
Cahaya mentari menembus masuk dari lubang-lubang atap. Dengan rasa penasaran yang kuat sang pangeran pergi meninggalkan gubuk itu, walaupun sang pangeran belum benar-benar sembuh. Sang pangeran mengelilingi hutan hanya untuk mencari seseorang yang telah membantunya. Ketika ia berada di sungai tersebut, akhirnya ia menemukan seorang perempuan yang tengah merenung di tepi sungai. “Oi!” sapa sang pangeran.
“Ada apa kau datang kemari?” tanya perempuan tersebut terkejut melihat kehadiranku secara tiba-tiba.
“Aku… aku hanya ingin berterima kasih karena kau telah menyelamatkan nyawaku.” kata sang pangeran seraya mendekati perempuan itu. “Bagaimana kau tahu bahwa aku yang menyelamatkanmu?” tanya lagi perempuan tersebut seraya bangkit dari tempat duduknya. “Aku mengenal pita ini.” tutur sang pangeran. “Oh iya, siapa namamu?” lanjut sang pangeran bertanya penasaran.
“Kaitlyn. Kaitlyn Amaris, putri raja Lunaris.” jawab perempuan tersebut yang akhirnya membuat sang pangeran tercengang.
“A—Apa? Lalu kenapa waktu itu kau ingin menghentikan perang?” tanya sang pangeran kebingunan.
“Karena aku sudah tak sanggup lagi melihat banyak rakyat yang menderita akibat peperangan. Aku ingin melihat mereka hidup dalam kedamaian dan hidup selayaknya.” jelas Kaitlyn meneteskan air mata. Hati sang pangeran yang keras bagaikan batu seketika luluh mendengarkan desak tangisnya.
“Aku sudah menduga bahwa kau adalah gadis yang baik hati. Namaku Aglen Valterous, baru saja aku diberi singgasana dari kerajaan Ensnard. Kalau begitu maukah kau ikut bersamaku?” kata sang pangeran tersenyum.
__ADS_1
“Ikut? Untuk apa aku harus ikut bersamamu?” tanya Kaitlyn yang bingung akan perkataan sang pangeran.
“Menikahlah denganku. Dengan begitu kita akan mempersatukan kerajaan Ensnard dan kerajaan Lunaris, serta menghapus peperangan di seluruh kerajaan untuk menjadikan hidup yang tenteram bagi rakyat.” jelas sang pangeran sembari tersenyum tipis. Namun permintaan sang pangeran ditolak mentah-mentah oleh Kaitlyn.
“Aku tidak mempercayaimu! Aku tidak akan mempercayai orang yang haus akan kekuasaan!” tolak Kaitlyn dengan nada tinggi.
“Percayalah padaku. Aku akan melakukan apa pun yang kau kehendaki, karena aku merasa bahwa aku telah jatuh cinta kepadamu. Menikahlah denganku, Kaitlyn.” tutur sang pangeran penuh ketulusan. “Tidak! Lagi pula ayahku tidak akan merestui jika aku menikah denganmu, karena bagi Ayahku kau adalah musuhnya.” tangkas Kaitlyn.
“Mau bagaimana pun juga aku tidak percaya!” pungkasnya.
“Baiklah! Aku akan membuktikan kesungguhan cintaku padamu, serta akan membuat ayahmu merestui pernikahan kita.” balas sang pangeran dengan tekad yang membara. “Dan ingatlah! Saat waktu itu datang, kau tidak akan mengelak dariku.”
“Akan kutunggu dirimu sampai waktu itu tiba! Tapi jika kau tidak memenuhi ucapanmu, kau tidak boleh memerangi siapa pun!” balas Kaitlyn tegas kepada sang pangeran.
__ADS_1
“Pegang janjiku, tuan putri.”
Dengan rasa senang dan percaya diri kemudian sang pangeran kembali menuju istana. Ayahnya yang sedang terbaring lesu tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menunggu ajalnya tiba. Lalu sang pangeran memasuki kamar ayahnya dan menghampirinya sembari membawa kabar gembira.
“Bertahanlah, Ayah. Sebentar lagi permintaanmu akan ku kabulkan.” ucap sang pangeran tersenyum seraya menggenggam tangan ayahnya.
“Ayah sangat menantikannya, Nak.” balas ayahnya terpenggal-penggal. Setelah itu sang pangeran mengumpulkan seluruh persiapannya untuk pergi menuju kerajaan sebelah. Dengan penuh tekad sang pangeran sangat yakin dengan dirinya sendiri.
“Aku akan segera membuktikannya!”
Bersambung~
Sekiranya jika cerita ini seru dan menarik, mohon berkenan untuk setia mendukung dan sebar luaskan ke pembaca lainnya :)
__ADS_1