
Hari demi hari Lisa masih tetap tidak ada perubahan, Bu wulan mulai drof dan meminta cuti dari pekerjaannya sedangkan pak Farhan juga mewakilkan semua pekerjaannya kepada anak buahnya karena dia tak ingin jauh dari anak semata wayangnya.
Kayla pun yang selalu berada di samping ibu dan ayahnya, dia juga terlihat lebih kurus karena banyak bergadang dan menangis serta makan yang tidak nafsu karena terus memikirkan Lisa.
Seperti hari ini Bu wulan menangis di samping anaknya yang tak kunjung bangun begitupun dengan kayla yang senantiasa berdiri di sampingnya Bu wulan untuk mendukung Bu wulan.
“Mah mamah makan dulu yah, ini udah siang mamah belum makan”ucap kayla yang dimana memang ibunya itu selalu saja tidak nafsu makan.
“Mamah gak nafsu sayang, kamu makan duluan aja”ucap Bu wulan karena dia yang enggan untuk makan karena makanan apa pun yang dia makan tidak ada rasanya.
“Iya tapi mamah harus makan mah. Kayla masakin makanan kesukaan mamah”ucap kayla karena meng dia tadi pagi pulang untuk memasak agar ibunya mau makan kalau masakannya.
“Mamah gak selera kayla”ucap Bu wulan sambil menangis mencium tangan anaknya yang terbaring.
“Mamah harus makan yah, kalau tidak bagaimana mamah bisa menjaga Lisa dan kalau mamah sakit mamah kan jadi ikutan di rawat dan Lisa juga sedih”ucap kayla yang mencoba membujuk ibunya tersebut.
“Yaudah mamah makan sedikit aja yah”ucap Bu wulan yang berjalan menuju ke sofa karena makanannya yang berada di sana, Bu wulan makan walaupun tidak ada rasanya sedangkan kayla melihat Bu wulan dengan tatapan yang sedih karena orang tua mana yang tidak hancur tak kala melihat anaknya yang menderita.
Saat sedang makan siang datang Bu Sinta yang akan menjenguk Lisa walaupun dia tau entah akan di sambut dengan baik oleh Bu wulan entah tidak tetapi dia masih tetap datang.
“Selamat siang Bu wulan”ucap Bu Sinta tak kala masuk ke dalam ruangan Lisa dan melihat Bu wulan yang tengah makan siang
“selamat siang Bu Sinta, ayo duduk”ucap Bu wulan karena dia tetap ramah kepada orang yang datang.
__ADS_1
“Sayang mamah minta tolong ambilkan minuman untuk tante Sinta”ucap Bu wulan menyuruh kayla dan kayla pun mengambil minuman dan meletakkannya di depan bu Sinta.
“Ini pasti kayla yah”ucap Bu Sinta tersenyum ke arahnya kayla.
“Iya tante ini kayla”ucap kayla bersalaman.
“Ini tante mamah nya Nathan, tante sering dengar cerita kamu dari Nathan”ucap Bu Sinta sambil melihat ke arah kayla dan dia berpikir pantas saja Nathan menyukai kayla karena kayla yang cantik dan sopan, Lisa juga memang begitu hanya saja mungkin Nathan terlalu sering bertemu dengan Lisa sehingga dia tidak merasa tertarik.
“Mah tante, kayla keluar dulu yah”ucap kayla yang dimana dia tak ingin berada di sana takut menganggu pembicaraan antara Bu wulan dan Bu Sinta.
“Bu wulan Gimana keadaannya Lisa?”tanya Bu Sinta karena dia yang juga sudah mendengar keadaan Lisa dari Nathan, Nathan yang sudah mulai linglung karena memikirkan Lisa yang tak kunjung sadar.
“Lisa masih tidak ada perubahan Bu, saya sudah berjuang dan berusaha semampu saya hanya saja Tuhan tetap belum berkehendak Lisa untuk bangun”ucap Bu wulan sambil menangis.
“Dan saya mohon maaf Bu, atas semua kesalahan Nathan kepada Lisa dan kesalahan Nathan yang membuat Lisa terbaring seperti ini”ucap Bu Sinta karena mendengar Nathan yang selalu berbicara kepadanya bahwa gara-gara dia Lisa menjadi seperti itu.
“Enggak Bu Sinta, ini bukan kesalahan Nathan kok, ini sudah takdir yang harus kita jalani”ucap Bu wulan yang selalu tabah dan tidak pernah menyalahkan orang lain atas apa yang telah terjadi dalam hidupnya, Bu wulan selalu berpikiran positif dan tetap yakin bahwa Lisa akan bangun dan berkumpul bersama dengan mereka lagi.
Sedangkan kayla yang tengah duduk di luar sambil membaca buku untuk menghilangkan kesedihan ini, dia yang sangat sedih karena Lisa yang belum bangun terus.
“Kayla kenapa lo di luar?”tanya Rizky yang datang bersama stefanie.
Kayla melihat ke arah sahabatnya dan memeluk mereka, kayla juga yang sudah sangat hancur dan tidak ada teman untuk bercerita. Dia yang terlihat kuat padahal dia sangat rapuh hanya saja dia harus kuat agar Bu wulan juga ikutan kuat.
__ADS_1
“Lo kenapa kay? Lisa gak kenapa-kenapa kan?”tanya stefanie yang panik karena kayla yang tiba-tiba memeluk mereka.
“Enggak kok. Lisa masih tetap belum sadar aja”ucap kayla yang melepaskan pelukannya dari sahabatnya.
“Terus lo kenapa kay, lo lelah? Lo istirahat dulu aja kalau lo merasa lelah”ucap stefanie sambil menepuk-nepuk punggung sahabatnya yang menangis. Kalau kayla lelah sudah pasti hanya saja hal yang membuat dia lebih sakit ketika melihat Bu wulan yang sedih dan terus mengis.
“Atau lo mau makan hah? Atau kangen Kevin”ucap Rizky yang asal saja berbicara.
“Rizky diam deh lo”ucap Stefanie yang kesal kepada sahabatnya yang selalu saja berbicara yang aneh-aneh.
“Udah kay jangan nangis terus, gue juga sedih kok lihat Lisa seperti itu tapi lo juga harus kuat biar tante wulan dan om Farhan juga kuat”ucap Stefanie memeluk kayla. Ia tau bagaimana hancurnya kayla karena stefanie juga sama hancurnya.
“Yaudah makan dulu yuk, gue yakin lo belum makan”ucap Rizky yang melihat sahabatnya itu sudah tampak kurus.
“Gue gak nafsu Ky”ucap kayla yang dimana dia tidak ingin makan.
“Iya tapi lo harus makan kayla, apalagi bentar lagi lo juga kuliah, lo harus sehat”ucap Rizky yang terus saja membujuk kayla.
Disela-sela mereka berbicara Bu Sinta keluar dari ruangannya Lisa di antar oleh Bu wulan dan seketika kayla mengusap air matanya karena tak ingin Bu wulan tau bahwa dia juga sangat rapuh dan hancur.
“Kalian disini juga?”tanya Bu Sinta saat melihat Rizky dan stefanie.
“Iya tante”ucap Lisa dan Rizky barengan.
__ADS_1
“Yaudah anak-anak tante pamit yah, Bu Wulan yang sabar yah. Saya berdoa semoga Lisa cepat sadar dan berkumpul kembali dengan kita”ucap Bu Sinta sambil memeluk Bu wulan dan menguatkan Bu wulan, sampai akhirnya dia pulang karena anaknya yang akan pulang dari sekolahnya.