Jakarta love Story

Jakarta love Story
Putus


__ADS_3

Sebelum pulang ke rumahnya nasya meminta Ervan untuk mampir ke taman karena ada hal yang harus ia bicarakan dengan Ervan.


“Ada apa sya?”tanya Ervan tak kala mereka yang sudah duduk di kursi taman.


“Ada yang mau aku bicarakan”ucap nasya dengan penuh keraguan.


“Iya ada apa?”tanya Ervan sambil melihat dengan seksama apa yang akan kekasihnya bicarakan.


“Kita putus aja van”ucap nasya sambil gemetar ia berusaha mengambil langkah seperti ini karena sampai sekarang Ervan yang tidak ada kejelasan apapun kepada dirinya karena bagaimanapun wanita memang perlu tindakan bukan hanya sebatas ucapan saja, dalam hatinya nasya sebenarnya ia berat mengucapkan sepeti ini hanya saja ini yang terbaik.


“Putus? Kamu bercanda sya”ucap Ervan ia tidak menganggap semua ini serius karena ia tau bahwa nasya memang sangat mencintainya apalagi mereka sudah bersama hampir 10tahun lamanya.


“Aku gak bercanda van, aku memang mau kita putus”ucap nasya yang mencoba tenang dan tak gemetar, ia sudah beribu kali berpikir untuk putus dengan Ervan.


“Kamu marah sama aku? Aku ada salah sya sama kamu?”tanya Ervan yang hanya ingin tau apa yang terjadi.


“Aku gak marah sama kamu. Tapi memang lebih baik kita putus aja van”ucap nasya yang tak mau memberikan penjelasan apapun.


“Atau jangan-jangan kamu selingkuh dari aku, kamu udah punya cowo lain sya, siapa cowo itu?”tanya Ervan dengan nada tinggi, nasya yang selama berpacaran tidak pernah meminta putus sehingga Ervan berpikiran bahwa nasya mempunyai selingkuhan.


“Aku gak selingkuhan van, aku hanya ingin putus aja. Aku udah lelah. Aku pulang duluan”ucap nasya yang berdiri dan hendak pergi ia yang tak mau kalau sampai memperpanjang masalah dengan Ervan.


“Tunggu, gue tau lo ada cowo lain, kalau gak ada orang ketiga lo gak pernah minta putus, ngaku aja”ucap Ervan sambil menarik tangannya nasya.


“Van, aku gak selingkuh, aku gak punya cowo lain, aku hanya ingin putus aja, aku mohon van lepasin”ucap nasya yang dimana tangannya sakit karena Ervan ya g menggenggamnya cukup keras.


“Terus kamu kenapa minta putus kalau memang kamu gak selingkuh?”tanya Ervan yang ingin tau jawaban dari nasya.

__ADS_1


“Van aku itu perempuan dan butuh kejelasan, kita udah pacaran hampir 10 tahun tapi kamu gak memberi aku kejelasan apapun, kamu masih menganggap hubungan kita hanya sebatas bercandaan saja kamu gak pernah memikirkan kedepannya bagaimana atau masa depan kita bagaimana aku muak van, aku cape kalau begini terus”ucap nasya sambil menangis dan memohon supaya Ervan melepaskan genggaman tangannya.


“Kejelasan apa? Aku cinta sama kamu? Apa lagi yang kamu inginkan sya?”tanya Ervan sambil melihat ke arah matanya nasya.


“Bukti cinta kamu sama aku apa van? Aku butuh itu”ucap nasya sambil menangis ia tak tahan sehingga air matanya turun dan tak bisa ia hentikan.


“Bukti? Apa selama ini aku gak pernah kasih bukti? Apa selama ini kamu gak percaya kalau aku cinta sama kami?”tanya Ervan sambil melihat ke arahnya Nasya yang menangis.


“Aku tau itu van, tapi aku juga butuh kepastian kedepannya hubungan kita bagaimana? Sedangkan kami gak pernah memberikan itu kepada aku”ucap nasya, ia bukan tak cinta hanya saja ia ingin kepastian, ia sudah lelah hubungannya hanya jalan di tempat saja.


“Kepastian apa? Pernikahan? Sya aku udah bilang sama kami aku belum siap, pekerjaan aku juga belum sukses, aku mau nu hukum sama orang tua bahwa pilihan aku memang gak salah dalam berkarir”ucap Ervan, ternyata menjadi sutradara dan membuat film yang sukses itu bukan hal yang gampang.


“Tapi kapan van? Kita udah pacaran lama? Dan kita sudah sama-sama dewasa, jadi apa salahnya kita menikah dulu, aku akan dukung karir kamu aku gak akan pernah melarang kamu dalam hal apapun”ucap nasya yang mencoba menahan tangisannya.


“Aku tau. Tapi aku ingin berkarir dulu sya, please tunggu aku sampai aku siap dalam segala hal”ucap Ervan memohon agar nasya bersedia bersabar.


“Udah van, kamu memang gak ada niat untuk serius sama aku, kita putus saja ini adalah hal yang terbaik untuk kita berdua”ucap nasya meninggalkan Ervan karena Ervan yang sudah melepaskan gengaman tangannya, nasya sudah mulai lelah dengan hubungan mereka yang tidak ada kejelasan.


Nasya meninggalkan Ervan sendirian, ia pun menangis sejadi-jadinya di dalam taxi itu, ia tak dapat menahannya lagi, ia menangis dengan kerasnya.


“Non gak apa-apa?”tanya pak supir yang melihat penumpangnya yang menangis tersedu-sedu.


“Enggak pak”ucap nasya membalas pertanyaan karena dia juga yang takut kalau pak supir khawatir.


Sedangkan Ervan yang masih berada di tamannya dia sangat prustasi dengan kejadian ini, ia yang masih mencintai dan menyayangi nasya.


**

__ADS_1


Sedangkan di rumah sakit Kevin yang baru saja sadarkan diri karena sedari kemarin dia belum juga Sadar.


“Mah, Kevin dimana?”tanya Kevin yang baru juga sadar melihat ke arah kanan dimana ibunya duduk.


“Kamu di rumah sakit sayang, kemarin kamu kecelakaan”ucap Bu liliana menjelaskan.


“Aww”ucap Kevin yang merasa kepalanya masih pusing.


“Kamu kenapa sayang?”tanya Bu liliana yang khawatir karena anaknya yang terlihat kesakitan.


“Enggak mah, Kevin cuman sakit kepala aja”ucap Kevin yang memegang kepalanya.


“Vin, kamu udah sadar? Kamu gak kenapa-kenapa kan? Aku khawatir”ucap Rose yang mendekat ke arahnya Kevin sambil memegang pipinya Kevin.


“Enggak, gue baik-baik aja”ucap Kevin sambil melepaskan tangannya Rose dari pipinya.


“Aku khawatir banget, aku semalaman nungguin kamu, berharap kamu sadar”ucap Rose yang mencari perhatian.


“Mah, Kevin mau ke kamar mandi”ucap Kevin ia yang kebelet karena semalaman ia tidak ke kamar mandi.


“Biar aku yang Anter aja yah, ayo Vin”ucap Rose sambil memegang tangannya Kevin.


“Gue sendiri aja, gak usah di bantuin”ucap Kevin sambil menyingkirkan tangan Rose dari tangannya.


“Aw sakit Vin”ucap Rose yang meringis kesakitan.


“Vin kamu jangan kasar-kasar dong sama Rose gak baik”ucap Bu liliana yang melihat anaknya yang kasar kepada Rose.

__ADS_1


“Apaan sih mah, Enggak, Kevin cuman bilang gak udah memenin aja kok”ucap Kevin yang tak terima kalau ia di salahkan atas semuanya.


“Gak apa-apa kok tante memang Rose yang salah kok”ucap Rose yang berusaha terlihat baik di depan kevin dan orang tuanya.


__ADS_2