
Cuaca semakin sejuk hari demi hari silih berganti, serta kalender yang menunjukkan tidak lama lagi tahun ini akan segera berakhir. Tidak lama berselang hari setelah dilantik, kami dihadapkan dengan acara paling besar selama periode ini. Dari jauh-jauh hari kami mulai menyusun rencana dan persiapan yang matang.
Suatu hari sepulang sekolah, aku mengumpulkan seluruh anggota di ruang OSIS. Agenda hari ini adalah pembahasan konsep tema yang akan kami angkat untuk acara tersebut. Selama pembahasan tidak jarang juga terjadi perdebatan dan tukar pendapat. Seseorang mengangkat tangan kemudian aku memberikannya kesempatan berbicara.
“Kurasa kita harus memilih konsep yang tidak terlalu sulit namun tetap memiliki nilai jual kepada pengunjung yang datang.”
Kemudian satu per satu orang memberikan usulan. Hewan, tumbuhan, robot, itulah beberapa usulan dari sekian banyak tema yang dilontarkan masing-masing mereka. Namun semua konsep tema yang disebutkan itu sudah pernah digunakan pada acara tahun-tahun sebelumnya.
“Aku ada ide!” cetus Hart semangat. Lantas semua orang memperhatikannya.
Bagaimana kalau ruang angkasa?” usulnya senang.
“Ruang angkasa?” tanyaku sambil memikirkan penerapan dari konsep tersebut. “Iya. Nanti panitia yang melayani pengunjung menggunakan kostum.” tuturnya menjelaskan. “Sepertinya aku tahu arahnya akan ke mana…” gumamku jengkel dalam hati.
“Kostum apa?” tanya Cassie penasaran.
__ADS_1
“Alien.” jawabnya tersenyum cengengesan. Aku sudah menduganya. Lalu aku menarik napas dan berbicara.
“Menurutku konsep ini akan terkesan norak dan berlebihan. Lagi pula tidak semua orang akan nyaman dengan penampilan kostum yang aneh seperti itu.” pungkasku tegas kepada Hart.
“Bagaimana kalau kerajaan?” ucap Emery tiba-tiba memberikan usulan.
Aku tidak habis pikir sepertinya hanya hal tersebutlah yang selalu dipikirkan Emery. Namun saat itu juga aku menyadari bahwa konsep itu belum pernah ada sebelumnya. Banyak dari hadirin di ruangan ini pun menyetujuinya.
“Para panitia dapat menggunakan kostum kesatria atau apapun itu. Cakupan konsep yang luas juga dapat membantuk kelas-kelas untuk memikirkan tema yang selaras dengan konsep kita.” jelas Emery berwibawa. Tanpa banyak pikir aku menanyakan usulan tersebut kepada pada hadirin rapat.
“Setuju!” lontar seisi ruangan secara serentak.
“Kalau begitu, Adelard dan Cassie merupakan pasangan yang tepat untuk sang raja dan ratu.” celetuk Hart dan saat itu juga semuanya menyetujui itu.
“Baiklah, baiklah.” balasku pasrah. Cassie menjadi tersipu malu dibuatnya.
__ADS_1
Setelah semua selesai kemudian aku menutup rapat dan menginstruksikan kepada panitia yang telah dibentuk. Tak lupa kuakhiri dengan kalimat yang membakar api semangat mereka. Lalu kami semua bubar dan keluar meninggalkan ruangan. Namun ada satu yang janggal ketika aku melihat daftar hadir.
“Ke mana Eledarn?” tanyaku kebingungan. “Aku tidak tahu.” jawab Cassie yang juga buncah. “Mungkin dia ada eskul?” ucap Emery sambil berpikir. “Bukankah ini lebih penting?” tanyaku kembali dengan pikiran campur aduk di kepalaku. “Duh, kenapa dia harus menghilang di saat-saat seperti ini?” gumamku kesal dalam hati.
“Sakit…” cetus Hart tenang dengan kedua lengannya menyilang di depan perutnya. “Kau tahu?” tanyaku bingung. “Hanya menebak.” jawabnya singkat.
“Baiklah, nanti akan kucari tahu.” ucapku. “Kalian duluan saja.” imbuhku lagi.
“Baiklah, sampai besok!” lontar Hart ke arahku.
Mereka pun akhirnya pergi meninggalkanku yang sedang merapihkan beberapa dokumenku. Tak lama waktu berselang aku juga keluar dari ruangan dan pergi ke kamar kecil sebentar. Tiba-tiba saja aku melihat Eledarn yang tengah berada di sana sendirian.
“Eledarn?” tanyaku terkejut heran. Sementara itu ia hanya terdiam syok dan menatapku.
Bersambung~
__ADS_1
Sekiranya jika cerita ini seru dan menarik, mohon berkenan untuk setia mendukung dan sebar luaskan ke pembaca lainnya :)