
Rose yang mendengar dari orang yang bekerja di perusahaan Kevin bahwa Kevin dan juga kayla sudah pak David kasih restu, Rose sangat marah dan tak bisa berkata apa-apa bisa-bisanya orang tuanya Kevin mengkhianatinya.
Rose datang ke rumahnya Kevin, ia yang tak dapat menahan rasa kesalnya. Rose masuk tanpa permisi tapi pak satpam juga sudah kenal sehingga mengizinkan Rose untuk masuk.
Sedangkan keluarga Kevin sedang makan malam sambil membahas tentang kedepannya hubungan antara Kevin dan juga kayla dengan Kevin yang tetap ingin segera menikahi kayla.
“Om David”ucap Rose yang tiba-tiba datang dan langsung saja berkata seperti itu.
“Rose?”tanya pak David kaget karena Rose datang malam-malam begini, dia juga yakin akan Rose akan datang untuk meminta penjelasan tapi tak secepat ini juga.
“Ada apa Rose?”tanya Bu liliana dengan lembut sambil mendekat ke arahnya Rose yang berdiri tak jauh dari tempat duduknya.
“Lo ngapain sih”ucap Kevin yang merasa tak suka dengan kedatangan Rose, dia yang rasanya sudah muak melihat Rose apalagi Rose yang selalu membuatnya emosi.
“Duduk dulu yuk sayang”ucap Bu liliana yang tau kedatangan Rose pasti ada hal yang ingin di bicarakan makannya Bu liliana meminta Rose untuk duduk agar bicaranya juga lebih nyaman, Rose mengikuti Bu liliana yang berjalan menuju ruang tamu diikuti oleh pak David dan juga Kevin.
Pak David yang sudah menebak pasti Rose akan datang ke rumahnya sehingga dia juga sudah menyiapkan jawaban untuk Rose.
“Om David sama tante liana tega banget sama aku, kenapa om restuin kayla sama Kevin sih, Kevin itu milik Rose, Rose gak rela Kevin sama perempuan lain”ucap Rose to the point, ia tak ingin berbasa-basi.
__ADS_1
“Sebelumnya maafkan om Rose, om sudah mengingkari janji om sama kamu, hanya saja om juga sudah berusaha membujuk Kevin tapi cinta Kevin sama kayla terlalu besar sehingga om tak bisa memisahkan mereka berdua”ucap pak David dengan tenang.
“Tapi om, om tau kan Rose juga cinta sama Kevin, Rose juga gak akan bisa di pisahkan sama Kevin”ucap Rose dengan tetap semangat dan semoga saja pak David dan juga Bu liliana luluh kembali sehingga merestui hubungan mereka.
“Maafkan tante Rose. Tapi itu udah menjadi keputusan tante buat merestui mereka, tante harap kamu mengerti dan tante doain kamu juga bertemu dengan laki-laki yang lebih baik dari pada Kevin”ucap Bu liliana dengan tulus berdoa semoga ini adalah jalan yang terbaik untuk Kevin dan juga Rose, dia tau Rose sangat menyukai Kevin tapi cinta Kevin terhadap kayla juga sangat besar, seberapa berusahanya mereka untuk memisahkan kayla dan Kevin tetap saja mereka kembali bersama.
“Tapi tante. Rose hanya mau Kevin”ucap Rose yang baginya cintanya terhadap Kevin sudah tak bisa di lepaskan, ia yang rasanya tak bisa hidup tanpa Kevin, sepanjang perjalanan hidupnya dan bertemu dengan banyak sekali laki-laki tetapi tetap saja baginya Kevin yang paling membuatnya jatuh cinta.
“Rose gue harap lo ngerti yah, gue juga udah berusaha mencintai lo tapi gue sadar cinta gue udah habis untuk kayla seberapa pun gue berusaha tetap saja rasa cinta gue gak tumbuh lagi”ucap Kevin yang berbicara baik-baik mungkin memang sangat sulit bagi Rose melupakan Kevin karena Kevin adalah cinta pertama sedangkan Kevin yang merasa baru merasakan cintanya saat bertemu dengan kayla.
Rose juga memang berpikir selama mereka tinggal bareng di luar negeri harusnya Kevin mencintai dia karena memang mereka setiap hari bertemu tapi Kevin malah semakin cuek kepadanya apakah tak ada sedikitpun cinta Kevin yang tersisa untuknya. Rose juga memang sudah lelah mengejar kevin hanya saja ia akan lebih lelah dan sakit hati ketika melihat Kevin bersama dengan perempuan lain.
“Tapi Vin, gue gak bisa hidup tanpa lo”ucap Rose dengan tatap yang memohon agar kevin tidak meninggalkannya.
Rose yang sangat sedih tanpa permisi dia pulang begitu saja, rasanya hancur sehancur-hancurnya orang yang ia cintai akan menikah dengan orang lain dan yang awalnya kedua orang tuanya pro terhadapnya sekarang mereka juga tidak mendukungnya.
Entah kepada siapa dia harus berbicara dan bercerita kedua orang tuanya sedang mengurus bisnis di luar negeri sedangkan dia juga tidak mempunyai banyak teman, Rose menghubungi edwar yang memang edwar yang masih baik kepadanya dari pada orang lain yang sudah membencinya.
Mereka bertemu di sebuah bar biasa memang Rose kalau banyak masalah akan datang ke bar untuk menghapuskan rasa sedihnya.
__ADS_1
“Lo kenapa Rose minta gue ketemu sama lo?”tanya edwar sambil melihat ke arah Rose yang tengah minum Wine.
“Gue butuh teman cerita ed”ucap Rose dengan menangis.
“Lo kenapa? Ada masalah?”tanya edwar yang duduk di sampingnya Rose.
“Kevin mau nikah sama kayla ed dan sekarang om David sama tante liana udah restuin mereka”ucap Rose yang lagi dan lagi sambil meminum winenya.
“Udah Rose lupain Kevin seberapa lo berjuang untuk bersama Kevin tapi Kevin tetap tidak akan kembali lagi sama lo karena memang mereka sudah saling mencintai”ucap edwar yang sebagai sahabat hanya bisa menasehati Rose.
“Lo sama aja sama mereka ed, lo tau kan bagaimana gue cinta sama Kevin, gue gak bisa hidup tanpa dia ed, bayangkan lo sendiri kehilangan stefanie bagaimana rasanya”ucap Rose yang matanya mulai berkaca-kaca.
“Tapi gue yakin lo bisa hidup tanpa dia Rose asal lo mau berusaha aja”ucap edwar yang entah mengapa dia semakin bijak saja apa karena dia yang sudah bekerja serta bertemu banyak orang yang penting.
Rose yang juga kesal karena tidak mendapatkan pembelaan dari edwar, ia terus menerus minum tanpa sadar dia sudah menghabiskan satu botol wine.
“Rose udah dong. Lo jangan minum terus”ucap edwar membujuk Rose yang terlihat sudah mabuk.
“Ed, gue cinta sama dia, ed Gimana gue hidup”ucap Rose yang sudah mulai berbicara asal.
__ADS_1
“Rose Udahlah Rose, jangan peduliin Kevin terus, gue yakin lo dapat yang lebih baik”ucap edwar yang berusaha menopang tubuhnya Rose yang mulai mabuk.
Rose yang sudah tampak mabuk akhirnya mau tak mau edwar membawanya pulang dari pada terjadi apa-apa dengannya, walaupun memang semua orang membenci Rose tapi edwar netral saja karena dia yang memang orangnya masa bodo atas masalah orang lain.