang bersikap egois.
__ADS_1
“Lis ayolah naik”ucap Nathan sambil membawa motornya sejajar dengan Lisa.
“Gak usah”ucap Lisa yang terus berjalan tanpa menghiraukan Nathan sedikitpun.
“Lis ayo naik”ucap Nathan yang membentak Lisa dengan begitu keras sehingga membuat Lisa kembali menangis.
“Jangan kaya anak kecil dong marah segala”ucap Nathan yang masih saja duduk di atas motornya sedangkan Lisa masih saja diam dan kembali berjalan.
Karena Nathan yang sudah merasa kesal akhirnya ia turun dari motornya untuk menghampiri Lisa.
“Yaudah Maafin kakak yah”ucap Nathan ia berbicara dengan halus agar Lisa mau naik dari motornya.
“Ya”ucap Lisa dengan cuek dan tetap berjalan meninggalkan Nathan sendirian.
“Lis gue sayang sama lo makannya, gue gak mau lo sama laki-laki lain”ucap Nathan yang reflek memeluk Lisa dan seketika Lisa pun berhenti.
Lisa yang kaget dan tidak dapat berbuat apapun ia hanya diam tak mampu berbuat apapun.
“Gak usah maksain buat cinta sama Lisa kak, Lisa gak mau di kasihani”ucap Lisa sambil mendorong Nathan yang tengah memeluk dirinya dengan eratnya.
“Kakak beneran cinta sama kamu, kakak gak bohong”ucap Nathan sambil terus memeluk Lisa dan ia tidak melepaskan pelukan itu, ia sudah berpikir dengan baik bahwa ia benar mencintai Lisa sebelum Lisa jadi milik orang lain.
“Beneran kakak cinta sama aku?”tanya Lisa yang masih tidak percaya dengan ucapan dari Nathan yang masih terasa tiba-tiba.
“Iya kakak cinta sama kamu, jadi gimana kamu mau gak jadi pacar kakak?”tanya Nathan yang terlihat tulus dan ia pun yang sudah melepaskan pelukan dari Lisa dan memegang tangan Lisa.
“Lisa mau kak”ucap Lisa yang tersenyum bagaimana tidak hal ini yang sudah Lisa tunggu bertahun-tahun dan akhirnya Nathan pun membalas cintanya, Lisa bahagia yah bahagia sekali gak sia-sia perjuangannya dan akhirnya terkabul juga. Lisa memeluk Nathan dengan erat dan tak ingin melepaskannya.
__ADS_1