Love Exchange

Love Exchange
Episode 74 : Hari Baru


__ADS_3

Langit biru cerah dibarengi dengan siulan angin menghembus lembut dari jendela. Kicauan burung menyambut mentari yang baru saja terbangun. Tak lama kemudian alarm berbunyi dan membangunkan kami semua. Aku tidak bahkan sampai lupa kalau teman-temanku juga berada di rumahku.


“Ayo bangun-bangun,” ucapku membangunkan mereka satu per satu. Mimik yang masih sangat penat terpampang di wajah mereka.


“Wuah… Sekarang jam berapa?” tanya Hart yang masih mengantuk. Lalu aku pun memeriksa jam beker dan sontak membuatku terkejut.


“J—Jam tujuh!” Seketika semua terlompat bangun dan bergegas. Aku kebingungan dengan alarm yang berbunyi tidak seperti hari-hari biasaku sekolah.


“Oh iya, aku masih menyetel waktu saat libur kemarin,” cetusku tersadar.


“Waktunya mepet sekali,” sahut Freda khawatir. Cassie juga tak kalah paniknya dengan kami. “Bagaimana ini? Padahal baru hari pertama masuk…” hembusnya pasrah.


“Ya sudah aku dan Adelard akan mandi bersama, nanti kalian juga,” usul Hart lantas kami berdua langsung berlekas-lekas berlari ke kamar mandi. Di sana terlihat adikku yang sudah rapih dan siap berangkat.


“Eh? Abang baru bangun?” tanya adikku terkejut heran.


“Kalau tahu begitu kenapa kau tidak membangunkan kami?” balasku.


“Oiya, aku lupa… Hehe…” jawabnya cengengesan. Kemudian kami langsung melanjutkan langkah kami.


“Aku berangkat duluan, ya,” pungkas adikku tersenyum licik.


Hanya dalam hitungan menit kami selesai membasuh diri lalu bergiliran dengan Cassie dan Freda. Setelah kepanikan yang dialami akhirnya kami semua dapat berangkat menuju sekolah. Demi mengejar waktu kami pun berlarian sekuat tenaga menuju sekolah.


“Tinggal beberapa menit lagi,” celetuk Hart dan membuat kami semua tambah panik. Tanpa sadar Cassie berlari sekencang-kencangnya. Aku pun tercengang dengan dirinya yang menyusul dan meninggalkan kami di belakang.


“Cassie!” panggilku. “S—Sejak kapan dia bisa berlari sekencang itu?” lanjutku melongo buncah. Begitu pula dengan Hart dan Freda yang juga terperangah.


“B—Bagaimana mungkin?”


Akhirnya kami pun sampai di sekolah tepat waktu. Setibanya kami di dalam kelas tampak Cassie sudah duduk di tempat duduknya seraya mengelap keringatnya. Aku yang engap-engapan lalu pergi menuju tempat dudukku. Seisi kelas seketika teralih perhatian menuju kami bertiga, namun tidak pada Cassie.


“Kalian kenapa?” tanya Milard kebingungan.


“Kami kesiangan,” jawabku tersendat-sendat.


“Loh, kalian menginap bersama?” lanjutnya bertanya kembali, sedangkan orang-orang memperhatikan pembicaraan kami.


“Iya. Kami mengerjakan tugas bersama.” Seketika teman-teman kelasku tersentak kaget dan ricuh kalang kabut.

__ADS_1


“Oh iya! Ada tugas!”


“Aku lupa!”


“Sial, aku keasyikan bermain!” Kata demi kata terlontar dari teman-temanku. Lantas mereka semua menghampiriku dan memohon padaku untuk meminjamkan buku tulisku.


“Izinkan kami meminjam bukumu!” hempas salah satu dari mereka penuh harap. Aku pun tidak tega melihatnya lalu memperlihatkan tugas-tugas yang sudah ku kerjakan. Hart dan Freda juga dikerubungi teman-temanku dengan permintaan yang sama. Sementara itu Milard hanya menyaksikan dari bangkunya.


“Kau sudah mengerjakan?” tanyaku padanya.


“Tentu saja. Bahkan aku hanya dapat tidur dua jam,” jawabnya. Namun rasa lelah tidak ditunjukkan dengan wajahnya.


“Tapi kulihat kau bugar-bugar saja,” sahutku heran.


“Semangat itu penting!” serunya sembari tersenyum.


Suasana kelas menjadi awut-awutan dengan orang-orang yang berlarian ke sana kemari. Keributan tersebut bahkan sampai terdengar oleh kelas sebelah. Kemudian salah seorang perwakilan dari kelas sebelah tersebut datang dengan paras yang geram.


“Kalian! Bisa tidak tenang sedikit?” bentaknya seraya memukul pintu. Sontak kami semua terdiam dan menoleh ke arahnya.


“Kalian selalu saja seperti ini!” Lalu ketua kelasku berjalan menghampirinya dan menjelaskan apa yang sedang terjadi. Tepat pada saat itu juga orang tersebut terkejut mendengarnya.


“Kapan sekolah ini waras?” hembusku penuh harap.


Beberapa saat kemudian guruku pun datang memasuki kelas. Seketika orang-orang berlarian menuju tempat duduknya masing-masing. Terpajang rasa gelisah dan panik pada saat yang bersamaan di wajah mereka.  Semuanya hanya terdiam beku bagai patung. Jam pelajaran pertama pun dimulai.


“Baiklah, anak-anak. Silakan kumpulkan tugas kalian ke depan,” Kami berempat dan Milard pergi menuju depan kelas dan mengumpulkan tugas, sedangkan teman-temanku yang lain hanya duduk dengan keringat yang berkucuran di kepala mereka.


“Yang lain?” tanya guruku lantang dan membuat kami semua ketakutan.


“M—Maaf, Pak. Kami belum menyelesaikannya,” jawab ketua kelas gagap setengah mati. Lantas wajah guruku yang semula adem kini menjadi mengerikan.


“Apa? Jadi selama liburan kalian ngapain saja?” sembur guruku naik pitam. Kami hanya tertunduk diam gemetaran.


“Kalau begitu, kerjakan semua latihan dari halaman tiga puluh sampai tujuh puluh tiga! Tanpa terkecuali!” Aku pun syok karena aku juga terkena imbasnya.


“E—Eh? Aku juga?” batinku bertanya-tanya. Hart yang susah payah mengerjakan hingga larut malam tidak menerimanya begitu saja.


“Aku juga? Aku sudah mengumpulkan tugasku!” sanggah Hart menolak sang guru.

__ADS_1


“Oh… Melawan, ya?” gerutunya. “Barang siapa pun yang tidak mengerjakan tidak akan mendapatkan nilai! Bapak tunggu hingga pulang sekolah besok!” imbuhnya kemudian meninggalkan kelas. Teman-temanku pun menjadi sedikit kesal dengan perbuatan yang Hart lakukan.


“Ini semua salahmu!” oceh salah satu dari mereka.


“Lah! Kenapa jadi aku?” bantahnya gusar.


“Kalau kau tidak melawannya tidak akan menjadi seperti ini!” sahut mereka kembali. Namun Hart dengan lantangnya terus membela diri.


“Siapa suruh kalian tidak mengerjakan tugas, apalagi si ketua kelas sok keren itu!” Situasi menjadi panas dan mereka saling menyalahkan satu sama lain.


“Kenapa malah salahku?” sahut si ketua kelas. “Kau kan ketua kelas, Beruk!”


Lalu kata-kata tidak layak terlontar satu per satu dari mulut mereka. Aku tidak tahu bagaimana cara untuk meredakan suasana. Beberapa teman-temanku ada yang memanfaatkan waktu luang ini untuk menyelesaikan tugas pelajaran berikutnya, tetapi banyaknya tugas yang diberikan membuat mereka tidak sanggup menyelesaikannya dalam waktu yang singkat.


Satu jam sesudahnya jadwal silih berganti menuju jam pelajaran berikutnya. Begitupun seterusnya hingga pulang sekolah. Tugas yang seharusnya dapat ku kumpulkan justru semakin bertambah akibat teman-teman sekelasku yang tidak dapat membereskan tugas mereka. Ditambah lagi dengan tenggat waktu yang sangat cepat dan bersamaan semua.


Sepulang sekolah tidak ada satu pun klub yang berjalan pada hari itu. Semua murid mengerjakan tugas yang ditambahkan oleh para guru. Ternyata hal tersebut tidak hanya terjadi pada kelasku, melainkan juga terjadi pada seluruh kelas. Matahari yang semakin menyusut menandakan hari mulai gelap, namun sekolah masih saja ramai dengan orang-orang yang tidak menyempatkan diri untuk pulang.


“Ayo, Adelard, Cassie, semangat!” seru Freda menyemangatkan kami berdua.


“Aku tidak disemangati?” tanya Milard.


“Kau juga Milard,” sahut Freda cengengesan.


“Tetap saja, ya. Kalian berdua maunya disuapin terus,” sindirku sedikit jengkel karena tidak ada kontribusi dua kecoak itu sama sekali.


“Apa boleh buat,” balas Hart.


Tanpa kami sadari hari sudah larut dan sekolah akan ditutup. Seisi sekolah pun dibubarkan dan diperintahkan untuk segera pulang ke rumah masing-masing.


“Ayo kita menginap lagi!” lontar Freda bersemangat.


“Kali ini rumah Freda!” lanjut Hart menyahutinya. Kami pun bergegas menuju rumah Freda lantaran rumahnya berjarak paling dekat dari sekolah.


Sesampainya di sana kami pun langsung melanjutkan pekerjaan sekolah kami. Rasa penat yang masih belum pudar sejak semalam kini bertambah lagi. Mataku yang sangat berat sudah tidak kuat untuk terus membuka. Freda pun berinisiatif untuk menyalakan televisi dan memutar suara dengan cukup keras agar kami semua terus terjaga.


“Cobaan apa lagi ini…” gumamku pasrah dalam hati.


Bersambung~

__ADS_1


Sekiranya jika cerita ini seru dan menarik, mohon berkenan untuk setia mendukung dan sebar luaskan ke pembaca lainnya :)


__ADS_2